Oleh: mukidi | Agustus 27, 2013

Membiasakan Berbudaya Lingkungan

gedung smp 3 kecilKurang lebih 6 tahun yang lalu, petengahan 2007, penulis mulai mengenalkan pendidikan lingkungan untuk SMP N 3 Bulu. Waktu itu kepala sekolah yang Pak Rozikin, Spd, dulu guru penulis waktu di SMP. Sekolah yang beralamat di tempat kelahiran penulis ini,sering aku sebut kampus biru.

Sederhana sekali alasan penulis menyebut kampus biru, karena semua genting berwarna biru ha ha ha. Berawal dari kegiatan membuat pembibitan dengan anak pramuka, mengenalkan kerusakan pengolahan tanah dampak dari penggunaan kimia, hingga ketika ada hujan terjadinya erosi permukaan tanah.

Pembibitan waktu itu terkendala dengan air, sehingga penulis mencoba mencari alternatif untuk penampung air, dan alhamdulillah mendapatkan jalan. Penampung air difasilitasi dari Singgih S Kartono yang mempunyai perusahaan radio kayu dengan Magnonya. Awalnya sekolah itu tanpa dikeliling pohon keras tampa gersang, dari diskusi dari beberapa guru di sana Pak Yunadi, Pak Andung yang selalu menemani penulis untuk berkegiatan dengan anak-anak akhirnya membuat hasil yang luar biasa. Dengan Bukti fisik adanya tanaman keras tumbuh baik mengeliling sekolah.

kecil smpPendidikan kebencanaan juga pernah dilakukan di SMP 3 Bulu, dengan mengajak  Jarisusi, selaku perkumpulan yang bergerak dalam mitigasi bencana. Kegiatan waktu itu juga diikuti oleh pengurus osis, tanggap bencana dan penyelamatan ketika terjadi bencana juga merupakan materi yang disampaikan. Proses gunung meletus juga merupakan praktek yang diberikan waktu itu.identifikasi lingkungan sekitar 1

Hingga sampai sekarang kegiatan masih berjalan, penulis sekarang mengajak teman-teman CFP Oisca Temanggung untuk berkegiatan di SMP 3 Bulu. Beberapa kegiatan dengan Oisca CFP ini mulai dari pengolahan sampah hingga penanaman, juga dilakukan. Dalam waktu dekat dari hasil diskusi yang dilakukan pada 26 Agustus 2013 dengan beberapa guru CFP akan memfasilitasi tempat pembakaran sampah,serta dalam persami mendatang akan diadakan lomba mewarnai tempat sampah.

Pembibitan tanaman langka juga merupakan target, sebagai langka mengenalkan tanaman yang hampir punah di Temanggung. Tentunya tidak hanya itu penulis selalu mencoba mencari jejaring baik perseorangan atau lembaga untuk mengenalkan atau membuat kader-kader lingkungan di anak sekolah, salam lestari untuk semuanya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: