Oleh: mukidi | Juli 6, 2009

Hutan Rakyat di Kebondalem

hutan rakyat kebondalem (2)Kebondalem itu nama sebuah desa, di wilayah Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Kenapa harus kebondalem yang aku tulis disini, karena belum lama ini ada pertanyaan mengenai sengon dengan jarak tanamnya, hingga sampai harga ketika sudah panen.

Pertanyaannya sederhana, namun perlu dijawab dengan serius. ini pertanyaannya”katanya hasil sengon untuk 6 th/ha biasanya kisaran berapa bos pola penanaman (jarak tanam)”. Mungkin yang bikin kalimat tergesa, namun tidak apa bisa dipahami kok.

Kalau di lihat dari kalimatnya menanyakan berapa harga sengon hingga jarak tanamnya. Ngomong jarak tanam ketika melihat kondisi dilapangan terutama wilayah perhutani di wilayah asperan candiroto, tepatnya di Desa Selosabrang Kecamatan Bejen Temanggung, dengan jarak tanam 2 x 3 meter.  Namun pada lahan milik atau hutan rakyat kadang jaraknya tidak sesuai yang diharapkan, karena ada yang rapat bahkan sebagai tanaman pengisi.

Jarak tanam yang ideal 2 meter x 3 meter, artinya kalau luasan 1 ha tinggal hitung saja, berapa batang sengon. Kalau ngomong hasil sengon, ketika saya investigasi diwilayah wonosobo, yang diameter 30cm ke atas ditingkat petani harga per kubiknya Rp 750.000 tinggal hitung saja kalau 1 ha berapa kubik dan berapa duit?

Namun belum nama ini, ketika saya jalan-jalan ke Desa Kebondalem. sekalian mengecek tanaman jati dan suren yang dibagikan kemasyarakat secara gratis, melihat banyak tanaman sengon pada lahan milik. Sambil ngobrol dengan ketua kelompok tani menanyakan tentang harga sengon, “sengon yang sudah 5 tahun, dengan ubet atau lingkaran dalam bahasa jawa disikep satu orang, ditawar satu batang Rp 750.000 tidak boleh,” kata Nurjanah, sambil menunjukkan sengon miliknya.hutan rakyat kebondalem (4)

Di Kebondalem sengon menjadi naungan kopi, dalam hatiku berkata betapa kayanya petani. Bayangkan kalau petani mempunyai 100 batang saja dengan harga per batang Rp 750.000 sudah berapa duit. Intinya wong tani itu kudu kesekil, sregep dan ulet, begitu papar Nurjanah.

Iklan

Responses

  1. Salam kenal.
    Mungkin pembudidayaan seperti ini yang akan menghindarkan masyarakat dari aksi menebang hutan sembarangan.
    Maju terus!!!

  2. salam kenal
    saya minta izin untuk meminjam foto2 cantiknya untuk dipakai di blog saya
    http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    silahkan mampir juga ke blog saya lainnya :
    http://richocean.wordpress.com

    terima kasih 😆

  3. lanjutkan…. jadi pengen minta bibit nih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: