Oleh: mukidi | Juli 5, 2009

Mukidi:”Hargailah Walau kecil”

Membangun manusia yang peka terhadap lingkungan tidak seperti membalik telapak tangan, berikut pengalaman mukidi selaku aktivis dipersani (Dian Permata Insani) lembaga yang konsen dilingkungan.
sejak kapan mulai ngomong lingkungan?.
awal tahun 2000 kita bersama teman-teman mendirikan dipersani. karena kalau kita ngomong lingkungan dan mengkritisi kebijakan pemerintah kan harus punya lembaga. sebenarnya mulai awal krisis moneter, waktu itu ada kebijakan pembukaan hutan lindung untuk pertanian kita sudah ngomong. Tapi tidak pernah diperhatikan.
apa tidak kesal, lelah mungkin putus asa karena tidak diperhatikan?
Manusia itu siapa yang tidak punya lelah, tentunya semua mempunyai sifat seperti itu. Tapi kalau putus asa bukan aktivis dong ha ha ha …… bagi saya yang penting berbuat untuk pelestarian lingkungan, itu sudah satu poin tersendiri bagi kesejahteraan umat.
Langkah apa yang ditempuh untuk ngomong lingkungan?
kalau ngomong lingkungan tak lepas dari urusan perut artinya kita juga harus ngomong ekonomi, ekologi dan moral. tiga hal itu saling terkait, ketika hanya mementingkan ekonomi sudah pasti krisis ekologi akan terjadi, lihat saja dalam hal pengolahan lahan pada petani dilereng gunung tentunya anda sudah tahu kan. Dan moral pun perlu dibangun, ekonomi baik, ekologinya baik, namun kita moral tidak baik, juga tidak akan ada keseimbangan, lihat saja masih banyak warga lereng gunung yang menebangi pohon, tanpa memikirkan dampak ekologinya. Dalam pengembangan ekonomi, kita pernah mengembangkan konsep agrosilvapastura yaitu memadukan antara pertanian, peternakan dan kehutanan.
apakah dalam mengembangkan kegiatan pelestarian lingkungan hanya mendampingi petani saja, ataukah ada terobosan lain?
sejak Juli 2007, kita masuk ke sekolah dan menawarkan program sekolah berwawasan lingkungan, kebetulan pertama kita masuk ke SMP 3 Bulu dan diterima. Memang pada awalnya sulit dan kita kontinyu diskusi dengan guru-guru SMP 3 Bulu. Memahamkan tentang pentingnya lingkungan di kalangan anak sekolah dan manfa’atnya ke depan. Diskusi itu tidak dalam forum dengan guru apapun, ketika kita datang terus ada guru yang pas tidak mengajar atau kosong kita ajak diskusi, berawal dari situ lah kegiatan di SMP 3 Bulu bisa berkembang. Setelah semua pola pikir guru sama, baru kita masuk lewat ekstra pramuka, dengan mengajarkan pembibitan tanaman keras mahoni dan sengon. Tahun pertama hasil tanaman keras sudah ditanam keliling sekolah. Tidak hanya sekedar mengajari teknis pembibitan namun tentang pentingnyan menanam dan manfa’atnya kedepan kita pahamkan di pramuka. Untuk program penanaman keliling sekolah dengan tanaman keras, ada bebarap tanaman yang dibantu Perhutani. Dan dalam pengembangan sekolah berwawasan lingkungan kita selalu di dukung oleh Pirantik Works tiap tahun. Dan untuk bak penampung air untuk pembibitan di bantu dari Panasonic. Pada tahun 2008, Pirantik works menerima kunjungan beberapa guru dan siswa melihat produk yang dihasilkan, yaitu radio kayu.
apakah hanya pembibitan yang dikembang di SMP 3 Bulu?
wah tidak dong, kita harus cari strategi bagaimana materi lingkungan bisa masuk ke semua siswa mulai dari kelas VII hingga Kelas IX. tahun ke dua kita kembangkan dengan komputer ramah lingkungan, yaitu semua materi komputer bertema lingkungan. Keterlibatan siswapun ada dalam kegiatan lingkungan yaitu iuran tiap minggu 100 rupiah yang dikumpulkan dibendahara kelas, nantinya untuk pembelian polibeg maupun untuk kegiatan lingkungan lainnya.
apakah program pembibitan berlangsung terus?
Pasti, kita sekarang mengembangkan pembibitan kopi Arabica, kalau anda ingin tahu dan siapa pun boleh lihat ke SMP 3 Bulu. Kenapa kita ambil jenis kopi Arabica, karena banyak masyarakat yang meminta kopi, ya kita kembangkan kopi. Dan bibit yang sudah jadi kita berikan gratis kepada masyarakat yang mau menanam.
apa ada rencana program itu menjadi kurikulum sekolah?
Jelas dong, dan belum lama ini kita juga sudah diskusi dengan kepala sekolah SMP 3 Bulu, Wiyono, Spd berencana untuk memasukkan tema-tema lingkungan ke mata pelajaran.
apakah sudah ada pihak pemerintah yang membantu anda dalam mengembangan konsep sekolah berwawasan lingkungan di SMP 3 Bulu?
wah wah aku harus ngomong apa ini, dengan tersenyum belum saja, tapi sudah banyak yang tahu secara pribadi, kalau lembaga belum, atau mungkin belum ada ketertarikan saja.
harapan anda apa, kepada pemerintah?
sederhana, terutama Pemerintah Kabupaten Temanggung mau menghargai SMP 3 Bulu, yang telah memulai membangun sekolah yang berwawasan lingkungan. Dan yang lebih menarik justru program ini kan kerjasama dengan NGo lokal. Kan tinggal dikembangkan saja jadi sekolah berbudaya lingkungan, yang jelas program ini ada kerjasama dengan kementerian lingkungan hidup dan Departemen Pendidikan Nasional. Artinya SMP 3 Bulu pioneer kan, walaupun belum seberapa hasilnya, namun perlu dihargai kan.

dari tabloid pendidikan lontar No. 9 tahun III Juni 2009

Iklan

Responses

  1. Permulaan yang bagus,, semoga menjadi awal suksesnya program ini. dengan besar harapan ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu berlangsungnya konsep ini secara continue.
    at least,, sampai penduduk setempat merasakan manfaat dari pengembangan ini!! karena menjadi bekal sebagai tambahan wawasan untuk bisa berkembang. Yupss saya setuju,, dari sesuatu yang kecil itu bisa menjadi besar.

    keep the spirit and success….. !!! !! !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: