Oleh: mukidi | Desember 14, 2013

Pelatihan Meningkatkan Mutu Kopi

alt (24) (816 x 612)1Kamis, tepatnya tanggal 12 Desember 2013 pelatihan peningkatan mutu kopi yang diadakan oleh Deperindag Temanggung dengan narasumber dari Puslitbang Kopi dan Kakoa dari Jember. Pelatihan diadakan di aula rumah makan Sigandul Tlahap Kledung Temanggung.

Pelatihan yang direncanakan 2 hari kamis dan jum’at meliputi materi teori dan praktek. Pelatihan ini diperuntukan khususnya bagi penerimaan bantuan berupa satu set mesin pengolahan kopi untuk KUB dari Desa Tlahap Kledung dan Prangkoan Bejen Temanggung. Namun beberapa perajin kopi yang tidak mendapatkan bantuan juga mendapatkan undangan ikut pelatihan seperti Kopi Jowo, kopi begawan, kopi 292, CV.Sindoro Sumbing,dan Kopi Manunggal.

Pelatihan dari mulai pasca panen kopi,bagaimana memilah kopi, dan menyimpannya. Pelatihan pada hari pertama ada praktek untuk memilih kopi sesuai standar SNI dengan sempel 300gram kopi. Bagi peserta masih beda persepsi antara kopi coklat, hitam, pecah dan berlubang. Namun semua itu tidak menjadi persoalan, karena lagi pertama kali para peserta mencoba berlatih dengan standar SNI. Untuk penulis sendiri sortasi yang dilakukan hampir tiap hari namun hanya memisahkan yang pecah, hitam dan berlubang, besar dan kecilnya biji kopi. Tentunya ini menambah wawasan baru bagi penulis yang selama ini lagi mengeluti usaha bubuk kopi dengan merk kopi jowo.

Hari kedua yaitu jum’at 13 Desember 2013, pelatihan cupping dan menggunakan alat tepatnya di 2 lokasi yaitu di Prangkoaan Bejen, dan Tlahap Kledung Temanggung. Sebelum mulai praktek menggunakan alat yaitu ada uji cita rasa kopi. Kopi dari peserta ini bertujuan agar peserta mengenali aroma,body dan rasa dan lainnya tentang kopi. Tentunya para pemilik kopi juga harus mengenali kopi sendiri, namun banyak yang tidak bisa mengenali kopinya sendiri ketika sudah berada didalam gelas dengan diambil acak. Hanya dua peserta yang mampu mengenali kopi hasil karyanya yaitu pemilik rumah makan sigandul dan Penulis sendiri pemilik kopi jowo.

Bagi penulis juga merupakan penghargaan yang luar biasa karena kopi jowo mendapatkan nilai kesukaan yang paling tinggi dihadapan peserta. Hal ini membuat penulis harus semakin meningkatkan kwalitas,setelah mendapatkan ilmu dari pelatihan ini walaupun peralatan yang dimiliki penulis sangat jauh dari yang diharapan.

Praktek alat di Desa Tlahap penulis tidak bisa mengikuti karena ada acara sendiri berdiskusi dengan petani-petani hutan di Selosabrang Bejen. Tak lain penulis mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya bagi Deperindag Temanggung yang telah memfasilitasi dan mengundang penulis untuk ikut pelatihan sehingga banyak ilmu yang bertambah.

Iklan

Responses

  1. assalamualaikum pak salam kenal : tinggal dimana pak, temanggung ? apa bisa silaturohim ke rumah

  2. Alhamdulillah… semoga pelatihan peningkatan mutu kopi yang baru pertama kalinya dengan tenaga ahli dari puslitkoka Jember membawa manfaat pagi peserta pelatihan khususnya dan masyarakat Temanggung pada umumnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: