Oleh: mukidi | November 30, 2016

Glapansari Dan Kopal

Kopal kopi alpokat begitu karena kopi tumbuh dengan naungan pohon alpokat, sehingga mempunyai aroma alpokat begitu penjelasan salah satu anggota kelompok tani dari Desa Glapansari. Desa Glapansari masuk wilayah Kecamatan Parakan, sebuah kebanggaan kopi mukidi diundang Kepala Desa untuk memberikan motivasi kelompok terkait dengan kemandirian kelompok.

Tepatnya tanggal 29 Nopember 2016, bertempat di balai desa, penulis menjelaskan bagaimana petani agar meningkat hasilnya. Penulis mencoba menyampaikan konsep kemandirian bertani, mulai dari olah lahan sesuai kaedah konservasi, aneka komoditas, olah komoditas jadi produk, dan pemasaran.

Keempat langkah itu harus dilakukan ketika ingin mendapatkan nilai lebih, tentunya tidak segampang yang dibayangkan. Semua melalui proses, kekuatan dalam menjalankan proses panjang itu yang akan berhasil meningkat kesejahteraannya. Usai paparan tentang konsep kemandirian terjadi diskusi panjang mulai menghitung peningkatan ketika kopi dijual gelondong sampai siap seduh. Cara menghitung dan muncul angka sebagai bentuk membangun mimpi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sambil diskusi panjang juga praktek menggunakan mesin espresso, dan tak lupa terimakasih juga kepada Disperindagkop atas pinjaman mesinnya. Dari penggunaan mesin sehingga petani paham ternyata kopinya juga bisa sebanding kenikmatannya dengan kopi lainnya.

Ada pertanyaan dari peserta, Apakah kalau mau berusaha harus punya alat seperti itu? penulis mencoba menjelaskan mulai dari yang kecil, kopi mukidi mulai dari kecil dari 100.000 rupiah. Mulai dan konsisten dan berani promosi. Bentuk promosi yang sederhana adalah melalu media sosial dalam bentuk facebook, maupun lainnya.

Atau ketika bisa kerjasama dengan desa, atau kelompok yang ada di desa, ketika kelompok lain punya hajat bisa menggunakan kopi yang diproduksi kelompok. Mungkin juga bisa ketika ada acara rutin desa harus minum kopi yang diproduksi oleh kelompok. Itu salah satu bentuk promosi yang sederhana, jelas mukidi selaku owner kopi mukidi.

Paparan yang dimulai dari jam 12.15 wib dan berakhir sampai jam 15.45 wib mendapat respon baik. Itu terlihat tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan dan tandanya mereka mempunyai mimpi dan ingin membuktikan sebuah kemandirian dan berdampak kesejahteraan.

Kopi alpokat begitu kepala desa menyebutnya, dan bisa didapatkan disini saja, sambil menyebut Desa Glapansari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Tak lupa penulis juga mengucap terimakasih dan semoga bisa membangun kerjasama berkelanjutkan, dan salam petani mandiri, menata lingkungan dan ekonomi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: