Oleh: mukidi | Maret 13, 2009

sekolah berwawasan lingkungan

membersihkan-rumput-dipolibag_resizeTidak begitu jauh dengan lokasi monumen meteor wonotirto. SMP 3 Bulu Temanggung memang begitu jauh dengan wilayah kota, namun SMP ini mempunyai ciri tersendiri dan tidak mau kalah dengan yanglain. “sekolah berwawasan lingkungan” menjadi impian bagi semua guru dan siswa.

Untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan SMP 3 menjalin kerjasama dengan pihak NGO lokal. Dian Permata Insani sebuah lembaga yang konsen dilingkungan mendukung dan mendampingan secara berkontiyu, dalam kegiatan ekstra yang bertema lingkungan.

satu tahun yang lalu, tepatnya Bulan September 2007, Dipersani mulai mendampingi dan mengadakan pendidikan lingkungan dengan bentuk pelatihan pembibitan bagi pengurus osis dan pramuka. Pada tahun yang sama tepatnya Bulan Desember 2007 penanaman hasil pembibitan siswa ditanam keliling sekolah sebagai tahanan terhadap longsor maupun erosi permukaan tanah.

Sudah satu tahun berjalan, nampak ada hasil, bibit yang ditanam mahoni, kayu walitis, keningar, pinus, sudah mencapai ketinggian yang bervariasi. Kayu walitis sudah mencapai ketinggian lebih dari 1 meter, mohoni ada yang 1 meter dan kurang dari satu meter. Tentunya untuk mewujudkan impian sekolah harus ditempuh dengan banyak strategi, biar siswa paham dengan lingkungan.

Komputer ramah lingkungan merupakan ekstrakulikuler yang dipandu langsung oleh Mukidi, aktivis lingkungan dari Dipersani. “bagaimana kemasan biar anak bisa komputer tapi paham dengan lingkungan, minimal tahu persis program lingkungan yang dijalankan di sekolahannya,”jelas Mukidi.

Pendidikan kebencanaan juga pernah dilakukan bagi pengurus osis dan bebarapa guru. Kegiatan pendidikan kebencanaan dengan harapan siswa paham dengan ancaman atau risiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan berkerjasama dengan JaRi, sebuah lembaga yang fokus dalam pemetaan bencana.

“kami sudah mulai memisahkan antara sampah yang organik dan non organik, yang organik ada yang rencana untuk dibikin pupuk, sedangkan yang non organik dibakar,” kata Nurmajid selaku ketua osis.

“wah aku akan mempublikasikan kegiatan ini, biar dipersani bisa dikenal banyak orang dan sekolah ini banyak dukungan dari para pihak,” kata Lutfi Syarifudin salah satu penulis remaja pada koran suara merdeka.

Sambil keliling sekolah dengan melihat pohon-pohon yang kelak jadi peneduh, sekaligus penyerap air dan melihat indahnya kota Parakan, Lutfi di dampingan Mukidi usai melihat pembibitan kopi yang ada dilingkungan sekolah. Ayoo sekolah mana yang ingin SMP N 3 Bulu…….jangan dikira di gunung tidak mempunyai kelebihan.

Iklan

Responses

  1. bagos pak Muk,..sekarang main ngelink ke luar halaman,..
    ben halamanmu g ketutup…

    SUKSES!!!

  2. Salam kenal Mas Mukidi, salut atas aktivitasnya membela lingkungan hidup

    • terimakasih mas wawan salam kenal kembali

  3. andaikan ada beberapa lagi orang2 seperti Mas Mukidi, saya optimis bahwa perjuangan mengkompromisasikan manusia dan lingkungan sekitarnya dapat membuatkan hasil yang baik. salut dan sukses selalu untuk mas kita yang satu ini.

  4. setuju sekali dengan sekolah semacam ini, ada ide2 baru lah.
    selama ini sekolah hanya mengajarkan menjawab pertanyaan yang sudah ada jawabannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: