Oleh: mukidi | Oktober 19, 2008

Wilujengan Tradisi Selikuran di Pagergunung

Oleh Mukidi

Pagergunung adalah salah satu desa yang terletak di Ketinggian 1200 m diatas permukaan laut, berjarak 12 Km dari ibu kota Kecamatan Bulu. Desa yang berbatasan dengan hutan lindung ini mudah ditempuh karena kondisi jalan sudah beraspal. Banyak orang mengenal tersebut sebagai jalur utama pendakian kepuncak Sumbing.

Warga Desa Pagergunung memiliki tradisi Khas bernama “wilujengan”, yaitu ziarah dan tahlil untuk para sahabat Ki Ageng Mangkukuhan yang dimakamkan di petilasan Plebengan. tradisi tersebut selalu diselenggarakan tiap tahun saat memasuki tanggal 21 Ramadhan.

Wilujengan tahun ini berbeda dari biasanya. Kegiatan yang dilaksanakan pada jum’at sore, 13 Oktober 2006 tersebut digelar lebih serius dengan prosesi dari masjid menuju petilasan plabengan yang berjarak 1,5 Km dari Dusun Cepit Pagergunung.

Seluruh peserta berpakain adat jawa ala Mataram. Arak-arakan diawali oleh empat prajurit yang memikul nasi tumpeng kuning, kemudian disusul empat prajurit lainnya yang memikul sesajen, lalu dibelakangnya adalah para sesepuh dusun dan pemuka masyarakat, dan rombongan paling belakang adalah warga desa dan aparat keamanan. Mereka berjalan sambil bersholawat ala jawa dengan iringan alat musik terbang dan kendang.

Memasuki petilasan, Mbah Suyono, 76 tahun, selaku juru kunci mengambil posisi didepan para prajurit untuk mengucapkan salam kepada para leluhur, diantaranya Ki Ageng Lurah Tunggul wulung, Ki Ageng Gadung Melati, Nyai Tanjungsari, Nyai Rantamsari, Syekh Damyakin, dan sekabat Ki Ageng Mangkukuhan. Kemudian rombongan mengambil posisi duduk melingkar mengelilingi nasi tumpeng dan sesaji sambil bersholawat. Setelah duduk khimat lalu dilanjutkan dengan bacaan tahlil.

acara selesai sekitar pukul 17.15 wib dan dilanjutkan wilujengan di dusun bertempat di masjid tempat rombongan berangkat. Diwilujengan ini masyarakat mengadakan tumpeng putih dan 1 ekor ayam yang dimasak. Puncak tradisi selikuran adalah ziarah ke makan Ki Ageng Mangkukuhan di puncak Gunung Sumbing.

Desa Wisata

Ziarah ke makam Ki Ageng Mangkukuhan di puncak Gunung Sumbing sudah menjadi ritual masyarakat Temanggung. Bahkan bagi warga Desa Pagergunung ziarah ke petilasan sahabat dan kerabat leluhurnya wong Temanggung itu juga mempunyai spirit tersendiri. Sehingga tidak berlebihan jika mulai tahun ini prosesi dilakukan lebih serius.

Namun sangat disayangkan, batu nisan di petilasan Plabengan banyak yang hilang dicuri. Padahal tradisi unik di Pagergunung ini sangat potensial dijadikan wisata religi, jika serius digarap dan dijaga kelestariannya. Mbah Suyono menuturkan, “sedoyo barang ingkang wonten mriki dipun colong tiyang dipun pindah wonten tegalipun piyambak, namun dipun penging malah mencak-mencak”.

Peziarahan malam selikuran ke puncak Sumbing cukup banyak. Giyono, 32 tahun, salah satu anggota Tim SAR Pagergunung, mengatakan bahwa pengunjung tahun ini yang tercatat dalam buku daftar pendakian sebanyak 675 orang, meningkat dibanding tahun lalu karena tahun ini panitia juga mengelar panggung hiburan.

Disela-sela kesibukan mendata pengunjung dan persiapan pendakian, Giyono sempat melontarkan harapan agar pagergunung bisa menjadi desa wisata. Dia juga berharap kepada Perhutani supaya mempercepat reboisasi, karena masyarakat kurang sadar menanami pohon besar dilahan milik sendiri.

tulisan ini dimuat di tabloid stanplat Temanggung, edisi No. 4 oktober 2006

Iklan

Responses

  1. Ini kali pertama tahu ada blog tentang Sumbing…
    Gunung-yang menurut saya terlalu sering didaki oleh para pecinta lingkungan sekaligus namun haus akan cinta kasih….
    Gunung yang indah, saat saya lihat dari Muntilan…
    trimakasih ada yang peduli dengan SUMBING…
    Sukses mas Mukidi…..

    matur suwun.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: