Oleh: mukidi | Agustus 5, 2013

PHBM dan Usaha Produktif

Potensi hutan di Nusantara, terutama di Jawa belum maksimal digali, mulai dari hutan bisa dijadikan wisata, hingga mengolah hasil di dalam kawasan hutan tentunya harus menggunakan aturan yang ada. Berbicara hutan di Jawa jelas tidak lepas dari Perhutani sebagai pengelola hutan, tentunya tak luput dari PHBM.

PHBM yang muncul kisaran tahun 2001 harusnya bisa memberikan dampak positif bagi semuanya. Mulai dari Perhutani, Masyarakat dan tentunya Pemerintah daerah. Peran semua pihak sangat dibutuhkan agar PHBM bisa berjalan sesuai harapan. Dalam konsep PHBM internal Perhutani harus merubah pola pikir artinya mau menerima masukan dan menata program agar hutan bisa menghasilkan kayu maupun tanaman lain yang tentunya tetap memperhatikan aturan.

kopi jumpritDalam PHBM masyarakat terlibat dalam membuat program bersama Perhutani, dengan wadah LMDH (lembaga masyarakat desa hutan). Pertanyaannya sekarang apakah LMDH sudah berjalan, ataukah berjalan ditempat?. Melihat kondisi dilapangan bahwa LMDH mempunyai aturan hukum yang kuat karena sudah beraktanoris didalamnya juga disebutkan petak pangkuan yang dikerjasamakan dengan Perhutani.

Tidak hanya itu LMDH juga bisa menjalankan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk menjaring investor. Namun seberapakah kemampuan kekuatan internal LMDH dalam berorganisasi?. Penulis yang domisili di Temanggung  Jawa tengah, banyak menemukan persoalan internal di LMDH terutama dalam menjalankan organisasi. Tidak berjalannya mesin organisasi membuat LMDH jadi mandul, bahkan yang sangat memprehatinkan hanya mengejar sharing namun belum bisa memanfa’at dengan benar. Ini yang harus dievaluasi bersama.

Evaluasi bersama ini tak lepas dengan Pemerintah daerah dengan adanya FKPHBM (forum Komunikasi Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat). Pertanyaannya dimanakah peran FK-PHBM, untuk tingkat Kabupaten? terlepas sudah terlibat atau belum ketika melihat SK PHBM yang dikeluarkan Gubernur Jateng No. 24 Tahun 2001 sangat jelas peran Pemda di setiap tingkat II.

Kalangan internal Perhutani menuntut harus muncul usaha produktif di LMDH, sementara mesin organisasi LMDH belum berjalan, dan FK-PHBM jarang bahkan mungkin belum turun ke lapangan. Mari berjalan bersama untuk kesejahteraan masyarakat. salam lestari, hutan lestari rakyat mukti mungkin harapan kita semua.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: