Oleh: mukidi | September 28, 2013

Bertani di Purna Tugasnya

Foto0329Suratman, orang memanggilannya Pak Ratman. Ayah 2 anak ini selalu semangat dalam bertani kopi. Suatu ketika dia mengeluhkan tentang harga kopi kepada penulis. “kopi saya sudah tak petik merah, disuruh oleh seseorang saya laksanakan semua, namun begitu dibawa ke dia, malah tidak diterima, kok aneh ya mas,” begitu keluhnya.

Penulis mencoba menjelaskan tentang kopi, mulai dari sisi budidaya, proses, roasting dan penyajiannya. Ketertarikan Pak Ratman dan mungkin ingin membuktikan bahwa kopinya tidak kalah dengan kopi dari luar Temanggung. Saya mencoba jelaskan dari proses roasting atau goreng kopi, dengan warna dan tingkat kematangan berbeda akan menghasilkan aroma dan rasa yang berbeda.

“Namun kebanyakan masyarakat pedesaan, masih suka yang hitam bahkan kalau tidak hitam dianggap mentah,” jelas Ratman. Setelah diskusi banyak tentang kopi penulis mengajak Ratman melihat pembuatan bubuk kopi yang dikelola Perhutani di wilayah Jumo. Dalam perjalanan menuju ke Jumo, Ratman bercerita bahwa masa pensiun ingin menghabiskan waktu dengan bertani.

Kegiatan bertani itu menyenangkan, kebun saya sudah baik dibanding dengan lahan orang lain. Namun kenapa harga kopi tidak baik ya? apakah ada permainan? sungguh aneh padahal saya juga ikut dalam paguyuban itu kok tidak mau beli kopi saya? penulis selalu mencoba dan yakinkan bahwa orang dalam kelompok ataupun paguyuban banyak hal dan niatan, ada yang ingin maju, bahkan sekedar nunut alias cari keuntungan pribadi.

Penulis selalu memberi motivasi kepada Pak Ratman, jaga hubungan, perbanyak jaringan dan yakinlah ketika kebun kopi baik pasti akan baik harga kopinya. Tapi ingin harus mencari pembeli yang tahu kopi, tidak asal-asalan kopi baik dan tidak harganya sama. Harus berani memasarkan sendiri dan menghargai kopinya dengan baik. semangat terus Pak Ratman, pertanian pasti menghasilkan lebih, apalagi Pak Ratman tanahnya luas begitu akhir pembicaraan dengan penulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: