Oleh: mukidi | Agustus 9, 2019

KOPI MUKIDI DAN POTO PREWEDDING

WhatsApp Image 2019-08-08 at 12.55.31Poto prewed belakang semakin digandrungi oleh para muda-mudi yang mau menikah. Pemandangan alam, hutan pinus bahkan gunung dijadikan tema untuk pengambilan poto, bahkan angel pengambilan ditata begitu bagusnya oleh potografer maupun diskusi dengan yang mau nikah.
Kali ini temanya potonya adalah kopi, dan lokasi pengambilan gambar di Rumah Kopi Mukidi. O ya Rumah Kopi Mukidi tepatnya di Dusun Jambon Desa Gandurejo Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung, tentunya sekarang tinggal ketik di google map sudah pasti muncul.
Rizky dari Plantungan Kendal melakukan poto prewedding dengan tema kopi. Tema kopi jadi pilihan mulai dari pemetikan kopi, paska panen kopi, sangrai kopi dan penyajian. Pilihan lokasi di Rumah Kopi Mukidi, merupakan alasan tersendiri dan tahu Kopi Mukidi dari you tube, begitu ketika ditanya oleh penulis.
Rizky datang di Rumah Kopi Mukidi pagi hari sebelum matahari terbit, dengan perias dan potografer yang sudah disiapkan dari Kabupaten Kendal. Pengambilan poto pertama ini, menikmati Kopi Mukidi dengan menatap terbitnya matahari. Pemandangan gunung Sindoro dan Sumbing jadi hal yang menarik sebagai latar belakang dengan pakaian rapi layaknya suami istri sedang menikmati kopi.
WhatsApp Image 2019-08-08 at 12.57.38Pengambil poto selanjutnya adalah pada tempat pembuatan kopi. Dua sejoli memainkan peran layaknya seorang barista, pakaian yang sudah disiapkan. Lokasi sangrai atau tempat produksi juga tak kalah menarik untuk poto prewedding. Dua sijoli diskusi sambil sangrai kopi sampai bagaimana kematangan sangrai kopi.
Istirahat siang merupakan jalan mencari inspirasi untuk angel poto selanjutnya. Jemur kopi jadi pilihan dengan latar Gunung Sumbing dan Sindoro, bagaimana dua sejoli berpakaian layaknya petani yang baru menjemur kopi. Bahkan yang lebih seru lagi pengambilan poto dengan tema petik kopi, mereka langsung turun ke kebun dan memetik kopi.
Sore hari masih mencari lokasi yang asyik untuk poto sambil melihat tenggelamnya matahari. Poto prewedding dengan tema kopi jarang yang memilih begitu alasan Rizky. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta” o ya siapa lagi ini yang mau poto prewedding di Rumah Kopi Mukidi.

Oleh: mukidi | Juli 18, 2019

Mahasiswa Polines Bakti Desa

WhatsApp Image 2019-07-17 at 10.41.27Minggu lalu penulis dapat pesan via whatsapp dari Yayan Y. Santoso 23 tahun, mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, Jurusan Teknik Elektro. Bisa tidak untuk berbagi pengalaman dengan petani di wilayah Kecamatan Jambu Semarang.

“Program hibah bina desa yang didanai dari kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi, merupakan program spektakuler,” begitu jelasnya. “kegiatan PHBD, ini digagas oleh organisasi internal kampus namanya UKM (unit kegiatan kemahasiswaan). UKM mempunyai 3 tujuan : pendidikan, pengabdian, dan penelitian.

Kegiatan tanggal 13 Juli 2019, bertempat di Dukuh Kalisari Desa Kuwarasan Kecamatan Jambu, dengan bentuk kegiatan workshop kopi mulai dari perawatan,petik, sangrai dan penyajian. Peserta pelatihan yang meliputi warga dusun mulai dari kelompok tani dan ibu ibu PKK sangat antusias.

Penulis memaparkan tentang kemandirian petani atau gagasan awal sehingga munculnya kopi mukidi. Praktek merawat kopi, petik dan sangrai manual penulis jelaskan semuanya.

Dalam sambutannya Kepala Desa menyampaikan bahwa harus muncul petani-petani mandiri seperti Mukidi. Pembuatan produk lokal baru digencarkan untuk wilayah Kecamatan Jambu dan bisa dilombakan mulai dari tingkat kecamatan.

WhatsApp Image 2019-07-17 at 10.41.27(1)Sugiyarto Kresnoaji, S.pd. S.H. salah satu warga masyarakat yang terlibat dalam pelatihan tersebut, kegiatan ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi didirinya dan masyarakat pada umumnya, semakin menambah semangat untuk merawat kopi dan mempunyai mimpi untuk bisa memproduksi kopi.

Kegiatan yang melibatkan 28 mahasiswa, dari berbagai jurusan mesin,elektro dan akuntansi. Noor Lutfiana, 19 Tahun, Mahasiswa Akuntansi prodi perbankan syariah, “bahwa program ini, merupakan kegiatan nyata untuk pemberdayaan masyarakat desa dan fokusnya untuk meningkatkan nilai jual kopi,” jelasnya.

“inilah peran nyata dan masih banyak program-program Pemerintah yang mendukung tri dharma perguruan tinggi tepat guna dan sasarannya”, begitu tambah Yayan Y. Santoso.

Oleh: mukidi | Juli 14, 2019

Belajar Kopi Dengan Keluarga

WhatsApp Image 2019-07-14 at 11.21.20Suasana libur merupakan hal yang menarik untuk dinikmati, apalagi berlibur sambil belajar. Libur bersama keluarga disaat musim libur sekolah merupakan hal sangat menyenangkan.
Dari kota menuju desa akan bisa melihat kehidupan masyarakat desa dan bisa juga melihat aktivitas harian masyarakat yang moyoritas hidup bertani. Nuansa udara segar dan dinginnya udara pegunungan merupakan sesuatu yang harus dinikmati.
Berlibur dan menambah wawasan tentang perkopian sekarang merupakan hal yang menarik bagi keluarga. Bahkan kopi bisa jadi proses interaksi dengan keluarga begitu kata Arif yang dari Semarang, ketika berlibur di Rumah Kopi Mukidi. Arif mengajak anaknya yang masih duduk dibangku SMA dengan harapan ketika pas hari libur bisa membuat kopi untuk satu keluarga dan akan terjadi proses diskusi dalam satu keluarga.
Lain lagi dengan Bambang yang mempersiapkan untuk persiapan kegiatan istrinya menjelang pesiun. “kebetulan istri senang dengan kopi dan saya sebentar lagi pesiun, syukur bisa untuk kegiatan kedepannya” jelas bambang yang dari Jakarta. Bambang belajar kopi dan berlibur dengan keluarga untuk mengenal kopi dari kebun sampai siap seduh.
Namun bagi Yaya dari Solo yang berlibur dengan keluarga untuk belajar kopi, karena putrinya senang dengan kopi. Tidak hanya itu ternyata juga mempunyai tempat untuk membuka kedai disebelahnya lokasi tokonya. Alasan tentu beda namun yang jelas libur bersama keluarga sambil belajar tentang kopi menjadi alternatif untuk meningkatkan proses interaksi dan diskusi dengan keluarga. Itulah cerita “secangkir kopi ada cerita, banyak saudara dan penuh cinta”.

Oleh: mukidi | Juni 1, 2019

Membangun Tim Kopi Mukidi

WhatsApp Image 2019-06-01 at 06.28.32Temanggung merupakan salah satu Kabupaten diwilayah Jawa Tengah. Gunung Sumbing dan Sindoro merupakan pemandangan yang luar biasa, potensi alam dan pertanian perkebunan juga menjadi unggulan. Tembakau, kopi, panili dan jenis kayuan merupakan produk – produk yang diunggulkan.
Kopi Temanggung dengan jenis kopinya arabika dan robusta. Kopi robusta tumbuh pada dataran rendah sedangkan arabika didataran tinggi. Kopi arabika di Temanggung rata-rata petani menanamnya masih pada pembatas lahan.
Bicara Kopi Temanggung tentu tak luput dengan sosok Mukidi dengan kopinya. Mukidi itulah nama pemberian orang tua dan tercantum diakta kelahiran, KTP dan Ijazah terakhirnya. Mukidi lahir 5 Agustus 1974, tempat lahirnya Dusun Kwadungan Desa Wonotirto, Bulu Temanggung.
Sejak SMP mimpi jadi petani berdasi, bagaimana sebenarnya petani bisa mengolah hasil pertanian, itulah mimpi petani berdasi waktu itu. Masih teringat ketika mimpi itu ditanya gurunya dan semua teman-teman satu kelas banyak yang mentertawakan sampai sekarang masih mengingatnya.
Mimpi itulah yang membuat Mukidi hingga kini bisa mewujudkan mimpi mengolah hasil pertanian dalam sekala rumahan. Konsep kemandirian petani yang digagas setahap demi setahap diwujudkan. Salah satu konsepnya itulah mengolah komuditas jadi sebuah produk.
WhatsApp Image 2019-06-01 at 06.33.02Mukidi mulai dengan mengolah tanaman tahunan yaitu kopi. Kopi Lamsi, Kopi Jowo dan Kopi Mukidi, Mulai dengan sangrai manual dengan gerabah belajar dengan tetangga (baca simbah). Gerabah awal belajar itu kini masih tersimpan dengan baik walaupun sudah pecah.
Kini Mukidi melibatkan beberapa orang untuk membantunya. Di Dusun Jambon Desa Gandurejo, Bulu Temanggung itulah Rumah Kopi Mukidi. Rumah kecil itu sebagai tempat produksi dan sekaligus untuk cafenya. Disitulah Mukidi membangun kekuatan tim, tiap hari Mukidi melakukan diskusi kecil sebagai bentuk evaluasi dan membangun loyalitas.
Diskusi pagi dengan materi mulai bagaimana mengenal kopi, membuat produk hingga bagaimana menjamu tamu jadi materi bahasan tiap pagi. Mukidi Juga mengajak timnya untuk belajar mengeluarkan pendapatnya, ini salah satu cara agar berani bicara di hadapan orang banyak.
Itulah bentuk dari slogan yang selalu diucapkannya yaitu “secangkir kopi, ada cerita banyak saudara, dan penuh cinta”.

Oleh: mukidi | Mei 30, 2019

Nyadran Tenong

WhatsApp Image 2019-05-30 at 10.41.39Tradisi menjelang bulan puasa biasanya pada ziarah ke makam, ada juga yang menyebutnya bersih desa. Bentuk kegiatan antar desa satu dengan desa yang lainnya juga berbeda. Tradisi nyadran tiap desa macam-macam, ada nyadran punden yaitu salah satu makam dari sesepuh desa, dan nyadran makam atau kuburan umum.

Bagi masyarakat Dusun Jambon Desa Gandurejo Kecamatan Bulu dalam nyadran tenong ini ada 1 punden dan 2 makam umum. Tenong merupakan semacam bakul atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Kegiatan nyadran baik di makam atau punden, biasanya ada ceramah dan tahlil bersama.

Tenong biasanya diisi aneka makanan atau lauk, selain ada ingkung dan tumpeng. Ada yang menikmati makanan tersebut dilokasi usai tahlilan dan ada juga yang langsung dibawah pulang.

Tradisi nyadran ada juga yang memadukan dengan acara kesenian. Pagi nyadrannya dan sorenya ada acara budaya lokal setempat. Namun untuk Jambon keseniannya pada acara nyadran kali. Sedangkan desa lainnya ada yang melakukan tradisi nyadran dengan perpaduan sandul.

 

Oleh: mukidi | Mei 12, 2019

Kedai Kopi Mukidi Growo

WhatsApp Image 2019-05-12 at 06.14.35(3)Kopi Temanggung siapa yang tidak mengenalnya, apalagi kopinya kini sudah terlindungi dengan Indikasi geografis atau dengan tanda IG baik itu arabika maupun robusta. Banyak brand kopi yang ada di Temanggung, salahnya adalah Kopi Mukidi, lahir karena konsep dari petani mandiri yang digagas oleh Mukidi.

Tepatnya Hari Jum’at, 3 Mei 2019, Kopi Mukidi Growo dibuka. Lokasi ruko berlantai dua di jalan Bulu Temanggung, di Growo Danupayan. Dalam pembukaan tersebut hadir dalam acara tersebut tokoh masyarakat setempat dan warga, tak ketinggalan teman pak Mukidi, dan sebagian komunitas kopi.

Dalam sambutannya Pak Mukidi sebagai pemilik brand langsung Kopi Mukidi mengatakan “dalam berkegiatan kopi yang perlu dikembangkan salah satunya adalah menjaga hubungan baik atau jaringan, karena dari jaringan itu akan bisa berkembang, dan itulah salah satu fungsi dari bentuk pelayanan.”

WhatsApp Image 2019-05-12 at 06.14.35Acara tersebut juga ada pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ibu Kepala Desa Danupayan dan diserahkan kepada Mukidi. Tak ketinggalan hiburan organ tunggal ikut memeriahkan pembukaan kedai Kopi Mukidi di Growo. Tak lain dengan dibukanya kedai baru akan semakin menambah geliat perkopian di Temanggung.

Konsep Kemandirian petani dengan jargonya menata lingkungan dan ekonomi merupakan bagaimana ada nilai tambah dengan mengelola lahan sempit. Tentunya obrolan kemandirian petani ini bisa didapatkan di kedainya sesuai dengan slogan kopinya “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta” tinggal atur jadwal agar bisa ngobrol langsung dengan Mukidi.

Oleh: mukidi | Februari 5, 2019

Kopi Temanggung

WhatsApp Image 2019-02-05 at 10.28.59

poto by Mukidi

Kabupaten yang terletak di wilayah Jawa tengah ini potensinya pertanian dan perkebunannya luar biasa. Kabupaten Temanggung yang mempunyai aneka produk unggulan mulai dari kopi, tembakau, vanili dan kayuan.

WhatsApp Image 2019-02-05 at 10.29.18

poto by Mukidi

Kopi Temanggung dengan hamparan yang luas, untuk jenis kopi robusta pada dataran yang rendah. Kopi robusta sentranya mulai dari Kecamatan Pringsurat, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Jumo, Gemawang, Candiroto, Bejen dan sebagian Kecamatan Wonoboyo.

Untuk Kopi Temanggung yang jenis arabika, tumbuh pada dataran tinggi dan kebanyakan tanamnya masih untuk pembatasan lahan antar kebun, konservasi, serta berpaduan dengan tanaman semusim. Jenis arabika ini tumbuh di wilayah Kecamatan Selopampang, Tembarak,Tlogomulyo,Bulu, Parakan, Kledung, Bansari,Ngadirejo, Wonoboyo, dan Tretep.

Kopi Temanggung sudah memiliki sertifikat Indikasi Geografis, baik yang robusta maupun yang arabika. Tanda Indikasi geografis yang arabika dengan sebutan kopi arabika java sindoro dan sumbing. Tanda IG untuk robusta, kopi robusta Temanggung.

Artinya kopi Temanggung mempunyai karakteristik yang beda dengan wilayah lainnya. Dalam beberapa lomba kopi nasional untuk kopi Temanggung selalu mendapat rangking. Dalam berbagai kontes internasional juga selalu mendapat nama.

WhatsApp Image 2019-02-05 at 10.30.01

poto by Mukidi

Minat untuk tanam kopi bagi petani semakin banyak, ini terlihat banyak program pembagian bibit kopi dari pemerintah maupun pihak swasta. Pertumbuhan kedai kopi di Kabupaten Temanggung semakin banyak, mulai dari yang manual hingga sampai pada yang pakai mesin.

Banyaknya kedai kopi bisa jadi indikator bawa minat untuk konsumsi kopi di Temanggung meningkat. Ada juga kelompok-kelompok tani yang sudah mulai untuk proses kopinya dari gelondong sampai jadi bean/biji kopi.

Kopi Temanggung banyak dipasarkan dalam bentuk biji kopi, biji sangrai, maupun bubuk. Untuk belanja sekarang sangat muda bisa didapat lewat online. Begitulah sekelumit tentang kopi Temanggung dan “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta”.

 

Oleh: mukidi | Januari 29, 2019

Mencari Ilmu Perkopian di Lembah Posong

whatsapp image 2019-01-29 at 09.38.24

poto by Rizal

Berawal dari diskusi selapanan kelompok tani mekar tani jaya, Dusun Jambon Desa Gandurejo, Bulu Temanggung Jawa Tengah. Salah satu kesepakatan nya adalah untuk belajar dan melihat ke lokasi kebun kopi di wilayah Tlahap. Penulis mendapat tugas untuk kontak salah satu ketua IG Arabika yaitu Pak Tuhar untuk minta waktu agar berkenan atau memperbolehkan lokasi kebunnya untuk belajar.
Kesepakatan terjadi untuk kunjungan ke lokasi kebun pak Tuhar yaitu hari Kamis, 24 Januari 2019. Hari yang ditentukannya sampai dan mekar tani jaya berkumpul sesuai dengan yang disepakati.

whatsapp image 2019-01-29 at 09.38.23

poto by Rizal

Dua kelompok dari Gandurejo Bulu terdiri dari wanita tani puspa dan mekar tani jaya menimba ilmu ke lokasi kebun kopi posong milik pak Tuhar. Selama 3 jam terdiri dari paparan tentang kopi dan praktek lapangan. Kunjungan lapangan ini didampingi dari penyuluh lapangan dari Kecamatan Bulu Muhammad Ikraf.
Tak ketinggalan juga penyuluh lapangan dari Kecamatan Kledung juga menyambutnya. Dalam sambutannya Ikraf begitu panggilan akrab dari Muhammad ikraf, menyampaikan bahwa ini proses belajar, dan harus optimis bisa mewujudkan kebun seperti milik pak Tuhar.

whatsapp image 2019-01-29 at 09.39.46

poto by Rizal

Tuhar sendiri selaku pemilik kebun memberikan gambaran tentang kopi dan analisa ekonominya dari sisi budidaya kopi. Dalam lahan yang dikelolanya terlihat kopi berpaduan dengan cabai, dan terlihat juga bekas sogol atau pohon tembakau. Tuhar menunjukkan dan memberi tanda salah satu pohon yang pernah panen 40 kg kopi basah.
Usai paparan dari Tuhar juga masih ada paparan tentang pola Tlahap dari Yamidi. Dalam paparan dijelaskan bahwa dulu awal sejarah kopi masuk ke Tlahap untuk adalah untuk konservasi lahan, sekitar tahun 1998. Beberapa tawaran awal mulai dari aneka pohon dari pemerintah yang akhirnya masyarakat memilih kopi.
Yamidi juga menjelaskan teknis menanam dan memangkas kopi. Mulai dari pangkas bentuk, pangkas produksi hingga pangkas peremajaan. Terjalin diskusi usai paparan dari pak Tuhar dan pak Yamidi.

whatsapp image 2019-01-29 at 09.38.23(1)

poto by Rizal

Acara selanjutnya pembagian kelompok untuk praktek pangkas kopi. Kelompok dibagi 3, dan praktek pangkas masing-masing dipandu Pak Tuhar, Pak Yamidi, dan Pak Kuwato ppl dari wilayah setempat.
Nampak antusias kelompok mekar tani jaya dan kwt puspa dalam melakukan praktek pemangkasan. Itu terbukti mereka sangat aktif terlibat proses interaksi dengan pemandu dalam praktek. Semangat-semangat dalam menimba ilmu hingga ke lembah posong dengan harapan bisa menerapkan di Gandurejo. Harapan dan mimpi-mimpi untuk bisa mewujudkan atau menambah kesejahteraan rumah tangga petani dan menyelamatkan lahan dari erosi harus segera diimplementasikan. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta.

Oleh: mukidi | Januari 25, 2019

Selangkah Realisasikan Mimpi

whatsapp image 2019-01-25 at 12.55.50(1)Proses diskusi merupakan sebuah langkah untuk menuangkan ide-ide. Gagasan mungkin bisa dianggap sepele, karena perlu langkah contoh, dan bukti yang bisa dilihat. Konsep-konsep itu perlu dalam langka membangun kemandirian petani, yang pada akhirnya akan berdampak peningkat kesejahteraan pada diri keluarga petani.

Berangkat dari pertemuan selapanan atau per 35 hari ketemu, sering sharing sehingga akan ada perubahan pola pikir. Kadang perubahan pola pikir sudah ada tapi keberanian mengambil tindakan belum ada karena tampil beda dengan keluarga tani lainnya.

whatsapp image 2019-01-25 at 12.55.47Tukijan, Trimo, Sio, Saifudin dan anggota “mekar tani jaya” Jambon Gandurejo Bulu Temanggung, Jawa Tengah. Mereka mulai berani mengambil sikap untuk menanam kopi dan alpokat. Tukijan yang kebunnya bersebelahan dengan penulis ternyata mengalami tanaman kopi milik penulis. Dari cara pangkas, pemupukan dan lainnya.

Melihat merupakan proses belajar yang luar biasa, kini Tukijan pekarang yang satu ditanami kopi dan ada alpokat. Januari 2019 mekar tani jaya menanam kopi dan alpokat dengan harapan bisa menata lingkungan dan ekonomi. Semangat dan antusias mereka terlihat sekali ketika ambil bibit langsung ditanam pada lahan masing-masing, karena mengajar masih dalam musim hujan.

Langkah memadukan komoditas tahunan ini bentuk menata penghasilan yang akan jadi tabungan. Sehingga dalam satu lahan akan tercipta panen musiman dan tahunan. Langkah merealisasikan sebuah mimpi merupakan tahap awal ketika mereka mulai menanam.

whatsapp image 2019-01-25 at 12.55.47(1)Tentunya masih ada tahap belajar lainnya yaitu merawat sampai pada menghasilkan sebuah buah. Ujian selanjutnya tak lain menjaga konsistensi dan tahan godaan. Berubah untuk memperbaiki diri itu lebih baik, tentunya menuju perbaikan lahan dan ekonomi.

Keseriusan lainnya terlihat mulai dari mengatur jarak tanam, dan bahkan ada yang menata terasnya. Semoga selangkah merealisasikan sebuah mimpi pada tahap awal ini akan bisa terlampaui. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta”. Salam petani mandiri menata lingkungan dan ekonomi.

Oleh: mukidi | Januari 16, 2019

Bangkit Dan Berbenah “Mekar Tani Jaya”

whatsapp image 2019-01-15 at 18.37.38Pertemuan selapanan atau kumpul sekali selama 35 hari, merupakan agenda rutin bagi kelompok “mekar tani jaya” Dusun Jambon Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Kelompok yang berdiri pada 8 Juli 2013 dengan nomor registrasi 33.23.020.015.1.05, mengalami proses alami keanggotaan. Kini mekar tani jaya sudah menemukan anggota yang solid dengan pengurusnya juga. Pertemuan pada tanggal 15 Januari 2019, banyak dipaparkan tentang kegiatan yang telah diupayakan pengurus.

whatsapp image 2019-01-15 at 18.38.16Saifudin sebagai ketua kelompok menyampaikan beberapa hal yang telah diupayakan, kegiatan bersinergi dengan dinas terkait maupun kegiatan swadaya. Rohim sebagai bendahara menyampaikan kondisi keuangan kelompok yang berwujud kas, maupun uang yang dipinjam oleh anggotanya.

Peyuluh lapangan dari dinas terkait Muhammad Ikaf memberikan pengarahan banyak dan sangat merespon kegiatan yang sudah dilakukan. Dalam sambutannya Ikaf begitu panggilannya memberikan motivasi bahwa setiap bulan selalu dicuci dengan ilmu, namun ilmu itu harus diprakteknya sehingga akan mempunyai manfaat yang luar biasa.

Ikaf mengajak agar kelompok mengembangkan potensi diri dari mulai pembuatan pupuk organik baik padat maupun cair, sampai pada pestisida nabati. Apa yang disampaikan Ikaf mendapat respon positif dan jadi agenda dalam Januari akhir akan dipraktekkan.

Penulis menyampaikan sedikit berupa upaya untuk menata ekonomi dan lingkungan, dengan tawaran menanam kopi dan alpokat. Tanaman jangka panjang dan mempunyai nilai ekonomi dan ekologi ini dibagikan cuma-cuma, dan responnya juga luar biasa. Upaya lain dengan pengaduhan domba, dengan sistim bagi hasil. Pengaduhan domba untuk anggota mekar tani jaya masih jadi pertimbangan.

whatsapp image 2019-01-15 at 18.37.09Hadir juga dalam pertemuan Bapak Adi pesiunan dari perkebunan yang masih mempunyai semangat untuk berbagi. Dalam acara lain-lain Pak Adi menyampaikan respon yang luar biasa, karena Dia mengamati perkembangan mekar tani jaya. Mulai dari pinjaman untuk kelompok dan antusias anggota untuk bertemu atau berkumpul, dan pertemuan itu sarana untuk belajar, begitu respon pak Adi.

Usai pertemuan dilanjut kelokasi anggota mekar tani jaya yang berminat untuk tanam kopi. Cek lokasi ini bertujuan untuk memastikan jumlah yang mau ditanam terkait dengan luas lahan petani. Pak Adi juga memberikan masukan tentang cara pangkas karena di lahan milik Tukijan sudah ada beberapa batang kopi tapi belum dirawat maksimal. Itulah “secangkir kopi ada cerita banyak saudara dan penuh cinta”whatsapp image 2019-01-15 at 18.37.38

Older Posts »

Kategori