Oleh: mukidi | Februari 26, 2010

Kopi Terpadu Kapulogo

Tidak luas lahan yang aku uji coba tanaman keras dengan aneka empon-empon. Memang niat untuk merubah budaya harus dimulai dari diri sendiri. Sengon pada tahun pertama yang aku tanam banyak yang mati, karena ada tanaman lain disekitarnya yang mematikannya.

Namun hal itu tidak menjadikan surut niatan untuk merubah budaya, terus aku sulam pada tahun ke dua, sekalian aku tanam kopi arabika dibawah tegakan sengon. Kopi arabika sudah mulai nampak pertumbuhannya baik, semakin membuat bangga dan yakin juga karena secara ekonomi juga menjanjikan dan ekologi juga bisa dipertanggung jawabkan.

Berdekatan dengan kopi pada tahun ke dua ada yang ditanami kimpul yang kini terlupakan. Kimpul juga sudah tumbuh baik, sekalian juga tanam singkong. Tertarik juga untuk mencoba kapulogo pada sebelah kopi memanfa’atkan lahan yang kosong. Tepatnya bulan Desember 2008, aku minta bibit dari teman di wilayah wonosobo.

Kapulogo setahun sudah mulai nampak berbunga dan sudah tumbuh buah juga, nampaknya cocok juga untuk dikembangkan. Pada lahan sebelah juga ada petani yang bilang, buat tabungan untuk hari tua tooooo. Ternyata dukungan juga mulai muncul dari petani petani yang berdekatan untuk tanaman empon-empon, walaupun si petani tersebut tidak menanamnya.

Dalam perjalanan pulang aku juga ngobrol dengan wanita tani, dan memperlihatkan buah kapulogo yang sudah aku petik. Wah wanita tani itu tertarik, kalau tanam banyak pasti lumayan yaaaa, begitu komentarnya. Ketika sampai di rumah tetangga bilang, wah kalau ditunggu nanti buahnya bisa besar, dan lumayan itu harganya. Aku semakin yakin untuk mengembangkannya.

Iklan

Responses

  1. salam pak mukidi,
    saya kebetulan mampir di blog bapak, dan tertarik baca mengenai artikel kapulogo.
    kalau gak keberatan saya juga ingin menanam kapulago tapi gak tahu mencari bibitnya. apakah babak juga memnjual bibitnya.
    salam
    ali husodo
    wates

  2. Saya juga menanam kapulogo sejak awal Januari 2011. Sekarang tanaman sudah berbunga banyak tapi belum ada yang menjadi buah. Di Ciamis kapulogo kering sekilonya Rp40ribu. Lumayan juga sebenarnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: