Oleh: mukidi | Januari 17, 2014

Membangun Desa Dengan Ternak Domba

Yuwono ternak domba (9) (816 x 612)1Belum lama tepatnya hari rabu 15 Januari 2014, penulis dan salah satu anggota kelompok tani mekar tani jaya Gandurejo berkunjung ke tempat Yuwono di Kedungumpul Kandangan. Yuwono sekarang menekuni ternak domba, belum lama dia mengundurkan diri dari penyuluh Dinas Pertanian Kaloran Temanggung. Yuwono merupakan alumni dari OISCA Karanganyar, Dia tidak banyak cerita alasan pengunduran dirinya yang jelas sikap kemandirian untuk membangun desa dengan ternak menarik penulis untuk melihat langsung ke lokasi.

Penulis sudah banyak berjumpa dengan Yuwono dan diskusi sebelum dia menekuni ternak domba. Hal yang menarik darinya adalah keberanian untuk berubah, dan mulai dari yang kecil membuat inspirasi bagi penulis. “memang ketika mulai sangat berat, apalagi saya harus membuat kandang ini yang anggarannya terlihat besar,” jelas Yuwono.

Yuwono ternak domba (6) (816 x 612)1“yang penting ada kandang dulu, pasti akan bisa mengisi dombanya nanti. ini saya juga lakukan seperti itu. Begitu kandang jadi saya baru bisa mengisi 2 domba, namun sekarang sudah ada 19 ekor dalam waktu belum satu tahun,”tambahnya.

Rumput tidak jadi persoalan baginya,ketika orang lain sibuk mencari rumput, Yuwono tidak susah payah mencari rumput. Dia membuat pakan fermentasi, semua pakan dan mol untuk fermentasi dia bikin sendiri. Kandang juga sudah standar yang diharapkan oleh para ahli peternakan.

Yuwono tidak hanya mendapatkan manfa’at dari jualan domba saja, namun dari hasil kotoran domba juga luar biasa. Kotoran domba berupa mendil per karung dia jual Rp 15.000 dan air kencing dia jual per liter Rp 500 s.d Rp 1.000. Kalau tidak laku Yuwono yang juga petani tidak kehilangan akal, semua kotoran dibawa ke sawah untuk menyuburkan sawahnya.

Desa banyak membutuhkan orang-orang seperti Yuwono untuk membangun desa dengan pertanian. semangat memajukan desa tentunya dengan gaya masing-masing, pola membangun pertanian organik inilah yang menonjol pada dirinya. salam petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: