Oleh: mukidi | Juli 5, 2009

Ngopeni Alas

Belajar memberi contoh, tauladan bagi petani memang sulit. Dan tidak bisa hanyan ngomong, apalagi tidak pernah mempraktekkan. Hanya ngomong mungkin akan dikatakan “JARKONi’ alias biso ujor ning ora iso ngelakoni begitulah orang jawa bilang.

Tentunya semua orang tidak mau dikatakan seperti itu, termasuk saya. Untuk itu setiap minggu pagi saya harus ke ladang melihat perkembangan tumbuhan yang ada dilahan. Kopi, sengon dan lainnya, merupakan pemandangan yang menarik, karena selalu aku bayangkan ini merupakan tabungan untuk pendidikan anak.

Tentunya boleh bermimpi e e e bercita-cita, memberi contoh petani dan berhasil, kan juga bisa untuk tabungan pendidikan to, pohon sengonnya. Kalau contoh berhasil tidak usah ngomong dihadapan petani, karena sudah otomatis akan ditiru. Tinggal bilang saja kalau mau lihat silakan ke lahan saya, gitu saja.

e dilahan ketemu pemuda tani, ya akhirnya bercerita panjang lebar. Tentang tanaman yang ada dilahan, mulai dari manfa’at menanam sengon, kopi dan lainny. E sekali tidak langsung akhirnya sosialisasi lingkungan di lahan ha ha ha ha, menarik memang sampai soal tanah yang ketika kemarau jadi keras dan kalau diinjak kakinya sakit.

e ternyata pemuda tani itu sebenarnya tertarik untuk menanam tanaman keras namun karena lahan masih milik orang tua ya terpaksa harus manut sama orang tua. Akhirnya mencari rumput untuk kambingnya, la bagaimana wong harus manut sama wong tuo je, itulah sedikit ngobrolan dilahan kopi dan sengon yang calon menghasilkan jadi luar biasa.

Begitulah para pemuda tani yang tinggal didesa semuanya masih sekedar manut sama orang tua, belum bisa memberikan masukkan pada orang tuanya. Mulai dari segi budidaya sampai pembiayaan, la piye kalau usul nanti kalau orang tuanya galak, kena damprat. Kalau orang jawa bilang wong tuo kuwi kalah nutuk menang ngabruk ha ha ha, jo nesu sing dadi wong tuo yooooo.

sehingga kadang pemuda tani desa akhirnya hanya manut dan manut, lah terus kapan majune. e ternyata malam harinya juga ngobrol karo wong tani, alias wis tuwo seko tembakau tekan kopi. la nampaknya antusias sekali obrolannya sampai jam 9 malam, e ternyata pak tani tersebut juga mau tanam kopi sebagai alternatif tanaman selain tembakau.

e ternyata ada petani yang mau memperbaiki lingkungan dengan menanam kopi. Ternyata petani yang satu ini juga baru belajar bikin pupuk organik  yang dibuat dari serabut kelapa dan lainnya. Dalam hatiku aku ngomong jowo wah pinter tenan ki petani, nek petani koyo ngene kabeh, biso mulyo lha piye wong pupuk gawe dewe je.

sudah pak tani tak dukung kegiatan anda, bikin lah pupuk dan cobalah kalau baik, nanti dikasih merk. Dah maju terus jangan pernah menyerah sebelum uji coba pupuknya berhasil pak tani, e termasuk uji coba kopi dan sengon ku, gagal adalah pengalaman yang membuat kesuksesan, dan yang jelas cita-cita untuk tabungan pendidikan dari sengon dan kopi itulah yang membuat semangat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: