Oleh: mukidi | Maret 24, 2009

Peneliti Dengan Petani

karo-cah-penelitian-21Mengajak teman untuk perduli dengan petani tidak mudah. Apalagi petani selalu pada posisi yang lemah, selalu tidak mempunyai posisi tawar. Namun petani selalu bisa bertahan hidup walaupun menghadapi berbagai persoalan.

Petani selalu lemah dalam hal biji dan pupuk, biji selama ini petani masih banyak yang belum bisa menghasilkan biji yang bermutu. Biji selama ini masih dihasilkan dari pabrikan, artinya petani masih ketergantungan dengan pabrik. Tidak hanya biji, pupuk pun tidak begitu jauh, ketika pupuk langka pun tidak ada yang bisa membela petani. “saya kalau mendapatkan pupuk harus antri, bahkan sudah mendaftar hampir 3 bulan lewat kelompok tani,” begitu lah keluhan banyak petani.

Artinya petani pada posisi yang selalu lemah, ketika petani mengeluh lalu siapa yang akan memperjuangkan. Bahkan kadang kelompok tani sekarang hanya dijadikan obyek saja dalam sebuah proyek. Kenapa mereka tega ? kenapa mereka tidak mau memandirikan kelompok ? tidak hanya itu masih banyak pertanyaan yang mungkin akan keluar, namun karena tidak mungkin di jawab dan siapa yang akan menjawab, ya akhirnya kita berbuat sekuat kita untuk memandirikan petani.

Memandirikan kelompok tani, tidak sekedar membalik telapak tanga. Perlu proses panjang, dan tahapan. bahkan perlu juga mengajak banyak para pakar untuk perduli dengan petani, dan pakar juga harus tahu persis kehidupan petani. Artinya pakar harus mau tinggal juga dengan petani, mau meneliti kehidupan petani, apalagi pada posisi sekarang petani tembakau pada persoalan yang sangat memilukan.

Petani tembakau banyak tekanan dari para pihak, kadang pada proses penanaman tembakau juga tergantung musim. Bahkan belakangan petani tembakau di Temanggung juga demo, untuk mempertahankan keberlangsungan tembakau. Sungguh aneh tapi nyata, larangan rokok jelas memberatkan bagi petani tembakau tanpa memberi solusi bagi petani tembakau, atau memberikan arternatif yang lain.

Dari obrolan dengan petani ketika mangantar teman-teman yang baru meneliti tentang rumah tangga petani tembakau. Sungguh mengharukan dalam hal bertahan untuk hidup, sangat salut kepada petani tembakau walaupun selalu banyak cobaan musim yang tidak menentu. Apalagi sekarang pada posisi yang tidak menentu, siapa yang akan membantu nasib petani tembakau.

Tentunya kita sebagai orang Temanggung harus membantu petani tembakau untuk memperjuangkan nasib tembakau. Karena tembakau Temanggung merupakan komoditas unggulan yang bisa menghidupkan roda ekonomi temanggung. Terimakasih pada peneliti yang mau meneliti tentang pertembakauan dan kehidupan petaninya.

Iklan

Responses

  1. bagaimana kalau paradigma diubah….dan bagaimana pula jika Gudang Garam, Sampoerna, dan Djarum Kudus digelitik terus supaya punya tanggung jawab moral dan sosial terhadap daerah penghasil tembakau?

  2. fotoku kok g ada mas? hiks..hiks…

  3. Iya itu kang PARA PEMILIK PABRIK TEMBAKAU juga harus bertanggung jawab dengan kerusakan HUTAN kita, coba aja besok entah kapan LEreng gunung merapai -sindoro akan menjadi padang pasirrrrrrr
    dan itu akan terjadi bukan hanya sekedar MIMPI dan omong kosong, lawong EROSInya luarbiasa jeeeee


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: