Oleh: mukidi | Maret 25, 2009

Kertosari Menata Hutan

Memasuki Desa Kertosari Kecamatan Jumo, bisa membuat orang senang dan bikin sejuk di hati. Karena melihat pemandangan di pinggir jalan semua lahan terlihat tanaman kopi, dan sengon. Nampak sekali dalam hal ekonomi jangka panjang masyarakat akan sejahtera. Tidak hanya itu petani juga membantu mengurangi pemanasan global karena hutan rakyatnya tertata dengan baik. 018

Memang benar, dari arah parakan sebelum memasuki Kertosari cuaca panas, namun begitu memasuk daerah kertosari jadi sejuk, itu bukti yang sederhana kalau ada hutan pemanasan global berkuran. Sungguh pertemuan yang memuaskan bagi saya pribadi, karena pertemuan pengurus Lembaga masyarakat desa hutan dihadiri oleh semua pengurus dan pesanggem.

Pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2009, di rumah Asmudi selaku sekretaris LMDH “Wono Asri”, ini hadir juga KRPH Jumo, Ghufron. Mandor dari Perhutani yang masuk wilayah KRPH Jumo mulai dari mandor tanam, dan yang lainnya juga datang.

Pertemuan yang dimulai pada jam 15.20 wib dibuka oleh Asmudi dan langsung diberi pengarahan oleh Robani selaku Kepala Desa sekaligus ketua LMDH. “Mari selamatkan hutan, jaga keamanan karena kedepan kita akan mendapatkan sharing dari tebangan maupun lainnya. Karena dengan pola PHBM Perhutani ikut mensejahterakan masyarakat,” begitu salah satu kutipan sambutan Robani.

Tak ketinggalan Ghufron sebagai KRPH juga memberikan arahan, jangan merusak hutan. Nanti kalau hutan rusak yang rugi masyarakat. “mari kita rawat dan lestarikan hutan, semua tanaman yang baru kita jaga, kalau ada yang mati mari kita sulam. Tanaman mahoni, salam dan lainnya kedepan kalau ditebang masyarakat mendapatkan bagi hasil,” ujar Ghufron.

Mukidi selaku tenaga pendamping masyarakat dari Dipersani, memberikan arahan. Memang perhutani sekarang sudah berubah kalau dulu kaku sekarang tidak, artinya perhutani harus bisa bersenyum ketika di hutan bertemu dengan masyarakat. Apalagi dengan pola PHBM, karena point yang pertama harus merubah mindset internal perhutani dulu.

Agar PHBM dapat berjalan dengan lancar, sederhana kuncinya yaitu iklas dan jujur. tanpa keiklasan dan kejujuran semuanya tidak bisa berjalan, apalagi nanti ketika sudah sampai bagi hasil kejujuran menjadi modal utama.

Pertemuan berakhir pada jam 17.15 wib dengan membuah hasil, pertemuan rutin 3 bulanan untuk membahas persoalan kelompok dan lainnya. Juga disepakati dalam pertemuan diadakan iuran tahunan, semua pesanggem dan pengurus LMDH iuran Rp 5.000 per tahun. Padahal pesanggem jumlahnya yang hadir saja 100 orang belum pengurusnya, banyak juga ini uang yang terkumpul. Ayooooooo selamat berjuang menyelamatkan hutan

Iklan

Responses

  1. hy.bleh.aku.tau.di.krtosari.mana.awak.tnggal.krna.aku.lht.email awak.dari.malay.asalku.dri krtosari jga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: