Oleh: mukidi | Desember 6, 2009

Kopi di Kethekan

Kethekan begitu orang menyebut lahan tegalan, karena tempat itu banyak muncul keranya. Daerah yang berketinggian sekitar 1500 dari permukaan laut, dan letaknya dilereng sumbing, dengan banyak batuan alami.

Mengapa aku memilih lahan yang jarang masyarakat sekitar tanam kopi, aku pilih kopi. Itulah yang aku pilih ketika harus merubah orang, pola contoh itu yang diterapkan. Lahan sekitar kethekan kebanyakan ditanami tembakau, namun aku tetap kopi.

Kenapa kopi? sederhana alasanku baik juga untuk konservasi, itu secara ekonomi juga mendukung kok. Ketika aku membawa kopi, hasil dari pembibitan sendiri, banyak petani yang mau beli. Aku jawab mau tanam sendiri. Ini terbukti sebenarnya petani juga tertarik lho untuk tanam kopi.

Dalam hati aku berkata, wah kalau program kopi dari pemerintah itu diberikan kepada yang memang membutuhkan dan mau tanam akan berhasil. Ah sudah lah kembali lagi ke perkopian, aku tanam kopi 250 batang, namun belum selesai masih kurang banyak kopinya.

Jabon pemberian dari Cv.Piranti Works yang produksi radio kayu juga aku coba tanam dilahan kethekan. Dengan niat memperbaiki lingkungan, dan diskusi dengan tenaga yang masih muda membantu menanam aku ngomong kalau bertani sekarang harus berfikir dan berani mencari terobosan. Artinya harus berani menanam tanaman yang beda dengan yang lain, walaupun kadang sering digunjing.

ya sekalian sosialisasi tentang kopi, mulai dari perawatan hingga sampai panennya. Ketika sampai pada panennya, dan hasilnya e  tenaga yang membantu menanam kopi bilang, ” la ternyata banyak juga ya, tanam sekali tiap tahun bisa panen”.

Bagiku dari sedikit menanam dan aku yakin 4 hingga 5 tahun akan menghasilkan. Memikirkan ekonomi yang tidak mempunyai dampak kerusakan lingkungan terlalu banyak, petani juga harus berfikir ke lingkungan juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: