Oleh: mukidi | Oktober 21, 2015

Secangkir Kopi Sampai Banyuwangi

SDC100801Perjalanan itu memang melelahkan begitu banyak orang bilang, namun kali ini perjalanan penuh cerita dan canda ini membuahkan hasil yang mengembirakan. Berangkat dari cerita tentang kopi sampai pada kontes kopi spesialti. Bertemu dengan petani muda dan tua bagi saya hal yang sama, karena saya harus memadukan dua pemikiran yang beda, harus ditemukan yaitu meningkat kesejahteraannya.

Aku satukan pemikiran itu ketika saling ketemu, aku bicara banyak hal, mulai dari budidaya, pasca panen sampai penjualan hingga menuju kesejahteraan. Memahamkan konsep hingga dilakukan sampai membuktikan nilai ekonomi itu perlu proses panjang.

SDC10109 (816 x 612)1Dari kopi yang banyak cerita ini dimulai hingga menuju Banyuwangi. Kopi Temanggung begitu aku cerita banyak kepada sedulur tani, tentang budidaya tentunya petani sudah ahlinya. Proses pemetikan sudah banyak yang melakukan petik merah ketika ingin menghasilkan kopi dengan kwalitas yang baik.

Dari ketemu diskusi tentang kopi sehingga mengikuti sebuah kontes kopi spesialti ke 7 itu ceritanya panjang. Arabika maupun kopi robusta semua dilakukan penuh kesabaran, ada yang harus didorong agar mau mengikuti kontes itu hingga tahu score kopi yang diikutkan dalam kontes.

Beberapa petani yang kirim kopi untuk kontes ke-7 kopi spesialti yang diadakan oleh AEKI dari Temanggung Jawa Tengah sepengetahuan penulis diantaranya penulis sendiri, infanteri, Bagus, Irwan, Sukarjan, Supriyono dan Besari. Lokasi kecamatan yang berbeda tapi dengan niatan sama untuk mengenalkan dan memajukan perkopian Temanggung.

Dari beberapa yang kirim ternyata mendapat informasi seleksi awal masuk semifinal Robusta Temanggung, 4 orang masuk didalamnya. Kita berfikir untuk harus berangkat menuju lokasi final yaitu di Banyuwangi Jawa Timur. Kami bertemu hingga diskusi untuk menuju kesana mulai dari akomodasi kita fikir bersama akhirnya penulis, Besari, Sukarja dan beberapa petani dari Muncar ikut ke Banyuwangi.

Perjalanan lama itu ditempuh hingga sampai Banyuwangi, dengan harapan 4 orang itu harus ada yang masuk juara begitu tekadnya. Rupanya apa yang diharapkan dikabulkan oleh Allah SWT ternyata Sukarja Petani dari Muncar Gemawang Temanggung mendapat juara 2.

Bertemu para juri internasional, nasional hingga komunitas kopi dan lainnya. Pak Iwan dan mas Wahyu Ids, yang hanya saya kenal lewat dunia maya ternyata bisa duduk bareng cerita kopi dan capung, sungguh menambah pengalaman tersendiri bagi penulis.

Usai pengumuman kami rombongan berkunjung ke umah kopi tikungan Banjarsari Banyuwangi. Banyak orang cerita kalau Banyuwangi itu kopinya di umah tikungan, ada lagi sudah di Banyuwangi kok belum di umah tikungan pasti rugi. Kami dan teman komunitas ngumpul di umah kopi tikungan dari Bandung, Surabaya. Kami melihat proses roasting manual dirumah yang seting designnya Banyuwangi banget.

Penulis mencerita banyak tentang konsep petani mandiri dengan komunitas yang kumpul di umah tikungan, sehingga terjadi banyak diskusi. Berbagi cerita itulah sebuah bukti “secangkir kopi banyak saudara,ada cerita dan penuh cinta” kami menutup diskusi itu dan diikuti tawa bersama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: