Oleh: mukidi | Maret 28, 2009

Sabar Menanti

Menanam sudah pasti akan panen, namun perlu menunggu. Menunggu tentunya juga perlu proses, tidak hari ini menanam besuk panen. Kalau menanam cabai tentunya 4 bulan baru panen, kalau tembakau 7 bulan baru bisa menikmati hasilnya.

la kalau tanaman keras berapa lama panennya? dalam hal panen memanen sebuah tanaman tentunya juga ada perawatan. Kata orang jawa, tanduran kuwi nek diopeni mesti niteni, artinya semua tanaman kalau dirawat pasti akan menghasilkan.

Aku sangat yakin dengan apa yang dikatakan orang dulu itu, tapi kalau aku tanam kayu, tentunya juga lama menunggu. Walau lama tidak apa karena aku ingin memberikan contoh kepada masyarakat sekitar, yang selama ini hanya menanam tanaman semusim.

Lahan yang aku beli, pada kemiringan sekitar 45 derajat dan pada bantaran sungai sejak Desember 2007, sudah saya tanami sengon. Ada juga orang bilang kalau tanam kayu, tanam langsung tinggal tidur, alias tidak usah dirawat, tunggu saja 5 tahun kan sudah panen. Satu tahun perjalanan aku buktikan kata-kata itu. e ternyata tanam sengonku dimakan ulat, wah apa obatnya ini, kata hatiku.

Ada sengon yang daunnya yang dimakan ulat, ada juga yang mati karena dibawah tegakan kayu lain ketika menanam. Karena aku belum pernah tanam kayu keras, harus banyak belajar, untuk bisa menyelasaikan permasalahan dilapangan. Ya untuk menjawab itu akhirnya pola tanam yang pakai cemplongan, akhirnya saya olah lahannya.

Tanaman yang mati saya sulam, namun sekarang saya tambah tanaman yang lain yaitu kopi arabica. Mimpi-mimpi panjang saya, 5 atau 6 tahun ke depan bisa panen kayu sengon yang jelas harganya pasti tinggi, dan banyak yang membutuhkan. pada 3 tahun pertama jelas kopi arabica baru bisa dipanen. Tentunya dalam satu lahan harus bisa menghasilkan tanaman yang beraneka macam, kita coba menanam kimpul atau talas yang tentunya satu tahun baru bisa dipanen, selain juga merawat kalau ada talas yang tumbuh liar.

Artinya dalam lahan yang sempit tapi bisa hasil yang maksimal, dan yang jelas juga mengurangi pemanasan global. lho kok sampai pemanasan global segala, apa sik hubungannya, tentu pembaca bertanya. Tentunya ketika kita menanam pohon selain berfungsi menyerap air, sudah pasti mengurangi tingkat erosi dan banjir. Serta nantinya bisa mewujudkan hutan rakyat, ketika sudah terwujud hutan rakyat banyak fungsi, itulah nanti terkait dengan pengurangan pemanasan global.

Menanam itu menabung memang benar, tapi sekarang hanya jadi slogan saja tanpa dibuktikan. Kalau pembaca tidak percaya coba tanya pada diri sendiri apakah sudah pada menanam, saya yakin kalau pembaca pada punya sepeda motor. Apa yang dihasilkan oleh sepeda motor yaitu kotoran yang mengotori lingkungan. Untuk menyeimbangkan kotoran dari motor tersebut harus menanam 100 batang pohon.

Nah para aktivis lingkungan, mahasiswa, pejabat apakah sudah pada nanam, kan jelas sekali pasti pada punya motor. Ayooo menanam, kalau tidak punya lahan yang menyumbang tanaman diberikan kepada petani di lereng lereng gunung pasti mereka mau menanam. Akhirnya kita tetap bisa berbuat untuk lingkungan dan sabar menanti hasilnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: