Oleh: mukidi | September 5, 2010

organik

Go organik begitulah selalu digaungkan, namun pupuk kimia juga berjalan. Mahalnya pupuk kimia akan baiknya juga karena petani terus tumbuh semangat untuk pakai pupuk organik. Minimal organik yang mudah didapatkan yaitu pupuk kandang. Namun petani yang terbiasa pakai pupuk kimia ketika diajak untuk pakai organik murni selalu bilang kurang cepat nampaknya.

Tepatnya tanggal 28 Agustus 2010, petani Dusun Grubug Wonotirto Bulu yang merupakan dampingan dari CV. Piranti Works Temanggung, membuat pupuk organik cair. Tapi sebelum buat pupuk organik cair memproses dulu pupuk kandang biar jadi lebih baik. Pembuatan kompos memakai BRS(bakteri rumen sapi) membuat fermentasi, dan kapur pertanian.

Usai pembuatan kompos dilanjutkan dengan pengembangan BRS. Kebutuhan untuk pengembangan BRS antara lain, trasi, katul dan tetes tebu. Pembuatan BRS dilakukan di Pos penyuluhan petani Tani maju. Tidak hanya mengembangkan BRS namun membuat arang dari sekam, arang bisa berfungsi membuka pori pori tanah.

Petani harus mau dan mempraktekkan hasil dari pembuatan pupuk cair dilahan sendiri. Pengunaan pupuk karya sendiri sebagai media lab, bisa mendorong para petani yang lain untuk berkarya sekalian berbagi informasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: