Oleh: mukidi | November 21, 2016

Kopi Ekonomi Produktif Dan Pernikahan Dini

Belum lama penulis kedatangan tamu dari UPT Badan Keluarga Pemberdayaan Perempuan Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung. Maksud kedatangannya tak lain untuk mengurangi pernikahan dini, dengan usaha produktif.

“kita punya program untuk mengurangi pernikahan dini, salah satu kegiatannya remaja usia dibawah 25 tahun. Bagaimana dia mempunyai kegiatan ekonomi berbasis lingkungan setempat seperti pertanian maupun peternakan. Kita sudah kaji ternyata untuk wilayah setempat kopi mempunyai peluang yang luar biasa. Ini menjadi pilihan kami sebagai bentuk kegiatan untuk usaha produktif,” kata Muhammad Asyiq,S.Ag selaku UPT BKBPP Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung.

Apa yang dikatakan pak Asyig mendapat jodoh, karena penulis selaku owner kopi mukidi mempunyai program sosial untuk Kelompok baik kelompok tani dan remaja, sekolah dan pesantren. e e e sambil guyonan ma’af pak Asyig tahu saya dari man? Dia menjawab dari Sarwadi Muncar.

Penulis juga perlu jelaskan bahwa Sarwadi adalah petani dari Muncar yang sudah mulai proses produksi kopi, mulai dari paska panen sampai jadi bubuk, dan memasarkannya. Diskusi berlanjut menentukan waktu saya berkenan membagikan pengalaman bagi remaja, dan disepakati hari minggu tanggal 20 November 2016.

Tepatnya jam 14.00 wib, kemarin 20 November 2016 kegiatan diskusi itu benar dilakukan. Saya sempat terkejut ternyata pesertanya remaja semua, dari tingkat pendidikan ada yang masih kuliah.

Saya sampaikan  aktivitas saya tentang konsep petani mandiri, dan kopi Temanggung. Saya mencoba menghitungkan dengan kopi ketika dijual Gelondong, berasan sampai jadi minuman siap seduh. Peserta semua terkejut dengan nilai tambah yang luar biasa.

Angka itu adalah proses membangun mimpi, lalu bagaimana itu mendapatkan nilai itu tak lain kita harus berani mulai. Dalam diskusi juga banyak pertanyaan mulai bagaimana penulis hadapi tantangan dan strategi pasar. Penulis mencoba menjelaskan semuanya, usai diskusi dilanjutkan praktek sangrai kopi dan menyajikan kopi yang dipandu oleh Sarwadi dari Muncar Gemawang.

Sarwadi menjelaskan teknik sangrai kopi dengan alat buatan dari Temanggung. Mulai dari kapasitas alat sampai tingkat kematangan kopi. Ternyata Sarwadi juga sudah mahir dan hasil sangrainya luar biasa.

Rentetan acara usai setelah icip kopi dan berakhir dengan acara sesi poto bareng tiap kelompok. Selamat menikmati kopi Temanggung dan mengembangkan jadi wirausaha muda sebagai kegiatan mengurangi pernikahan dini. Syukur sebelum menikah sudah punya usaha semua , semangat dan kegiatan akan dilanjut untuk kunjungan ke kelompok tiap desa, nunggu kesepakatan jadwal, antara penulis, UPT BKBPP dan Kelompok Remaja.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: