Oleh: mukidi | Mei 31, 2008

kliping di media

Laporkan Kerusakan Hutan Sumbing

TEMANGGUNG-LSM Dian Permata Insani kecamatan Bulu, Temanggung, baru-baru ini melaporkan kondisi hutan Gunung Sumbing yang cukup parah. Mereka meminta Perum Perhutani meninjau kembali program gebrus jalur, karena selama ini banyak negatifnya terhadap upaya pelestarian alam.

Ketuanya Mukidi, menduga program yang sudah berlangsung tiga tahun itu melenceng dari rencana semula. Yakni tak mencapai sasaran dan telah menjadi “lahan bisnis” orang-orang tertentu.

Semula, gebrus jalur (membuka lahan kosong untuk pertanian-Red) diberikan untuk petani yang tak memiliki lahan, tanpa dipungut biaya. Dengan konsekuensi, petani penggarap menanam tanaman pertanian dan tanaman penghijauan untuk pelestarian alam.

Petani Mampu

Tapi dalam praktek, sebagian besar penggarap adalah petani yang tergolong mampu. Mereka bisa mendapatkan lahan itu setelah membayar sampai ratusan ribu rupiah. Setidaknya kasus ini diduga terjadi di Desa Wonotirto dan Pagergunung, Kecamatan Bulu.

Asper KPH Perhutani Temanggung, Arie Soetjipto, di ruang kerjanya belum lama ini menyatakan program ini akan berakhir pada tahun ini. Dia belum tahu apakah akan diteruskan atau dihentikan.

“Sekarang sedang kami kaji dampak positif dan negatif program itu. Maka saya mohon maaf belum bisa menjelaskan terperinci,”kata dia. (nt-58g)

suara merdeka, 15 Mei 2001

Selasa, Halaman XV

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: