Oleh: mukidi | September 19, 2010

Lebaran Tetap Belajar

Belum usai suana lebaran, namun bagi lembaga masyarakat desa hutan Desa Kebondalem Bejen tetap semangat untuk belajar pertanian. Kalau ngomong masalah tanam menanam mungkin kebondalem sudah penuh dengan tanaman keras. Kopi, dengan tanaman tegakan sengon, mahoni, suren masih ada juga tanaman empon empon.

lembaga masyarakat desa hutan Desa Kebondalem 2 tahun yang lalu menerima tanaman keras dari CV. Piranti Works Kandangan Temanggung. Tanaman keras dari Piranti sebagai bentuk keperdulian perbaikan lingkungan, tanaman keras yang dibagikan waktu itu Jati dan Suren.

Tak hanya itu kegiatan yang selama ini masih berjalan dengan baik yaitu pendampingan. Kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah melalui diskusi kelompok, yang dilakukan rutin tiap bulan. Peningkatan kapasitas petani salah satunya dengan pelatihan. Kali ini pelatihan yang dilakukan tak lain pembuatan pupuk organik cair.

Microorganisme lokal bagi petani jarang sekali tahu padahal banyak didapat disekeliling lingkungan tempat tinggal petani. Bakteri rumen sapi dibuat kali ini, namun bukan indukan yaitu mengembangkan atau pembiakan. BRS begitu orang menyebutkan berfungsi untuk menghijaukan tanaman, untuk mempercepat pembuatan pupuk organik.

Tidak hanya BRS yang dibuat, namun juga membuat bubur klorin. Bubur klorin untuk mencegah terjadikan jamur pada tanaman. ” wah kalau kita mau buat sendiri dan pakai sendiri, biaya pertanian kita akan semakin berkurang, tidak tergantung pada obat pabrik,” papar Sobirin bendahara LMDH.

Apa yang dikatakan Sobirin tentunya tidak isapan jempol.” Ini bisa kita jual nanti kalau sudah kita coba hasilnya baik dilahan. kita ajukan ke lab untuk tahu kandungan pupuk tersebut kita bisa jual. Kita harus bisa maju, dan memasarkannya, memang ini mimpi,” jelas Nurjanah ketua LMDH.

Mimpi-mimpi petani harus kita dukung, biar petani kita maju. Biar petani tidak selalu direndahkan, biar petani bisa bersaing dengan para pekerja pabrik, PNS dan lainnya. Biar anak muda juga tertarik jadi petani, dan yang jelas biar semua orang mau menghargai petani. Tanpa petani mungkin kita juga sulit makan, karena petani lah yang menanam padi

Iklan

Responses

  1. Memang benar apa yang sudah diuraikan diatas, petani tunggak kemakmuran bangsa, tidak tanggung-tanggung BANGSA dan NEGARA, didalam negara terdapat orang-orang pintar seperti presiden, menteri, pejabat-pejabat yang lain. jadi,peran petani dalam membangun negara itu lebih dominan dibandingkan dengan para pejabat yang ada…coba bayangkan,apabila petani mogok tidak menanam bahan makanan, akan jadi apa negara ini…akan tetapi sangat memprihatinkan keadaan petani sekarang, harga2 pupuk semakin mahal, sementara harga hasil pertanian tidak bisa di andalkan…salah siapa ini, mestinya kita harus minta pertanggung jawaban terhadap pemerintah, tapi, pemerintah yang mana..? penyuluh2 yang ada disetiap kabupaten bahkan setiap kecamatan tidak bisa berperan..mereka hanya gogok2 dikantor nunggu petani datang, apakah itu petugas yang berwenang..mari kita renungkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: