Oleh: mukidi | Juni 1, 2014

Ngobrol dan Kemandirian Petani

DSCF2208 (1072 x 804)1Petani begitu nama itu gagah dan disanjung, bahkan petani bisa dikatakan sebagai pahlawan kemanusiaan menurut saya sendiri ha ha ha. Tentunya yang saya katakan bisa dinalar lhooo, mereka cangkul,mereka tanam untuk semua manusia bahwa makhluk hidup lainnya juga makan hasil dari petani.Benarkan petani sebagai pahlawan ha ha ha, dia perang membuat tanaman agar tidak kena hama, biar subur, agar bisa menyelamat kehidupan dirinya dan orang lain .

kang jarwo (1) (816 x 612)1Namun pada kenyataannya, generasi muda jarang sekali mau menekuni tetanen. Tentunya saya juga tidak menyalahkan dan itu realita dilapangan,alasanya sederhana katanya lahannya sempit, tidak bisa dapat duit cepat dan kumuh serta miskin. Saya menghargai anggapan itu,dan itu pun sering muncul ketika aku diskusi dengan sedulur tani mulai dari petani tanaman semusim, tahunan di wilayah Kabupaten ku Tercinta Temanggung, bahhkan di luar Temanggung.

Aku memulai mencoba mengubah anggapan itu, dan membuat mereka yakin bahwa anggapan itu kurang benar menurut aku ha haha. Tentunya aku harus memberikan alasan – alasan yang bisa diterima dengan nalar yang sehat, bukan berarti aku memaksakan kehendak lhooo tapi ini argumen yang harus dipertahankan, e e e ma’af lagaknya sok diplomatis ha ha ha.

tamu bali  (2) (816 x 612)1Petani itu kuat, petani itu jaya, dan petani itu harus kaya, serta petani itu harus aman ha ha ha. Ada yang bilang sok idealis, tapi memang harus begitu,coba bayangkan kalau petani itu lemah, dia tidak akan bisa bawa cangkul, dia tidak bisa traktor, dia tidak bisa mikir, apalagi mau pasarkan hasil pertanian, dia tidak pemberani apa jadinya nanti.

Di Rumah Kopi Mukidi, selalu aku mencoba menjelaskan kepada tamu yang datang tentang konsep petani mandiri, menata lingkungan dan ekonomi. Kenapa ini saya paparkan kepada orang lain yang tidak paham dengan tetanen. Alasan aku sederhana, biar mereka tahu tentang pertanian mulai dari olah lahan sampai jadi produk. Syukur-Syukur mereka mau beli produknya ha ha ha, ini yang namanya butuh keberani seorang petani untuk menyampaikan produknya kepihak lain.

Konsep yang aku tawarkan sederhana kok, karena kepemilikan petani lahan sekarang sempit, kalau ingin hasilnya meningkat petani harus paham mulai dari olah lahan sesuai kaedah konservasi. Petani harus memadukan aneka komoditas pertanian dilahannya, syukur dilahan itu ada tanaman menghasilkan harian, bulanan dan tahunan. membuat produk olahan pertanian, dan terakhir harus mampu menjualnya.

Kemampuan menjual itu butuh keahlian tersendiri, keberanian, mulai dari keberanian bicara,jangan anggap bicara itu gampang apalagi bicara dihadapan orang banyak. Saya mulai dari kelompok tani yang sering diskusi dengan saya kadang aku datang ke kelompok, bahkan aku undang orang bukan petani ke Rumah Tani Mandiri atau Rumah Kopi Mukidi sekedar berbagi informasi tentang kemandirian Petani.

Bagi saya merubah itu harus dimulai dari diri sendiri, menata lahan, menata komoditas pertanian, mengolah jadi produk pertanian dan keberani menjual. Ini harus saya lakukan agar teman-teman tani yakin, ini yang namanya pola contoh, tidak sekedar wacana saja. Saya yakin pola contoh ini ketika memberikan nilai secara ekonomi pasti petani akan banyak yang melakukan.

Bagi teman yang ingin diskusi kemandirian petani silakan datang di Ruman Tani Mandiri atau Rumah Kopi Mukidi. o yaaa alamat saya di Dusun Jambon Desa Gandurejo Bulu, jalannya bisa lewat Wanutengah parakan, atau Sebelah pom bensin Parakan Kulon yang jalur ke Wonosobo. Pokoknya kalau sudah sampai situ tanya saja Dusun Jambon pasti banyak yang tahu kok, di tunggu teman kedatangannya ha ha ha salam petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: