Oleh: mukidi | Februari 5, 2019

Kopi Temanggung

WhatsApp Image 2019-02-05 at 10.28.59

poto by Mukidi

Kabupaten yang terletak di wilayah Jawa tengah ini potensinya pertanian dan perkebunannya luar biasa. Kabupaten Temanggung yang mempunyai aneka produk unggulan mulai dari kopi, tembakau, vanili dan kayuan.

WhatsApp Image 2019-02-05 at 10.29.18

poto by Mukidi

Kopi Temanggung dengan hamparan yang luas, untuk jenis kopi robusta pada dataran yang rendah. Kopi robusta sentranya mulai dari Kecamatan Pringsurat, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Jumo, Gemawang, Candiroto, Bejen dan sebagian Kecamatan Wonoboyo.

Untuk Kopi Temanggung yang jenis arabika, tumbuh pada dataran tinggi dan kebanyakan tanamnya masih untuk pembatasan lahan antar kebun, konservasi, serta berpaduan dengan tanaman semusim. Jenis arabika ini tumbuh di wilayah Kecamatan Selopampang, Tembarak,Tlogomulyo,Bulu, Parakan, Kledung, Bansari,Ngadirejo, Wonoboyo, dan Tretep.

Kopi Temanggung sudah memiliki sertifikat Indikasi Geografis, baik yang robusta maupun yang arabika. Tanda Indikasi geografis yang arabika dengan sebutan kopi arabika java sindoro dan sumbing. Tanda IG untuk robusta, kopi robusta Temanggung.

Artinya kopi Temanggung mempunyai karakteristik yang beda dengan wilayah lainnya. Dalam beberapa lomba kopi nasional untuk kopi Temanggung selalu mendapat rangking. Dalam berbagai kontes internasional juga selalu mendapat nama.

WhatsApp Image 2019-02-05 at 10.30.01

poto by Mukidi

Minat untuk tanam kopi bagi petani semakin banyak, ini terlihat banyak program pembagian bibit kopi dari pemerintah maupun pihak swasta. Pertumbuhan kedai kopi di Kabupaten Temanggung semakin banyak, mulai dari yang manual hingga sampai pada yang pakai mesin.

Banyaknya kedai kopi bisa jadi indikator bawa minat untuk konsumsi kopi di Temanggung meningkat. Ada juga kelompok-kelompok tani yang sudah mulai untuk proses kopinya dari gelondong sampai jadi bean/biji kopi.

Kopi Temanggung banyak dipasarkan dalam bentuk biji kopi, biji sangrai, maupun bubuk. Untuk belanja sekarang sangat muda bisa didapat lewat online. Begitulah sekelumit tentang kopi Temanggung dan “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta”.

 

Oleh: mukidi | Januari 29, 2019

Mencari Ilmu Perkopian di Lembah Posong

whatsapp image 2019-01-29 at 09.38.24

poto by Rizal

Berawal dari diskusi selapanan kelompok tani mekar tani jaya, Dusun Jambon Desa Gandurejo, Bulu Temanggung Jawa Tengah. Salah satu kesepakatan nya adalah untuk belajar dan melihat ke lokasi kebun kopi di wilayah Tlahap. Penulis mendapat tugas untuk kontak salah satu ketua IG Arabika yaitu Pak Tuhar untuk minta waktu agar berkenan atau memperbolehkan lokasi kebunnya untuk belajar.
Kesepakatan terjadi untuk kunjungan ke lokasi kebun pak Tuhar yaitu hari Kamis, 24 Januari 2019. Hari yang ditentukannya sampai dan mekar tani jaya berkumpul sesuai dengan yang disepakati.

whatsapp image 2019-01-29 at 09.38.23

poto by Rizal

Dua kelompok dari Gandurejo Bulu terdiri dari wanita tani puspa dan mekar tani jaya menimba ilmu ke lokasi kebun kopi posong milik pak Tuhar. Selama 3 jam terdiri dari paparan tentang kopi dan praktek lapangan. Kunjungan lapangan ini didampingi dari penyuluh lapangan dari Kecamatan Bulu Muhammad Ikraf.
Tak ketinggalan juga penyuluh lapangan dari Kecamatan Kledung juga menyambutnya. Dalam sambutannya Ikraf begitu panggilan akrab dari Muhammad ikraf, menyampaikan bahwa ini proses belajar, dan harus optimis bisa mewujudkan kebun seperti milik pak Tuhar.

whatsapp image 2019-01-29 at 09.39.46

poto by Rizal

Tuhar sendiri selaku pemilik kebun memberikan gambaran tentang kopi dan analisa ekonominya dari sisi budidaya kopi. Dalam lahan yang dikelolanya terlihat kopi berpaduan dengan cabai, dan terlihat juga bekas sogol atau pohon tembakau. Tuhar menunjukkan dan memberi tanda salah satu pohon yang pernah panen 40 kg kopi basah.
Usai paparan dari Tuhar juga masih ada paparan tentang pola Tlahap dari Yamidi. Dalam paparan dijelaskan bahwa dulu awal sejarah kopi masuk ke Tlahap untuk adalah untuk konservasi lahan, sekitar tahun 1998. Beberapa tawaran awal mulai dari aneka pohon dari pemerintah yang akhirnya masyarakat memilih kopi.
Yamidi juga menjelaskan teknis menanam dan memangkas kopi. Mulai dari pangkas bentuk, pangkas produksi hingga pangkas peremajaan. Terjalin diskusi usai paparan dari pak Tuhar dan pak Yamidi.

whatsapp image 2019-01-29 at 09.38.23(1)

poto by Rizal

Acara selanjutnya pembagian kelompok untuk praktek pangkas kopi. Kelompok dibagi 3, dan praktek pangkas masing-masing dipandu Pak Tuhar, Pak Yamidi, dan Pak Kuwato ppl dari wilayah setempat.
Nampak antusias kelompok mekar tani jaya dan kwt puspa dalam melakukan praktek pemangkasan. Itu terbukti mereka sangat aktif terlibat proses interaksi dengan pemandu dalam praktek. Semangat-semangat dalam menimba ilmu hingga ke lembah posong dengan harapan bisa menerapkan di Gandurejo. Harapan dan mimpi-mimpi untuk bisa mewujudkan atau menambah kesejahteraan rumah tangga petani dan menyelamatkan lahan dari erosi harus segera diimplementasikan. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta.

Oleh: mukidi | Januari 25, 2019

Selangkah Realisasikan Mimpi

whatsapp image 2019-01-25 at 12.55.50(1)Proses diskusi merupakan sebuah langkah untuk menuangkan ide-ide. Gagasan mungkin bisa dianggap sepele, karena perlu langkah contoh, dan bukti yang bisa dilihat. Konsep-konsep itu perlu dalam langka membangun kemandirian petani, yang pada akhirnya akan berdampak peningkat kesejahteraan pada diri keluarga petani.

Berangkat dari pertemuan selapanan atau per 35 hari ketemu, sering sharing sehingga akan ada perubahan pola pikir. Kadang perubahan pola pikir sudah ada tapi keberanian mengambil tindakan belum ada karena tampil beda dengan keluarga tani lainnya.

whatsapp image 2019-01-25 at 12.55.47Tukijan, Trimo, Sio, Saifudin dan anggota “mekar tani jaya” Jambon Gandurejo Bulu Temanggung, Jawa Tengah. Mereka mulai berani mengambil sikap untuk menanam kopi dan alpokat. Tukijan yang kebunnya bersebelahan dengan penulis ternyata mengalami tanaman kopi milik penulis. Dari cara pangkas, pemupukan dan lainnya.

Melihat merupakan proses belajar yang luar biasa, kini Tukijan pekarang yang satu ditanami kopi dan ada alpokat. Januari 2019 mekar tani jaya menanam kopi dan alpokat dengan harapan bisa menata lingkungan dan ekonomi. Semangat dan antusias mereka terlihat sekali ketika ambil bibit langsung ditanam pada lahan masing-masing, karena mengajar masih dalam musim hujan.

Langkah memadukan komoditas tahunan ini bentuk menata penghasilan yang akan jadi tabungan. Sehingga dalam satu lahan akan tercipta panen musiman dan tahunan. Langkah merealisasikan sebuah mimpi merupakan tahap awal ketika mereka mulai menanam.

whatsapp image 2019-01-25 at 12.55.47(1)Tentunya masih ada tahap belajar lainnya yaitu merawat sampai pada menghasilkan sebuah buah. Ujian selanjutnya tak lain menjaga konsistensi dan tahan godaan. Berubah untuk memperbaiki diri itu lebih baik, tentunya menuju perbaikan lahan dan ekonomi.

Keseriusan lainnya terlihat mulai dari mengatur jarak tanam, dan bahkan ada yang menata terasnya. Semoga selangkah merealisasikan sebuah mimpi pada tahap awal ini akan bisa terlampaui. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta”. Salam petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi.

Oleh: mukidi | Januari 16, 2019

Bangkit Dan Berbenah “Mekar Tani Jaya”

whatsapp image 2019-01-15 at 18.37.38Pertemuan selapanan atau kumpul sekali selama 35 hari, merupakan agenda rutin bagi kelompok “mekar tani jaya” Dusun Jambon Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Kelompok yang berdiri pada 8 Juli 2013 dengan nomor registrasi 33.23.020.015.1.05, mengalami proses alami keanggotaan. Kini mekar tani jaya sudah menemukan anggota yang solid dengan pengurusnya juga. Pertemuan pada tanggal 15 Januari 2019, banyak dipaparkan tentang kegiatan yang telah diupayakan pengurus.

whatsapp image 2019-01-15 at 18.38.16Saifudin sebagai ketua kelompok menyampaikan beberapa hal yang telah diupayakan, kegiatan bersinergi dengan dinas terkait maupun kegiatan swadaya. Rohim sebagai bendahara menyampaikan kondisi keuangan kelompok yang berwujud kas, maupun uang yang dipinjam oleh anggotanya.

Peyuluh lapangan dari dinas terkait Muhammad Ikaf memberikan pengarahan banyak dan sangat merespon kegiatan yang sudah dilakukan. Dalam sambutannya Ikaf begitu panggilannya memberikan motivasi bahwa setiap bulan selalu dicuci dengan ilmu, namun ilmu itu harus diprakteknya sehingga akan mempunyai manfaat yang luar biasa.

Ikaf mengajak agar kelompok mengembangkan potensi diri dari mulai pembuatan pupuk organik baik padat maupun cair, sampai pada pestisida nabati. Apa yang disampaikan Ikaf mendapat respon positif dan jadi agenda dalam Januari akhir akan dipraktekkan.

Penulis menyampaikan sedikit berupa upaya untuk menata ekonomi dan lingkungan, dengan tawaran menanam kopi dan alpokat. Tanaman jangka panjang dan mempunyai nilai ekonomi dan ekologi ini dibagikan cuma-cuma, dan responnya juga luar biasa. Upaya lain dengan pengaduhan domba, dengan sistim bagi hasil. Pengaduhan domba untuk anggota mekar tani jaya masih jadi pertimbangan.

whatsapp image 2019-01-15 at 18.37.09Hadir juga dalam pertemuan Bapak Adi pesiunan dari perkebunan yang masih mempunyai semangat untuk berbagi. Dalam acara lain-lain Pak Adi menyampaikan respon yang luar biasa, karena Dia mengamati perkembangan mekar tani jaya. Mulai dari pinjaman untuk kelompok dan antusias anggota untuk bertemu atau berkumpul, dan pertemuan itu sarana untuk belajar, begitu respon pak Adi.

Usai pertemuan dilanjut kelokasi anggota mekar tani jaya yang berminat untuk tanam kopi. Cek lokasi ini bertujuan untuk memastikan jumlah yang mau ditanam terkait dengan luas lahan petani. Pak Adi juga memberikan masukan tentang cara pangkas karena di lahan milik Tukijan sudah ada beberapa batang kopi tapi belum dirawat maksimal. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta”whatsapp image 2019-01-15 at 18.37.38

Oleh: mukidi | Januari 8, 2019

Melangkah Kebun Kopi Mukidi

poto by Imam Diko

poto by Imam Diko

Kopi Temanggung, disitulah ada rumah Kopi Mukidi. Kedai kopi yang sekaligus juga rumah pribadi, terletak di Dusun Jambon Desa Gandurejo Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung.

Rumah Kopi Mukidi menyediakan beberapa kopi dari olahan kopi wilayah Kabupaten Temanggung. Kopi dari kebun sendiri dan kopi dari petani sekitar ada di Rumah kopinya yang ditata seperti kedai kopi.

Sebelum mulai aktivitas pagi Rumah Kopi Mukidi melakukan diskusi pagi sebagai bentuk motivasi dan evaluasi kegiatan hariannya. Minggu pagi 6 Januari 2019 belum usai forum pagi sudah datang pelanggan untuk ngopi. “kok sudah pagi-pagi, maaf tunggu sebentar ya, kita masih meeting” begitu salah satu staf di Rumah Kopi Mukidi.

whatsapp image 2019-01-07 at 11.58.46

poto by Imam Diko

Karena ini merupakan pelanggan dari Magelang dan sudah sering ke Rumah Kopi Mukidi, Dia langsung menuju lantai dua. Usai diskusi pagi penulis menemani tamu dan diskusi mengalir. Obrolan kecil mulai dari proses perubahan tempat dari tidak ada tanaman kopi yang ditata dipolibag, hingga kini sudah ada. Hingga sebuah mimpi bagaimana untuk kemajuan perkopian di Temanggung.

Dari diskusi sambil melihat kecerahan cuaca pagi itu, pelanggan mengajak untuk diantar melihat kebun kopi Mukidi. Penulis mengajak yang dekat saja ya, pelanggan yang datang termasuk pelanggan lama, kerena sudah lebih dari 3 tahun atau bisa dia tahu persis ketika penulis baru mulai membuat kopi.

Melihat kebun kopi yang kecil ternyata tidak menantang begitu katanya, dan mangajaknya lokasi yang jauh. Penulis mengikuti saja dan menjelaskan tapi jauh dan jalan licin. Perjalanan pelan dan ketika melihat lokasi yang indah berhenti. Penulis juga menunjukkan lokasi kebun keluar kopi mukidi yang sudah mulai pada tanam kopi serta menjelaskan sebuah mimpi membuat kedai di kebun.

Menuju lokasi yang jauh perlu tantangan jalannya licin apalagi penulis pakai motor kecil. Perjalanan kurang lebih 4 km, namun perjalanan menuju kebun Kopi Mukidi selalu para pelanggan menikmatinya sekaligus buat proses belajar. Banyak pengalaman yang didapat ketika menuju kebun Kopi Mukidi, belajar tentang konservasi, belajar tentang aktivitas petani.

Motor tidak bisa sampai kelokasi kebun Kopi Mukidi, masih harus berjalan bagi penulis paling 10 menit, tapi bagi tamu bisa lebih. Tamu agak kelelahan karena lupa bawa air mineral. Sampai dilokasi kebun Kopi Mukidi terlihat kakak dari penulis baru olah lahan tanam komoditas selain kopi.

Kebun Kopi Mukidi dari dulu dikerjasamakan dengan sistim petani boleh tanam komoditas selain kopi, tapi tidak boleh mematikan kopi. Tanpa ada bagi hasil dan sewa tanah, artinya hasil tanaman selain kopi untuk petani penggarap. Mukidi mengembangkan konsep itu sudah lebih dari 11 tahun. Bentuk kerjasama itu sebagai bentuk untuk proses belajar bersama agar petani paham dan melihat bagaimana cara merawat kopi.

O ya bagi yang mau berkunjung atau berjelajak kebun Kopi Mukidi boleh kok, tapi konfirmasi dulu. Untuk konfirmasi melihat kebun bisa hubungi ke no 087 719 052 174. Begitu sekelumit coretan dari jelajah kebun Kopi mukidi dan itulah “secangkir kopi ada cerita,banyak saudara, dan penuh cinta”

Oleh: mukidi | Desember 28, 2018

Berlibur Mengenal Wilayah

WhatsApp Image 2018-12-25 at 19.24.16Kopi Temanggung siapa yang tidak tahu? Rumah Kopi Mukidi mengambil waktu libur sehari. Pengumuman tutup sehari diumumkan di google map, Instagram, facebook. Libur sekaligus wisata kali ini mengambil tempat wilayah Temanggung.
Wisata kopi Temanggung boleh disebutnya, melihat pola tanam dilokasi yang beda merupakan proses belajar. Melihat kondisi lapangan kebun punya teman-teman petani bisa sarana menambah wawasan dalam hal budidaya kopi.
Tujuan pertama adalah kebun kopinya Pak Tuhar, kebun kopi ini sering buat kunjungan petani lain kabupaten. Kebun yang menerapkan pola Tlahap ini memadukan tanaman kopi dan tanaman pertanian dan perkebunan lainnya.
Kebun kopi Pak Tuhar pernah buat lokasi shoting film filosofi kopi, terlihat juga poto Tuhar bersama salah satu artis dan dipasang kedainya. Kedai yang terletak ditengah kebun kopi ini bisa jadi pilihan berlibur atau sarana belajar tentang kopi. Dari kedai tersebut ketika cerah dibelakangnya bisa melihat Gunung Sindoro, dan dari jendela yang dibuka bisa melihat Gunung Sumbing.
WhatsApp Image 2018-12-25 at 19.24.16(1)Usai dari kedai kopi pak Tuhar yang dikenal dengan kedai kopi posong, Kami bersama tim KOPI MUKIDI berlanjut memenuhi undangan owner Taman Posong. Penulis dan tim masuk taman posong terlihat acara musik sudah dimulai, sambutan hangat sangat owner beserta keluarga besarnya sangat ramah.
Penulis berkeliling melihat sebuah lokasi baru yang akan digunakan untuk edukasi kopi begitu penjelasan yang mendampingi penulis. Kopi jenis arabika sigarar utang danlinni es banyak dikembangkan di lokasi yang mau buat edukasi kopi, jelas salah satu tim taman posong.
WhatsApp Image 2018-12-28 at 07.09.51(1)Usai makan siang kami melanjutkan perjalanan menuju ke wapit, salah satu lokasi wisata alam yang ada di wilayah Kecamatan Ngadirejo Temanggung. Perjalanan menuju wapit kami lalui dari jalur atas masuk Randu, Tuksari, dan seterusnya. Kondisi jalan desa yang sudah bagus dan beraspal menambah nikmati perjalanan kami.
Sampai lokasi wapit hujan dan sembari menunggu minuman dan makanan yang kami pesen tak lupa keasrian alam dengan khas pohon pinusnya kami nikmati bersama keluarga besar Kopi Mukidi. Usai makan menikmati minuman dan makanan yang kami pesen, tak ketinggalan sesi poto berlanjut. Terlihat mobil tua sebagai objek poto menjadi daya tarik tersendiri.
WhatsApp Image 2018-12-28 at 07.09.51Wapit bisa jadi pilihan wisata untuk berlibur bersama keluarga, pemandangan alam dan lahan pertanian sekitarnya bisa jadi daya tarik tersendiri bagi yang hobi potografer.
Perjalanan selanjutnya sembari menikmati musik dan kopi kami bersama tim Kopi Mukidi, tentunya sambil makan sekalian di AF cofeshop. Menikmati libur sehari di wilayah lokal Temanggung, menjadi kebanggaan tersendiri. Bisa ketemu dengan teman-teman, bisa saling belajar dan belajar dari banyak hal. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara, dan penuh cinta,”.

Oleh: mukidi | Desember 6, 2018

Jalinan Silaturahmi, Konservasi dan Lingkungan

WhatsApp Image 2018-12-06 at 14.36.47

poto by wahyu ids

Saya mencoba mengingat ketika ketemu dengan Wahyu Ids, peneliti capung. Saya ketemu tahun 2015 ketika waktu ada final lomba kopi yang diadakan oleh asosiasi eksportir kopi Indonesia. Waktu itu bertepatan dengan acara rutin “sepuluh ewu kopi”.

Namun karena sesuatu hal saya tidak bisa melihat jalannya acara sepuluh ewu kopi waktu itu. Mas Wahyu Ids mengenalkan saya dengan pak Iwan sanggar genjah arum. Ngobrol banyak terkait kopi waktu itu.

Perkenalan dengan mas Wahyu Ids, sampai saat ini masih berlanjut dengan kabar dan sapa kadang lewat media sosial bahkan berkunjung ke tempat saya. He he he malah saya sendiri belum pernah berkunjung ke kedai mas Wahyu Ids yang ada di Yogyakarta.

Selasa kemarin, 4 Desember 2018 mas Wahyu Ids, bersama teman-temannya berkunjung ke rumah kopi mukidi di Dusun Jambon Desa Gandurejo Bulu Temanggung Jawa Tengah. Ketika itu saya masih ngobrol banyak tentang penanaman kopi dengan famili saya, penyiapan lahan dan lainnya.

Teman mas Wahyu Ids seorang fotografer yang barusan saja pameran di luar negeri. Setelah ngobrol banyak tentang konsep kemandirian petani saya ceritakan fotografer mulai mengambil gambar-gambar lahan pertanian. Aktivitas petani pagi waktu itu juga menjadi hal yang menarik bagi Poriaman Sitanggang sang fotografer.

Saya dan mas Wahyu Ids ngobrol banyak tentang banyak potensi Temanggung mulai dari pertanian hingga sirklus panen dari tanaman satu ke tanaman lainnya. Kami sambil melihat juga Poriaman Sitanggang menerbangkan drone untuk mengambil lanskap di wilayah rumah saya. Usai pengambilan gambar, Poriaman Sitanggang ingin melihat lagi perubahan lahan ketika saat ini menanam dan dua bulan kedepan perubahannya.

Saya kemudian mengajaknya untuk melihat kebun kecil yang dekat dengan rumah. Saya jelaskan lebih detail tentang konsep kemandirian petani dengan bentuk olah lahan. Bahkan saya juga memberikan contoh beberapa pohon kopi yang sudah dipangkas dan belum dipangkas. Saya juga mencoba menjelaskan tentang olah lahan sesuai kaedah konservasi. Olah lahan sesuai kaedah konservasi merupakan langkah untuk mengurangi tingkat erosi.

Usai saya jelaskan terkait konsep kemandirian dan lainnya, kami menuju kelembah genting. Orang sini menyebutnya Genting, yaitu sebuah jalan dan ketika disitu berdiri saat cuaca cerah dua gunung kebanggaan Temanggung sangat luar biasa. Saya menunggu sesaat dan melihat Poriaman Sitanggang mengambil gambar untuk dokumennya.

Usai ambil gambar dilokasi wilayah Sumbing, kami meluncur ke wilayah Sindoro. Lokasi yang kami tuju adalah blok kopen yang merupakan kebun kopi di Desa Tlahap Kledung Temanggung. Lokasi kebun tepatnya milik Pak Tuhar, pernah buat shooting filosofi kopi. Saya lokasi itu tutup, tapi bagaimana agar kami bisa ketemu dengan pak Tuhar. Saya coba kontak pak Tuhar dan menjawab ya sebentar tak kesitu.

WhatsApp Image 2018-12-06 at 14.37.24

poto by wahyu ids

Saya dan teman-teman sambil menunggu pak Tuhar datang sambil melihat kebun kopi yang begitu rimbun dan penataan yang luar biasa. Saya yakin tidak hanya petani yang tertarik ketika melihat kebun kopinya Pak Tuhar, semua orang yang datang pasti tertarik apalagi aroma bunganya akan mengharumkan kedai kopi yang dikelolanya.

Usai Pak Tuhar datang, menyusul anaknya yang bernama wisnu dan trus disuruh menyajikan kopi. Obrolan tentang blok kopen sambil menikmati kopi hasil olahannya tak mengurang semangat ingin tahu tentang blok kopen, walaupun hujan semakin deras. Wilayah sini dulu memang kopi bagus dan wajar kalau sekarang ketika ditanam kembali jadi seperti ini. Tuhar menceritakan banyak tentang karakteristik kopi arabika miliknya yang mempunyai aroma yang beda dengan wilayah lain. Perbedaan tersebut karena banyak faktor, mulai dari tanah dan tanaman sekitar.

Karena waktu Poriaman Sitanggang yang harus ketemu temannya di Jogja, dan waktunya sudah ditentunya dan mohon pamit. Dan berjanji pasti tidak lama akan datang berkunjung lagi. Itulah secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta.

Oleh: mukidi | November 6, 2018

Bersinergi Membangun Kekuatan

WhatsApp Image 2018-11-05 at 21.56.49Berkelompok itulah sebuah kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Salah satu langkah agar paham dan memahamkan pikiran kepada semua anggota tak lain yaitu pertemuan kelompok.

Kelompok tani “Mekar Tani Jaya” Dusun Jambon Desa Gandurejo Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Pertemuan rutin kali ini membahas banyak hal, bahkan menghadirkan banyak narasumber. Narasumber tersebut mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung maupaun dari Kecamatan Bulu.

Penyuluh lapangan Muhammad Ikaf H, memberikan arah terkait pupuk yang belum diambil dengan kartu tani segera diambil. Jadi menarik kerena pertemuan kali ini juga hadir dari BPJS Ketenagakerjaan dan sosialisasi tentang BPJS non upah.

Saya sedikit memberikan masukan tentang berorganisasi agar kuat. Dan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Temanggung memberikan tentang tembakau murni Temanggung yaitu Kemloko,begitu arahan dari Pak Dadi. Menghimbau kepada semua petani kalau mau tanam bisa minta bijinya dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

WhatsApp Image 2018-11-05 at 21.16.30Dan dari narasumber berikutnya masih dari dinas terkait memberikan masukan bagaimana agar kelompok ini maju, harus ada pertemuan rutin, terkait adminitrasi kelompok lengkap dan jangan lupa untuk menggali dana. Dana bisa dicari dengan banyak cara, mulai iuran atau dan lainnya.

Pertemuan kali ini berakhir sekitar jam 16.30 tapi karena pertemuan dianggap sehingga ada kelanjutan untuk dilanjut pada jam 20.00 wib. Lokasi pertemuan malamnya ditempat penulis di “Rumah Kopi Mukidi”.

Hadir pertemuan malam harinya, 16 orang dari 22 anggota. Petemuan pada malam harinya bagaimana kelompok bisa maju, salah satunya adalah membuat aturan. Penulis memberikan sedikit tentang aturan kelompok dari waktu pertemuan rutin dan tingkat kedatangan. Bagaimana ketika datang terlambat dan tugas kelompok yang harus mengeluarkan anggaran dan sumber anggarannya gimana.

Pertemuan lumayan sedikit 2 jam lamanya tapi menghasilkan keputusan yang luas biasa. Memupuk kebersamaan kelompok dan anggota, dan itulah “secangkir kopi ada cerita, banyak saudara dan penuh cinta.

Oleh: mukidi | November 5, 2018

Kenal Supaya Sayang

TakIMG20181102091144.jpg kenal maka tak sayang begitu kata pepatah. Hal itu berlaku untuk apapun tak lain untuk kopi. Kopi merupakan komuditas perkebunan yang menjanjikan. Bahkan dalam dunia bisnis siapa yang tidak tahu, perkembangan bisnis kopi terutama di kedai kopi perkembangannya begitu cepat.

Perkembangan kedai kopi begitu cepat artinya tingkat peminat pasar lokal sungguh menjanjikan. Tentukan pertumbuhan pasar yang cepat harus juga diimbangi dengan produksi tak lain pada sisi budidaya.

Sisi budidaya ini merupakan hal yang paling dasar. Petani merupakan ujung tombak dalam hal budidaya. Kepemilikan lahan yang sempit dan harus berfikir cerdas agar tingkat produksi meningkat ini perlu banyak hal yang dilakukan.

Budidaya ini meliputi dari persiapan bibit yang bagus/unggul, pemupukan, pemangkasan. Tahap selanjutkan adalah paska panen kopi, petik merah itu hal yang harus dilakukan. Sortasi awal memilih buah usai petik yang bagus atau full merah dan kurang merah. Perambangan awal merupakan langkah yang harus dilakukan agar buah bagus dan kurang bagus bisa dibedakan.

Paska panen juga bisa banyak proses mulai dari natural dan lainnya. Pada tahapan proses ini juga bisa mempengaruhi pada aroma dan cita rasa. Tahap selanjutnya pada sortasi biji kopi. Sortasi biji yang masih mentah yaitu untuk memisahkan kopi yang utuh, pecah, hitam dan lanang.

Pengenalan kopi selanjutnya adalah pada sangrai kopi. Pada sangrai kopi ini perlu mengenal biji kopi, mesin sangrai. Tentunya setiap mesin itu beda bahan bakunya,dan ini yang harus semua orang pahami, karena ketebalan plat dan lainnya.

Penyajian ini yang jadi menarik dan semua orang ingin bisa bikin kopi sendiri, bahkan sekarang sudah mulai banyak rumah yang punya alat manual agar bisa bikin kopi sendiri. Mengenal lebih dekat akan semakin nikmat kopi yang kau buat, dan ituah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta” itulah slogan dari kopi mukidi. Bagi yang minat untuk belajar kenal kopi lebih dekat bisa kok kelas privat maupun kelompok.IMG20181102091144.jpg

Oleh: mukidi | November 2, 2018

Jelajah Gumuk Papringan

jepretan Rizal MuhaiminPasar papringan sebuah pasar per-2 mingguan yang dikelola oleh warga Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Pasar di area kebun bambu ini selalu berbenah dan mengembangkan pontensi yang ada disekitarnya.

Obrolan dengan pengelola dan banyak relawan dari berbagai universitas serta asal daerah berbeda semakin menambah nuansa keakraban. Relawan disitu membantu dari sisi design dan memetakan banyak problem mulai dari persoalan pertanian.

Penulis sudah 2 kali ngobrol dengan petani, tak menemukan generasi penerus petani. Minimnya anak muda atau remaja untuk mengeluti pertanian harus digugah, dengan cara lain. Mungkin dari olah hasil pertanian kemudian mereka akan tahu sumber mentahnya, ini hanya gagasan penulis saja.

Pertemua dengan beberapa petani yang ke-2 ini di kebun bambu yang bisa buat gelaran pasar papringan kali ini penulis mengajak anak pertamanya, tak lain ini sebagai proses belajar dan berinteraksi banyak orang, serta proses kaderisasi.

Dari obrolan dengan pengelola bahwa akan diterapkan jelajah kebun yang ada diwilayah sekitar pasar papringan. Mulai berbenah dari kebun kopi dari cara perawatan, pengaturan jarak tanam dan penaungnya atau perpaduan tanaman kopi dan pohon lainnya. Tak ketinggalan olah lahan sesuai kaedah konservasi harus diterapkan.

Kali ini penulis harus mempraktekkan mulai dari pangkas kopi dan juga olah lahan sesuai kaedah konservasi. Olah lahan sesuai kaedah konservasi pada lahan yang sudah ada tanamannya dan harus menyelamatan tanaman yang ada. Dalam pertemuan yang ke-2 terlihat mbak Dwi dan Pak Yuwono, suami istri alumni dari oisca ini memberikan masukan tanam dulu yang paling mudah tumbuh, dan jangan lupa kebunnya juga ada tempat komposting.

Setelah penulis memberikan masukan cara pangkas dan dilanjut petani yang punya kebun juga mempraktekkannya. Usai praktek istirahat serta evaluasi kegiatan yang dilakukan sambil menikmati cemilan. Pengelola pasar papringan mengajak agar materi yang diterima dipraktek dikebun masing-masing. Pertemuan berikutnya akan dikunjungi tiap kebunnya. Pertemuan sore itu sungguh luar biasa dan itulah “secangkir kopi ada cerita, banyak saudara dan penuh cinta”.

Older Posts »

Kategori