Oleh: mukidi | April 19, 2009

Iklas dan Jujur

congkrangDalam perjalanan berputar-putar keliling beberapa desa sekitar hutan, sering ketemu dan ngobrol dengan pengandil, pengurus dan perangkat desa. Mereka pada mengeluh tentang perjalanan pengelolaan hutan bersama masyarakat.

Nampak sekali masyarakat gelisah tentang taksasi kopi, bagi hasildan lainnya. Aku selalu merenung dimana yang salah, “kenapa masyarakat bersikap seperti itu?”, kata bathinku. Apalagi ketika masyarakat harus segera menandatangani sebuah pernyataan yang isinya nampak sekali hanya menguntungkan satu pihak. Masyarakat pada gelisah terutama yang kritis, mereka saling berhubungan antara lembaga masyarakat desa hutan yang satu dengan yang lainnya.

Artinya ketika masyarakat mendapat suatu hal yang jelas dirugikan, mereka membangun kekuatan entah dengan siapa yang penting tidak dirugikan. Kerugian dalam hal ini tidak hanya dalam hal finansial tapi dalam hal moral maupun nama baik. Tentunya sebagai pendamping masyarakat desa hutan tidak tinggal diam, melihat kegelisahan tersebut, karena pendamping harus mempunyai kepekaan sosial.

Mencoba mendapatkan surat yang bikin resah itulah tugas utamanya, yang pada akhirnya memberikan advokasi sehingga ada kebijakan yang tidak merugikan masyarakat. Sungguh terkejut ketika menemukan surat pernyataan yang seyoginya harus ditandatangani para pengandil, pada poin pertama pengandil dianggap menanam tanaman ilegal pada lahan perhutani termasuk kopi. Ini sangat menyakitkan bagi masyarakat bahkan dianggap melanggar UU 41 tentang kehutanan, padahal dihutan produksi dan Perhutani juga dapat taksasi dari kopi karena mengacu program PHBM.

Iklas dan jujur itulah kunci dalam PHBM, sehingga fungsi pendamping juga harus jujur membenahkan persoalan ini. Advokasi itulah yang harus dilakukan yaitu memberikan masukan kepada Perhutani dalam mengambil kebijakan, jangan hanya sepihak. Agak kasar nandanya ketika saya kontak Perhutani dalam hal ini kepada KSS PHBM dan Bin ling KPH Kedu Utara.

“siapa yang bikin surat pernyataan ini, itu tidak benar, jangan anggap tanaman itu ilegal karena Perhutani dapat taksasi kopi, itu yang harus diingat. Tentunya dulu pasti ada sejarahnya lho ketika masyarakat menanam kopi dihutan, dan yang perlu diingat ketika masyarakat dianggap ilegal sama dengan mencuri padahal taksasinya masuk ke Perhutani lho,” itulah nada kontak saya lewat hp.

“e jangan gitu dong, itu bukan saya yang bikin konsep coba kamu kontak ADM saja,”jawabnya KSS PHBM. “saya tidak mau,” jawab saya. Tetap melihat surat pernyataan dan surat kesepakatan yang lain, kok nampaknya janggal karena dalam bikin kesepakatan ada beberapa pihak yang tidak hadir.

e tidak begitu lama kok ada bel balik dari kss phbm, “tolong hiraukan saja surat itu, karena kita baru bahas draff untuk sharing kopi, untuk minggu ini nanti kita bahas bersama LMDH dan Perangkat desa sekitar hutan” begitu nanda kontak lewat hp saya.

Merasa lega ketika saya mendapat jawaban seperti itu, proses advokasi sudah berjalan. Dan dalam minggu berikutnya, akhirnya disosialisasikan masalah draff perjanjian tersebut dihadapan para pengurus LMDH dan Perangkat desa. Memang perjalannya diskusi juga berlangsung lama, namun membuahkan hasil yang memuaskan semua pihak.

Intinya dalam pelaksanaan PHBM tak ada kata lain kecuali iklas dan jujur, iklas dalam menjalankan program dan jujur dalam pelaksanan sharing atau bagihasil yang saling menguntungkan semua pihak. Dan tak kalah penting perubahan pola pikir di insternal Perhutani itu kunci nomor wahidnya, hutan lestari rakyat mukti jargon itu harus ada di semua pihak.

Iklan

Responses

  1. ^^pak warahi dados penulis kulo^^

  2. numpang mampir pak

  3. numpang mampir


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: