Oleh: mukidi | Juni 20, 2010

Mandiri dan Malas

suatu hari aku kumpul dan diskusi dengan bebarapa orang petani. permasalahan yang selalu dihadapi muncul, mahalnya saprodi, dan sekarang mahalnya harga sayuran sampai sayur dilahan dijaga. Kemandirian harus dimulai dari diri sendiri, merubah apapun untuk orang lain, juga diri sendiri harus memberi contoh dulu.

Untuk petani agar maju, perlu pemuda yang mau dan belajar bertani yang benar. Tidak bisa petani akan maju hanya mengandalkan penyuluh pertanian. Majunya petani terletak pada petani itu sendiri, dan petani harus mandiri.

Namun banyak petani di pedesaan yang malas, berangkat kelahan pertanian dengan seenaknya saja. Lahan pertanian juga dibiarkan begitu saja, tanpa diolah dengan aturan yang benar tanpa memperhatikan konservasi lahan. Merubah dari malas menjadi mandiri tidak sekedar membalikkan tangan perlu proses dan contoh konkrit dari leader dalam sebuah kelompok petani.

Tak ada cara lain untuk merubah malas menjadi mandiri, yaitu dengan niat dan tekad keras. Tekad mandiri itulah merupakan modal utama agar petani bisa maju dan berdaya. Kemandiri petani dalam hal pembuatan pupuk itu sangat perlu agar tidak tergantung dengan pupuk buatan. Organic baik cair maupun padat sudah seharusnya petani bisa membuat sendiri, dengan seperi itu petani tidak tetap bisa mandiri karena sudah tidak tergantung dengan pupuk kimia. Ayooo mandiri petani jangan malas agar tidak tergilas oleh tatanan yang tidak memihak petani

Iklan

Responses

  1. memang mempuat pupuk sendiri lebih murah dibanding dengan membeli di toko, tapi rata-rata petani enggan untuk repot-repot membuat pupuk, buktinya waktu praktek di tempat saya dari sekian yang diundang ternyata hanya beberapa yang datang itu saja yg tidak kami undang. dan masalahnya lagi petani masih menggunakan pupuk kimia, kalau tidak kimia tidak, untuk itu ini merupakan tantangan bagi kita untuk selalu menyadarkan pada petani akan kegunaan pupuk organik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: