Oleh: mukidi | Oktober 3, 2010

Belajar di Padepokan Tani

Padepokan tani itulah namanya, sebuah lembaga yang terletak di jalan Yasnaya Polyana No.1 Dusun Peninis Windujaya Kedungbateng Purwokerto Jawa Tengah. Padepokan yang diprakarsai oleh Ashoka Siahan bergerak dalam bidang pertanian, ditanah seluas 7 ha, dengan aneka tanaman keras dan buah.

Padepokan yang terletak di lereng Gunung Slamet, dari pinggir jalan nampak bagaikan hutan belantara. Begitu kita lebih mendekat ternyata terlihat bangun-bangun rumah utama dari kayu, terlihat rumah tua tapi nampak bersih. Begitu memasuki bangun tua tersebut nampak ada kesibukan sang pemakarsa padepokan Ashoka Siahan, Bayu Kurniawan, Dewi baru sibuk untuk persiapan kegiatan halal bi halal dengan petani setempat.

Menjelang malam Edi yang selalu setia mendampingi petani datang, dan dia berumah juga dikawasan padepokan tani paling depan. Edi anaknya kreatif sugadang ilmu masalah budidaya tanaman keras hingga perawatannya sampai pasca panen dia kuasai. Orang yang kecil, rambut lurus dan tinggi rata rata orang Indonesia layak dijuluki petani muda kreatif, petani pelopor. Dia selalu mempelopori kegiatan pertanian di sekitaran padepokan tani.

Padepokan tani juga mendampingi petani sayur yang menanam tanpa musim. Tidak ada ketergantungan dengan cuaca, bahkan petani dampingannya dengan hasil panennya sudah bisa menembus pasar swalayan wilayah Purwokerto dan Wonosobo, dengan sayur merk fresh.

Pagi hari melihat pemandangan memang menarik, aneka jenis tanaman terlihat disana. Nampak sekali pohon kelapa begitu banyak populasinya. Masyarakat sekitar Padepokan juga banyak yang mengembangkan kelapa, dan disadap. Salah satu petani yang sempat ditanya oleh penulis menceritakan kalau tiap hari kegiatannya menyadap terus, Dia mempunyai 17 pohon kelapa, tiap hari bisa menghasilkan gula 7 kg, dengan harga gula Rp 7.000 wah ternyata lumayan.

Beda dengan padepokan tani, kelapa tidak disadap, menurut penjelasan Dewi kalau disadap nanti hasil buah kelapanya berkurang. Kelapa yang ada di kawasan Padepokan tani dibuat VCO, yang dibawa tanggungjawab oleh mas Bayu.

Hari juga mulai siang, Edi yang bagian pertanian mengajak untuk keliling padepokan tani. Memperlihatkan jenis tanaman yang dibudidayakan mulai dari pisang dia kembangkan, dengan jaringan. Sistim jaringan adalah kalau ada pisang telah dipotong, lalu bonggolnya dicuci, dicacah yang ada mata tunasnya dikeringkan, usai itu masukkan ke polibag. Lumayan bisa laku sampai Rp 3000 per polibag.

Dari pisang menuju pembibitan Jabon dan trembesi, dengan teliti Edi menjelaskan proses penyemaian kedua jenis tanaman tersebut. Dari lokasi penyemaian jabon dan trembesi tidak begitu jauh menuju sentra nanas, konon menurut cerita bahwa nanas merupakan tanaman peninggal belanda di sana. Nanas ditanam dibawah tegakan dengan jarak tanam sekitar 1 m X 1 m, tanaman pagar untuk nanas ada pohon kantil.

Edi juga memperlihatkan kopi yang sudah disambung, dia membawa bibit dari Ambarawa sewaktu dia pulang. Kopi luar biasa besar buahnya, untuk menyiasati kopi yang ditanam biar cepat buah edi memberi bonggol kopi dari petani yang masih ada akarnya dan ditanam kembali dengan jenis kopi jawa. Sudah kopi sudah muncul tunas baru di sambung pakai kopi yang dari Ambarawa.

Setelah dilokasi kopi Edi memotong hasil cangkokan dari pohon kantil yang besar, dia menceritakan juga tentang peluang budidaya kantil serta hasil bunganya untuk apa serta kayunya. Tidak hanya itu dia juga memperlihatkan hasil ujicoba semai biji pala, dan pohon pala yang sudah berbuah.

Lalu apakah ditanah seluas 7 ha, padepokan tani dikelola sendiri? pengelola tanah dan perawatan dibuat bagi hasil dengan petani. kalau dari tanam bagi hasil 50% untuk petani, 50% untuk padepokan. Kalau petani tinggal merawat ada hitungannya sendiri.

Kalau pembaca blog ini mau kesana boleh kok sekalian belajar pertanian, seperti penulis blog ini. selamat bertani, dan jadilah petani yang maju dan mandiri, serta petani yang berjejaring.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: