Oleh: mukidi | Oktober 13, 2013

Ngantuk Dan Cerita Kopi

Beberapa hari yang lalu saya banyak bermain ke rumah teman, diskusi tentang konsep petani mandiri. Penulis yang profesinya sebagai petani dan mempunyai motto “Petani Mandiri Menata Lingkungan dan Ekonomi” memang banyak kritik yang bagi saya ini membangun.

Kerusakan olah tanah ini yang melatar belakangi penulis terjun langsung untuk membuktikan olah tanah sesuai kaedah konservasi. Memberi contoh dan langsung bertindak nyata bagi penulis lebih yakin dan ketika ada hasil pasti akan banyak petani yang mengikuti. Lahan sempit memang menjadi persoalan, namun bagaimana dengan lahan sempit secara ekonomi dan lingkungan bisa mendukung semuanya.

Sebagai pemuda tani, penulis mencoba memadukan tanaman tahunan dengan musiman, kopi menjadi pilihan penulis. Sebelumnya albasia juga pernah ditanamnya, namun dataran tinggi jadi persoalan ketika albasia. Namun mimpi penulis mengolah hasil pertanian dan menjualnya menjadi hal menarik untuk digeluti, dan berkeyakinan pasti lebih bisa meningkatkan pendapatan.

C360_2013-08-18-08-56-23-678Penulis ketika berkunjung ke rumah teman bahwa kopi yang sudah diroasting, serta mencoba menyajikan dengan tubruk. Semua terkejut, melihat hasil sajian penulis, ada yang bilang terlalu lama, ada yang bilang wah seperti di caffe. Melihat hal itu jelas, bahwa Temanggung kopinya juga luar biasa. Menyajikan kopi yang benar ini kunci orang akan menilai, makanya jangan salah saji.

Belum lama penulis kedatangan tamu dari Candiroto yang bikin bubuk KOPI SURAT jenisnya robusta. Kalau penulis sendiri kopinya jenis ARABIKA, namun berbagi pengalaman menarik tentang kopi. Begitu melihat sajian penulis Suratman yang memproduksi KOPI SURAT langsung cerita dulu “simbok saya kalau bikin kopi seperti itu, bahkan kalau belum ngopi ngantuk dan pusing” paparnya.

saya juga menambahkan iya pak kemarin tamu dari Gayo Aceh juga bilang begini, “kalau kopi disuruh memilih maka, dia akan pilih siapa petaninya, pemrosesnya, roasternya, baristanya, penyeduhnya”, tambah saya. Artinya bicara kopi tidak ada yang jelek dan kuncinya pada roasting dan penyajian. selamat minum kopi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: