Oleh: mukidi | November 17, 2015

UNS Goes to Village Wonotirto

Belum lama saya dikontak sama mas Roiz Irsyad kurang lebih begini, “Pak mukidi dulu pernah bilang bahwa desa Bapak bisa dijadikan proses untuk saling belajar dengan mahasiswa. Kebetulan ini saya ada teman dari UNS dengan mahasiswa asingnya untuk berkegiatan di desa,”bagaimana pak apakah berkenan? begitu kontak mas Roiz Irsyad melalui HP.

Saya jawab begini mas Roiz mbok kita ketemu barang saja, dengan teman dari UNS biar lebih jelas dan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di desa. Oke pak mukidi kita sampai keteman UNS. Akhirnya pada hari yang telah disepakati datang mas Roiz dan teman teman dari UNS.

Mas Roiz membuka pembicaraan dan dilanjut oleh teman UNS. Mereka menjelaskan tentang program UNS Goes to Village. Program ini merupakan kegiatan rutin tahunan, bagi mahasiswa dari luar negeri yang belajar di UNS. Mereka harus belajar bahasa indonesia, dan sekaligus bertemu dengan masyarakat desa biar mereka kenal potensi desa dan belajar dengan masyarakat desa.

Pada penjelas terakhir tapi ini nanti dilibatkan panitia lokal terutama pemuda. Begitu ada persyaratan keterlibatan dengan pemuda saya langsung ingin tempat kelahiran saya Kwadungan Wonotirto. Mereka sepakat untuk menuju Kwadungan Wonotirto, tujuan ke rumah saya menemui kakak saya dan selanjutnya dengan ketua pemuda dan Kepala Dusun Kwadungan Wonotirto.

Dari hasil diskusi terjadi kesepakatan dan Wonotirto jadi pilihan, “dan saya bersama tim akan datang lagi hari selasa untuk mematangkan kegiatan ini,”jelas salah satu tim dari UNS.

Tepatnya selasa 17 November 2015, tim UNS datang dan ketemu di #umahkopimukidi. Di umahkopimukidi sudah banyak tapi ada yang dari Pringsurat dan Candiroto sehingga diskusi jadi lebih seru dan lama. Setelah tamu dari Candiroto pulang,dan Pringsurat pulang,saya bersama tim UNS langsung menuju Kwadungan Wonotirto.

Ketemu dengan Tuyadi, Sukir dan Romidi, menyusun kegiatan yang akan dilakukan beserta biaya yang timbul.Kegiatan yang disusun mulai dari ketika mahasiswa datang hingga pada akhirnya. Kegiatan yang akan dilakukan mulai dari pertanian Budidaya tembakau, karena ini sudah diluar musim nanti diperlihatkan ladang tembakau dan penjelasan proses menjadi tembakau yang sudah kering dan siap linting.

Pembuatan bedeng cabai dan penanaman juga menjadi pilihan kegiatan. Kegiatan selanjutnya mengenali kopi dan seduh kopi di kebun. Kunjungan ke SMP dan tempat pengajian anak-anak menjadi target bagi, karena mahasiswa dari luar negeri itu untuk mengenalkan negaranya masing masing di anak SMP maupun TPQ. Sambil cerita banyak tentang potensi desa saya bilang wah dari wonotirto bisa sembilan gunung ketika baru langit cerah, dan tentunya sunrisenya tak kalah baik. Saya yakin kegiatan pasti seru bisa pas tanggal mainnya tunggu cerita selanjutnya tentang UNS Goes to village.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: