Oleh: mukidi | Juni 24, 2014

Kwadungan, Kelingan dan Petani itu harus Kaya

Senin sore tepatnya kemarin tanggal 23 Juni 2014, pertemuan Gapoktan di Dusun Kwadungan Wonotirto Bulu. Kebetulan sekali ikut datang dan diskusi banyak hal tentang pertanian, dalam diskusi tersebut ada salah satu anggota Gapoktan bila bahwa petani itu miskin.

rmh landak kelingan (31) (816 x 612)1Beberapa menit ternyata saya diberi waktu untuk ikut bicara. Saya mencoba memaparkan konsep petani dan wirausaha pertanian. Konsep tersebut saya kemas dengan petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi. Semua yang hadir disini tentunya mempunyai lahan, apakah lahan itu menjadi aset yang harus menghasilkan lebih. Atau hanya didiamkan saja sehingga akan terbukti dengan anggapan bahwa petani itu miskin.

Coba kita bayangkan bahwa petani mempunyai aset tanah, ada apa didalam tanah, kalau itu dikembangkan saya yakin petani itu kaya. Coba miskin itu kita tepis, dengan semangat yang ada didiri kita, bahwa petani itu kaya. Kenapa karena ketika kita ingin kaya maka sudah pasti kita akan menggunakan aset dan berfikir dengan benar terhadap aset tersebut.

Dari beberapa petani yang hadir setelah usai pertemuan ternyata ada 3 petani yang umurnya lebih tua dari saya. Dia tertarik dengan konsep kemandirian petani dengan komoditas yang bisa menghasilkan harian, bulanan dan tahunan. Namun diskusi belum selesai saya diajak pulang anak saya ha ha ha ha. Saya bilang lain waktu diskusi kembali ya

rmh landak kelingan (1) (816 x 612)1Pagi tadi selasa 24 Juni 2014 tepatnya jam 07.40 wib saya sudah datang di Rumah Landak, Kelingan Caruban Kandangan. Rumah landak merupakan kebun kopi dan disitu ada tempat untuk menginap dengan bentuk rumah seperti binatang landak sehingga disebut rumah landak.

Pelatihan petik kopi yang dimulai sekitar jam 08.15 wib diikuti beberapa petani yang ada dikelingan. Dari masukan petani yang hadir, cara petik masih semrawut artinya petiknya masih hijau dicampur merah. Alasan kebanyakan petani sederhana banyak dicuri orang kalau harus merah.

Namun aku menjelaskan ingin punya kopi bagus, intinya harus petik merah. Setelah diskusi beberapa menit, trus praktek petik kopi dengan pilih buah merah. Dalam petik pun banyak pertanyaan, mulai kenapa banyak semut, saya mencoba menjelaskan bahwa semut itu dipanggil kutu yang menghasilkan cairan yang disukai semut. Ini bisa berdampak ketika kutu itu menghisap cairan kulit buah bisa masuk ke buah hingga mengakibatkan biji berlubang dan kwalitasnya jadi jelek.

Usai petik mencoba untuk dikupas manual dan difermentasi basah. Setelah itu sambil diskusi selanjutnya minum kopi tubruk dan kopi late. Kopi late dihidangan sepesial kepada tamu yang dari bandung. Petani itu harus kaya dan salam petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi.

Iklan

Responses

  1. mau kaya gimana ? kita jual murah pas kita beli mahal pak, kita banyak diuriki


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: