Oleh: mukidi | Mei 19, 2012

Jamur Antagonis

Tanaman ada yang sehat, layu hingga menjadi mati. Ini menjadi persoalan bagi petani, matinya tanaman jelas tidak akan menghasilkan, dampaknya si petani merugi. Waktu, tenaga dan fikiran yang dicurahkan untuk kegiatan bertani habis percuma ketika tanaman mati.

Bagi petani yang mau berfikir tentang masalah itu pasti akan mencari akar permasalahan kenapa tanaman layu, hingga menjadi mati. Petani kreatif selalu bertanya kepada para ahli penyakit tanaman, bahwa tanaman yang layu salah satu penyebabnya jamur yang mematikan tanaman.

Jamur yang mematikan ini harus dilawan dengan jamur antagonis yaitu jamur tricodarma. Kelompok tani maju mapan mencoba belajar pembuatan jamur tricodarma dengan alat seadanya. Untuk membuat jamur trico harus mengambil tanah dari tanaman yang sehat.

kalau jamur dari tanah yang sehat itu dikembangkan dalam media penumbuh jamur. Dari tanah tersebut akan muncul beberapa jamur, dan ambil jamur triconya. Kelompok maju mapan mengadakan pelatihan swadaya belajar membuat jamur antagonis tersebut dengan mengundang kelompok lainnya.

Prinsip berbagi ilmu tidak akan rugi malah semakin bertambah sehingga maju mapan menghadirkan kelompok lainnya. Walaupun yang diundang kelompok lainnya cuma pengurusnya saja, nanti pengurus akan membagikan ilmunya dengan lainnya.

Kelompok di kaki Gunung Sumbing Dusun Grubug Desa Wonotirto Bulu Temanggung selalu berupaya agar bisa menanggulangi permasalah layu tanaman tersebut. Jamur antagonis ini akan bisa mengurangi layu pada tembakau, kopi atau jenis tanaman lainnya.

Kelompok maju mapan maupun kelompok lainnya semuanya masih muda, mungkin ini yang disebut pemuda tani. Ketika pemuda tani sudah mau belajar melek dengan informasi, melek dengan hama yang menyerang tanamannya pasti akan mencari cara bagaimana menanggulangi hama dan penyakit tentunya yang alami.

Dengan tekad dan kemauan yang keras pemuda tani pasti bisa menjadi kelompok yang mandiri. Ketika bisa mandiri petani akan bisa menentukan harga pasar, membuat obat pertanian sendiri, hingga membuat bibit sendiri. Kalau pemuda tani sudah bisa mewujudkan seperti itu pasti negeri ini tidak cuma slogan negeri agraris.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: