Oleh: mukidi | Juni 21, 2016

Membangun Jejaring dan Pasar Online

jempretan deden

Tepatnya minggu, 19 Juni 2016, jam 15.30 wib,rumah kopi mukidi menjadi tempat untuk bertemu dan berdiskusi tentang sebuah kemandirian pertanian. Menurut penulis yang sekaligus juga pengagas konsep petani mandiri, “bahwa petani itu bisa meningkat kesejahteraannya dengan lahan sempit, ketika menerapkan 4 tahap, “jelasnya.

“olah lahan sesuai kaedah konservasi, aneka komoditas di lahan mulai dari komoditas harian, bulanan dan tahunan, membuat sebuah produk dari komoditas tersebut dan memasarkannya,”paparnya.

Penulis temukan bahwa petani baru pada tahap 1 dan 2 yaitu olah lahan dan komoditas. Langkah selanjutnya petani harus bergabung untuk membuat kekuatan yang mandiri, dan baru dibentuk belum lama oleh penulis selaku inisiator dengan nama himpunan tani.

Penulis mencoba menjelaskan tentang tahapan itu dihadapan peserta yang hadir dalam diskusi. Adapun peserta dari Desa Wonotirto ada perangkat desa dan pengurus kelompok tani, begitu juga dari Desa Gandurejo. Hadir juga ada salah satu perangkat desa dari Desa Tegallurung Kecamatan Bulu.

Diskusi santai itu sambil melihat film dokumenter tentang, penulis dan kopi serta mimpinya untuk mewujudkan wisata kopi dan budaya. Paparan mulai dari bagaimana nanti bisa melibatkan semua pihak, mulai dari rumah penduduk setempat jadi homestay. Bahkan mencoba menjelaskan tentang organisasi dan kaderisasi, intinya semua itu terletak bagaimana memasarkan, dan promosi.

Materi kedua diisi oleh dobelden yang mencoba menjelaskan tentang pasar online. “Pasar online itu bisa pakai facebook atau media lainnya, bahkan bisa pakai pelapak online yang sudah disediakan oleh pihak lain,”jelasnya.

“terkait dengan produk bisa dari olahan hasil pertanian, seperti yang dilakukan oleh @kopimukidi yang dipunyai mukidi itu menjual olahan hasil perkebunan,”tambahnya.

Hadir juga tamu dari Jogja sekaligus penulis meminta untuk mengisi diskusi Irman Ariadi bersama temannya. Kang irman begitu panggilannya mencoba menjelaskan dan bikin ketawa “bahwa sekarang ini orang lebih percaya dengan mesin ketimbang manusia, contohnya mereka lebih percaya dengan map buatan manusia,”paparnya.

Diskusi menjelang buka puasa itu semakin asyik ketika terjadi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan dari peserta. Mulai dari membuat kemasan yang baik,bikin blog, dan lainnya. Nampaknya masyarakat desa dan perlu diajak untuk mengembangkan potensi yang ada diwilayah setempat. Tak lain salam petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi itulah jargon petani mandiri.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: