Oleh: mukidi | Desember 9, 2015

Berjumpa, Berpisah Pasti akan Kembali UNS Goes to Village Kwadungan Wonotirto

uns 1Bagi warga Kwadungan Desa Wonotirto Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung, 27 November 2015 merupakan sejarah tersendiri. Hari itu warga kedatangan tamu dari 17 Negara, mereka semua mahasiswa yang baru belajar di UNS. Dengan Programnya UNS goes to village, UNS mengajak mahasiswa untuk mengenal budaya desa, sekaligus mahasiswa dari luar untuk belajar bahasa Indonesia.

Mereka datang tidak lama, hanya 3 hari tapi kegiatannya luar biasa padatnya. Datang usai jum’atan agak terlambat dari rencana karena ada kemacetan lalulintas begitu info yang diterima. Namun tidak menjadikan persoalan yang mendasar keterlambatan kedatangannya. Mereka datang langsung menuju tempat sekretariat, penyambutan selamat datang oleh perangkat desa.

uns2Pembagian tanda pengenal untuk panitia lokal dan tamu, dengan iket motif Parang Gondosuli. Pembagian pemodokan untuk tidur dirumah warga juga merata karena setiap RT ada. Mereka tidur dirumah warga dengan kondisi seadanya. Panitia lokal yang terdiri dari pemuda dusun ada yang bertugas memandu dan memastikan ketepatan waktu untuk berkegiatan.

Menuju ke rumah pemodokan diantar oleh pemandu dari panitia lokal, mereka bersapa. Bagi yang bisa berbahasa inggris mereka coba prakteknya, bagi yang belum bisa tetap menggunakan bahasa indonesia, bahkan ada yang menggunakan bahasa jawa.

Tentunya sapa dan canda akan mereka dapatkan, karena ada yang kadang tidak paham,tapi itu tidak mengurangi keakraban dalam silaturahmi. Mengenali lokasi pemodokan tidak begitu lama, karena mereka harus bertemu dan mengajar kepada anak-anak taman pendidikan Al Qur’an. Sesi pembelajaran di TPQ Al-barokah Kwadungan Wonotirto juga macam macam mulai mengenalkan asal Negaranya, dan lainnya.

Hari pertama kegiatan juga hadir dari pejabat Pemerintah Kabupaten Temanggung, Babinsa Bulu, Polsek Bulu, Camat Bulu, bahkan Kesbanglinmas serta dari Polres Temanggung ada yang datang ikut memantau jalannya kegiatan. Mereka berdiskusi banyak tentang program dari UNS dengan pimpinan program UNS goes to village.

uns5Usai dari TPQ mereka kepemodokan untuk istirahat karena malam harinya harus berkegiatan kembali bertemu dengan warga Kwadungan Wonotirto. Pertemuan sarasehan malam itu ditempat bapak siswadi, mulai dari sambutan kepala desa hingga potensi desa mereka paparkan. tak lupa dari pihak UNS juga menjelaskan maksud dan tujuan datang ke desa. Ramah tamah ini berjalan dengan sedau garau apalagi pas pada perkenalan masing-masing mahasiswa. Hampir 2 jam pertemuan berlangsung mereka menuju ke pemodokan istirahat, karena esuk harinya harus berkegiatan lagi.

Hari ke-2 pagi tepatnya jam 07.00 mereka menuju lokasi kebun kopi, untuk belajar tentang budidaya,proses sampai pada penyajian. Perjalannya menuju lokasi kebun juga menjadi pengalaman tersendiri, mereka bercerita tentang pemodokan dan dingin udara pengunungan. Di kebun penulis mencoba menjelaskan tentang konsep kemandirian petani, budidaya kopi hingga penyajian. Diskusi seputar penyajian kopi menarik, mulai penggunaan alat hingga cita rasa kopi. Usai diskusi dilakukan pembagian souvenir kopi bubuk karya penulis.

Berlanjut acara berikutnya berjalan kaki menuju SMP N 3 Bulu, wooo perjalanan ini seru sekali. Sampai di SMP mereka disambut dengan ramah oleh pihak sekolah mulai dari kepala sekolah dan staf lainnya. Terlihat dari aura wajahnya para guru begitu antusias menyambut tamu-tamunya.

Ruang pemyambutan tersedia kacang dan jagung rebus, sebagai teman untuk cemilan sebelum acara dimulai. Selamat datang ke SMP N 3 Bulu dilakukan oleh bagian kesiswaan, mewakili pihak sekolah. Mereka masuk kelas didampingi guru kelas masing-masing, semua mahasiswa mengajar sesuai gaya masing masing. Diruang kelas mengenalkan negara mereka, bahkan yang diluar kelas mengajar menarik dan game. Pemandangan menarik dan pengalaman tersendiri bagi siswa dan guru SMP N 3 Bulu.

Usai berkegiatan di SMP pulang menuju ke sekretariat untuk makan bersama dan istirahat. Istirahat berlangsung selama 1,5 jam kembali berkegiatan mengenal tembakau. Bapak Sukadi petani dari kwadungan Wonotirto menjelaskan tentang budidaya tembakau, mulai dari penyemaian hingga sampai jadi lintingan. Nampak semangat mempelajari tentang pertanian ini terlihat dari wajah-wajah mahasiswa, begitu tekun mendengarkan hingga ada yang mencoba untuk nganjang tembakau.

Hampir 2 jam paparan tentang tembakau dan diskusinya, dilanjut kembali kepomodokan untuk istirahat karena malam harinya masih ada kegiatan. acara malam hari mereka nonton latihan kethoprak, dari aura wajahnya terlihat mereka sangat respon dengan kesenian tradisional ini. usai jejeran kethoprak ada beberapa mahasiswa yang ikut memainkan alat musik gamelan dengan lagu dolanan gundul pacul dan cubek cubek suweng. Ini jadi tontonan menarik juga bagi warga desa dan akhirnya juga sama-sama gumun ha ha ha ha.

sebelas malam mereka balik kemondokan karena esuknya harus melanjutkan ke kampus UNS. Pagi hari banyak yang tidak boleh pulang oleh tuan rumah pemodokan masih ingin lama berjumpa. Banyak yang berjanji ingin kembali lagi. selamat berpisah hanya dilahir saja dihati tetap satu, pasti kau akan kembali lagi, ada sebuah cerita menarik di kwadungan Wonotirto.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: