<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mukidi</title>
	<atom:link href="http://mukidi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mukidi.wordpress.com</link>
	<description>Cinta Lingkungan - Tinggal di Gunung Sumbing</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 23:57:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mukidi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/61dde68115140340b7acf5dd10261598?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mukidi</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mukidi.wordpress.com/osd.xml" title="Mukidi" />
		<item>
		<title>Belajar bertani, Petani Harus Belajar</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/25/belajar-bertani-petani-harus-belajar/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/25/belajar-bertani-petani-harus-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 23:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Genap seminggu aku bermain ke Candiroto bertemu dengan Pak Suratman, memang dia bukan petani tulen. Dia PNS namun mendekati pesiun menggeluti dunia pertanian, &#8220;kalau saya perhatikan dari dulu sejak bertugas keliling di pedesaan saya perhatikan, sebenarnya pertanianlah yang bisa mencukupi kebutuhan hidup, makanya sekarang saya tekuni pertanian ketika pada hari libur,&#8221; jelas Suratman.
Apa yang dikatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=303&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/12/ratman.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-304" title="ratman" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/12/ratman.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Genap seminggu aku bermain ke Candiroto bertemu dengan Pak Suratman, memang dia bukan petani tulen. Dia PNS namun mendekati pesiun menggeluti dunia pertanian, &#8220;kalau saya perhatikan dari dulu sejak bertugas keliling di pedesaan saya perhatikan, sebenarnya pertanianlah yang bisa mencukupi kebutuhan hidup, makanya sekarang saya tekuni pertanian ketika pada hari libur,&#8221; jelas Suratman.</p>
<p>Apa yang dikatakan Ratman ternyata benar, di lahan pinggir sungai dan berkopi, nampak tempat pembuatan kompos. Komposter sederhana dengan buat lubang tanah ukuran panjang 3 meter, lebar 2 meter dengan kedalaman 1 meter, Dia isi dengan kotoran kamping, ayam dan hijauan daun. &#8220;hijauan daun itu aku minta masyarakat yang tidak dipergunakan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&#8220;Bagi saya yang penting belajar, dari siapa pun. Bagaimana kalau kita ingin maju, kelompok tidak jalan, selama ini kelompok hanya mencari pupuk saja. makanya saya harus memberi contoh, jangan ketergantungan dengan pupuk kimia, salah satunya saya bikin kompos,&#8221; papar Ratman.</p>
<p>Suratman yang tinggal di Winong Candiroto tidak hanya bertani kopi, namun juga bertani padi. Di sawahnya pinggir jalan puyang Candiroto terlihat baru menyiang padi, dibantu dengan tenaga kerjanya. &#8220;Tanah ini dulu saya beli, sekarang mau dibeli orang, tapi tidak mau dijual karena tanah harta yang tak ternilai harganya. Kuncinya petani itu sregep, jangan gampang tergiur oleh uang, terutama pembeli lahan dan mau belajar dari siapapun syukur kelompok punya perpustakaan&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Itu obrolan dengan Pak Ratman, sungguh luar biasa kalau petani semuanya berfikir seperti Dia tentunya akan maju. Mau belajar apapun dari sumber manapun artinya tidak menunggu dari sumber dari dinas saja yang selama ini terkesan lambat dalam pelayanannya.</p>
<p>Terobosan baru memang perlu dikembangkan, sudah sa&#8217;atnya petani mempunyai media komunitasi sendiri. Bisa membangun jaringan dengan millist petani mungkin bagi petani yang sudah mampu berinternet, bahkan sampai menjual produknya langsung melalui internet.</p>
<p>Melihat kenyataan dilapangan petani masih menjual barang mentah saja, belum mengelolanya menjadi lebih mempunyai nilai jualnya. Kopi masih gelondongan, kayu juga belum ada yang berfikir diolah dengan kerajinan yang tentunya dengan sedikit kayu akan mempunyai nilai tambah yang lebih.</p>
<p>melihat semua itu siapa yang bertanggung jawab untuk memajukan petani kita. Tentunya kita semua yang mempunyai keperdulian kepada petani, dan petani pun juga jangan malas belajar, harus semangat memcari informasi seperti Pak Ratman. Semangat dan jangan putus asa petani, yakinlah kalau mau belajar dan mencoba lahan pertanian akan bisa meningkatkan kesejahteraan petani sendiri.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=303&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/25/belajar-bertani-petani-harus-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/12/ratman.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ratman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengolahan limbah plastik dengan metode daur ulang</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/18/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/18/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 22:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[http://onlinebuku.com/2009/01/20/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang-recycle/
Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=300&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>http://onlinebuku.com/2009/01/20/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang-recycle/</p>
<p>Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. <a title="Limbah dari Wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah" target="_blank"><strong>Limbah</strong></a> adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik <a title="Industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a> maupun <a title="Domestik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Domestik&amp;action=edit&amp;redlink=1">domestik</a> (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai <a title="Sampah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah">sampah</a>), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki <a title="Lingkungan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan">lingkungan</a> karena tidak memiliki nilai ekonomis.Jenis limbah pada dasarnya memiliki dua bentuk yang umum yaitu; padat dan cair, dengan tiga prinsip pengolahan dasar teknologi pengolahan limbah;</p>
<p>Limbah dihasilkan pada umumnya akibat dari sebuah proses produksi yang keluar dalam bentuk %scrapt atau bahan baku yang memang sudah bisa terpakai. Dalam sebuah hukum ekologi menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis. Artinya alam sendiri mengeluarkan limbah akan tetapi limbah tersebut selalu dan akan dimanfaatkan oleh makhluk yang lain. Prinsip ini dikenal dengan prinsip Ekosistem (ekologi sistem) dimana makhluk hidup yang ada di dalam sebuah rantai pasok makanan akan menerima limbah sebagai bahan baku yang baru.</p>
<p>Limbah Plastik</p>
<p>Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat <em>thermoplastic</em> dan yang bersifat <em>thermoset.</em> <em>Thermoplastic</em> dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis <em>thermose</em>t bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk <em>thermoplastic</em>.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).</p>
<p>Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.</p>
<p>Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)</p>
<p>Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (<em>reuse</em>) maupun daur ulang (<em>recycle</em>). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).</p>
<p>Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse <em>et al.</em>,1995).</p>
<p>Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).</p>
<p>Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.</p>
<p>Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks</p>
<p>Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).</p>
<p>Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/<em>filler</em> dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=300&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/18/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopi di Kethekan</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/06/kopi-di-kethekan/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/06/kopi-di-kethekan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 11:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Kethekan begitu orang menyebut lahan tegalan, karena tempat itu banyak muncul keranya. Daerah yang berketinggian sekitar 1500 dari permukaan laut, dan letaknya dilereng sumbing, dengan banyak batuan alami.
Mengapa aku memilih lahan yang jarang masyarakat sekitar tanam kopi, aku pilih kopi. Itulah yang aku pilih ketika harus merubah orang, pola contoh itu yang diterapkan. Lahan sekitar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=297&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/12/tanam-kopi-di-tebing.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-298" title="tanam kopi di tebing" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/12/tanam-kopi-di-tebing.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Kethekan begitu orang menyebut lahan tegalan, karena tempat itu banyak muncul keranya. Daerah yang berketinggian sekitar 1500 dari permukaan laut, dan letaknya dilereng sumbing, dengan banyak batuan alami.</p>
<p>Mengapa aku memilih lahan yang jarang masyarakat sekitar tanam kopi, aku pilih kopi. Itulah yang aku pilih ketika harus merubah orang, pola contoh itu yang diterapkan. Lahan sekitar kethekan kebanyakan ditanami tembakau, namun aku tetap kopi.</p>
<p>Kenapa kopi? sederhana alasanku baik juga untuk konservasi, itu secara ekonomi juga mendukung kok. Ketika aku membawa kopi, hasil dari pembibitan sendiri, banyak petani yang mau beli. Aku jawab mau tanam sendiri. Ini terbukti sebenarnya petani juga tertarik lho untuk tanam kopi.</p>
<p>Dalam hati aku berkata, wah kalau program kopi dari pemerintah itu diberikan kepada yang memang membutuhkan dan mau tanam akan berhasil. Ah sudah lah kembali lagi ke perkopian, aku tanam kopi 250 batang, namun belum selesai masih kurang banyak kopinya.</p>
<p>Jabon pemberian dari Cv.Piranti Works yang produksi radio kayu juga aku coba tanam dilahan kethekan. Dengan niat memperbaiki lingkungan, dan diskusi dengan tenaga yang masih muda membantu menanam aku ngomong kalau bertani sekarang harus berfikir dan berani mencari terobosan. Artinya harus berani menanam tanaman yang beda dengan yang lain, walaupun kadang sering digunjing.</p>
<p>ya sekalian sosialisasi tentang kopi, mulai dari perawatan hingga sampai panennya. Ketika sampai pada panennya, dan hasilnya e  tenaga yang membantu menanam kopi bilang, &#8221; la ternyata banyak juga ya, tanam sekali tiap tahun bisa panen&#8221;.</p>
<p>Bagiku dari sedikit menanam dan aku yakin 4 hingga 5 tahun akan menghasilkan. Memikirkan ekonomi yang tidak mempunyai dampak kerusakan lingkungan terlalu banyak, petani juga harus berfikir ke lingkungan juga.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=297&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/06/kopi-di-kethekan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/12/tanam-kopi-di-tebing.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tanam kopi di tebing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Singkong Berubah Gula</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/04/singkong-berubah-gula/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/04/singkong-berubah-gula/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 22:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[GULA SINGKONG MUDAH BERCAMPUR DENGAN BAHAN LAIN, HARGANYA LEBIH MURAH , DAN LEBIH MUDAH DISERAP TUBUH KARENA BERUPA GLUKOSA. DENGAN KELEBIHAN ITU DUNIA INDUSTRI MEMERLUKAN GULA SINGKONG DALAM JUMLAH BESAR.
Saat ini harga gula pasir Rp8.000 per kg. Gula asal tebu Sacharum officinarum merupakan sumber pemanis utama. Kebutuhan gula nasional mencapai 4,3-juta ton per tahun. Padahal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=293&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>GULA SINGKONG MUDAH BERCAMPUR DENGAN BAHAN LAIN, HARGANYA LEBIH MURAH , DAN LEBIH MUDAH DISERAP TUBUH KARENA BERUPA GLUKOSA. DENGAN KELEBIHAN ITU DUNIA INDUSTRI MEMERLUKAN GULA SINGKONG DALAM JUMLAH BESAR.</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/STANPL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" />Saat ini harga gula pasir Rp8.000 per kg. Gula asal tebu Sacharum officinarum merupakan sumber pemanis utama. Kebutuhan gula nasional mencapai 4,3-juta ton per tahun. Padahal, produksi dalam negeri hanya 2,72-juta ton per tahun, sehingga untuk mencukupi kebutuhan Indonesia harus mengimpor.</p>
<p>Pantas bila harga gula cenderung melonjak karena hampir 50% kebutuhan nasional bergantung pada impor. Bila harga gula di pasar dunia naik, maka harga di dalam negeri pun ikut melonjak. Oleh karena itu konsumen-terutama dunia industri-melirik sumber pemanis alternatif. Menurut Dr Nur Richana, periset di Balai Besar Pascapanen Pertanian, pemanis alternatif yang berpotensi adalah gula cair. &#8216;Gula cair dapat mudah dibuat dari hidrolisis pati. Sumber pati pun melimpah seperti singkong,&#8217; kata Richana.</p>
<p><strong><em>Enzimatis</em></strong></p>
<p>Mengapa singkong? Singkong sebagai sumber pati ketersediaannya memadai. Luas penanaman singkong cenderung meningkat. Pada 2008, luas tanam kerabat jarak itu 1.204.933 ha meningkat dari setahun sebelumnya yang 1.201.481 ha. Harganya pun lebih murah ketimbang sumber pati lain seperti jagung. Selain itu rendemen juga sangat tinggi, mencapai 80-95%. Artinya dari sekilo tapioka menghasilkan 800-950 g gula cair. Untuk memproduksi gula cair, produsen dapat memanfaatkan tapioka alias tepung singkong. Dari sekilo singkong menghasilkan 250-300 g pati. Menurut Richana gula cair dari tapioka dibuat dengan teknologi enzimatis. Prosesnya terdiri atas dua tahap: likuifikasi dan sakarifikasi yang melibatkan enzim. Likuifikasi merupakan pemecahan pati menjadi dekstrin dengan bantuan enzim alfa-amilase. Sedangkan sakarifikasi berupa penguraian dekstrin menjadi glukosa dengan enzim amiloglukosidase.</p>
<p>Pada tahap likuifikasi, produsen mencampur tapioka dengan air. Tiga liter air untuk melarutkan sekilo tapioka dan diaduk rata. Campuran itu lalu dipanaskan pada suhu 95-105<sup>o</sup>C. Selama pemanasan, produsen menambahkan 0,8 ml enzim alfa-amilase per kg pati tapioka. Tingkat keasaman larutan juga dipertahankan pada pH 6,2-6,4. Caranya dengan menambahkan natrium hidroksida atau kalsium klorida.</p>
<p>Setelah 60 menit, tepung tapioka itu terdegradasi menjadi dekstrin (baca: <em>Olah Tapioka Jadi Dekstrin, Trubus Agustus 2009</em>). Setelah didinginkan hingga suhu 60<sup>o</sup>C, produsen menambahkan 0,8 ml enzim amiloglukosidase per kg pati. Proses itu disebut sakarifikasi yang berlangsung selama 76 jam. Selama sakarifikasi pH diatur pada kisaran 4-4,6 dengan menambahkan asam klorida ke dalam larutan pati. Proses sakarifikasi dihentikan dengan memberikan 0,5-1% arang aktif per kilogram pati. Arang aktif mampu mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan kotoran-kotoran yang terdapat dalam gula cair. Selain itu arang aktif berfungsi menghentikan aktivitas enzim. Tahap itu disebut pemucatan. Setelah itu lakukan penyaringan untuk memisahkan gula cair dengan karbon aktif dan endapan kotoran. Penyaringan bertujuan menghasilkan gula cair dengan tingkat kejernihan 93%. Bila belum tercapai, ulangi kembali pemucatan dan penyaringan.</p>
<p>Gula cair kemudian dilewatkan ke dalam tabung berisi penukar ion. Tabung penukar ion terdiri atas 3 tabung masingmasing berisi resin kation, anion, dan campuran anion serta kation. Tujuannya untuk mengikat dan memisahkan ion-ion logam dan kotoran yang larut dalam gula cair.</p>
<p>Tahap terakhir adalah evaporasi. Produsen memasukkan gula cair yang telah melewati tabung penukar ion itu ke dalam evaporator untuk meningkatkan kemurnian gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu 50-60<sup>o</sup>C. Indikasi evaporasi selesai ketika gula cair berhenti menetes dari pipa evaporator. Dengan pemurnian itu kadar kemanisan gula cair meningkat, semula 30-36<sup>o</sup> briks menjadi 60-80<sup>o</sup> briks.</p>
<p><strong><em>Skala rumahan</em></strong></p>
<p>Selama ini gula cair banyak digunakan oleh industri pangan dan farmasi. Gula cair sebagai substitusi sukrosa dalam pembuatan es krim, sirup, pemanis makanan dan minuman, serta obatobatan. Menurut Richana penggunaan gula cair asal singkong pati lebih sehat ketimbang pemanis sintetis. Beberapa produsen gula cair adalah PT Sumber Manis, PT Sugarindo Inti, dan PT Indo Fructose Abadi. Richana mengatakan dengan teknologi enzimatis, produsen skala rumahan memungkinkan untuk memproduksi gula cair.</p>
<p>&#8216;Pada musim hujan perajin tapioka sulit mengeringkan tepung sehingga mutu pati jelek dan harga jual rendah. Bila dimanfaatkan untuk gula cair, maka pati basah dapat langsung diolah dan memiliki nilai tambah lebih tinggi,&#8217; kata doktor Teknologi Bioproses alumnus Institut Pertanian Bogor itu.</p>
<p>Harga gula cair dengan kemanisan 80<sup>o</sup> briks, misalnya, Rp5.000. Sedangkan biaya produksi Rp3.000 per kg. Menurut Ade Iskandar, produsen olahan singkong di Bogor, Jawa Barat, prospek gula cair sangat bagus. Sebab, kebutuhan industri sangat tinggi dan selama ini masih harus mengimpor. (<strong>Ari Chaidir</strong>)</p>
<p><strong>Gula Asal Singkong</strong></p>
<ol>
<li>Larutkan tepung tapioka dalam air dengan perbandingan 1      : 3.</li>
<li></li>
</ol>
<p>Panaskan pada suhu 95-105oC dan tambahkan 0,8 ml enzim alfa-amilase per kg pati sembari diaduk rata.</p>
<ol>
<li>Setelah 60 menit pemanasan, dinginkan larutan hingga      bersuhu 60<sup>o</sup>C. Untuk memastikan pati telah terdegradasi menjadi      dekstrin dilakukan uji iod dengan meneteskan iodium pada sampel bahan.      Bila iod berwarna cokelat berarti semua pati sudah terdegradasi menjadi      dekstrin. Kemudian tambahkan 0,8 ml enzim amiloglukosidase per kg pati.      Diamkan larutan selama 76 jam hingga menjadi cairan gula.</li>
<li>Tambahkan 0,5-1% arang aktif per kg pati ke dalam gula      cair untuk mengikat, menggumpalkan, dan mengendapkan pati, serta      menghentikan aktivitas enzim. Saring larutan untuk memisahkan gula cair      dari karbon aktif dan kotoran sehingga tingkat kejernihan gula 93%. Bila      belum tercapai, ulangi kembali pemucatan dan penyaringan.</li>
<li>Alirkan gula cair melalui tabung berisi penukar ion      untuk mengikat dan memisahkan ion-ion logam dan kotoran dalam gula cair.      Tabung penukar ion terdiri atas 3 tabung masing-masing berisi resin      kation, kation, dan campuran anion dan kation.</li>
<li>Evaporasikan gula ke dalam evaporator untuk      meningkatkan kadar kemurnian gula. Proses evaporasi berlangsung pada suhu      50-60<sup>o</sup>C. Sekarang pemanis asal singkong itu pun siap pakai.***    sumber:  <a rel="nofollow" href="http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=12&amp;artid=2071" target="_blank">http://www.trubus-online.co.id/mod.php?</a></li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=293&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/12/04/singkong-berubah-gula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/STANPL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jabon di kebun Ku</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/27/jabon-di-kebun-ku/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/27/jabon-di-kebun-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Orang tempatku selalu menyebut tegalan, yaitu sebutkan bagi ladang.  Ladang atau kebun yang sudah aku tanami sengon, dan tepatnya sekarang sudah 2 tahun. Pertumbuhan sengon ada yang baik, dan tentunya juga ada yang pertumbuhannya kurang.
Sengon yang mati ataupun jarak tanamnya masih agak longgar aku sulam dengan jabon. Tepatnya hari minggu, 15 November 2009 aku, anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=288&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Orang tempatku selalu menyebut tegalan, yaitu sebutkan bagi ladang.  Ladang atau kebun yang sudah aku tanami sengon, dan tepatnya sekarang sudah 2 tahun. Pertumbuhan sengon ada yang baik, dan tentunya juga ada yang pertumbuhannya kurang.</p>
<p><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/tanam-jabon-112.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-289" title="tanam jabon (1)1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/tanam-jabon-112.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Sengon yang mati ataupun jarak tanamnya masih agak longgar aku sulam dengan jabon. Tepatnya hari minggu, 15 November 2009 aku, anak dan istriku menanam jabon sejumlah 40 batang di lahan sekrincing nama blok ladang tersebut.</p>
<p>Sejak tanggal tersebut aku belum kembali ke ladang, baru sempat pada tanggal 27 November 2009, sempat ke ladang. Pergi ke ladang dengan teman, sekalian membawa pohon duku 2 batang dan 2 batang pisang. Semua pohon Jabon, duku dan pisang pemberian dari CV. Piranti Works yang produksi radio kayu.</p>
<p>Usai tanam duku dan pisang aku sempatkan melihat jabon yang pertama aku tanam. Wah pertumbuhannya baik sekali, kalau di daerah Margolelo Kandangan dalam waktu 15 hari, jabon ketingginya hampir 7 cm, itu pun membuat aku terkejut. Namun di kebunku aku lihat pertumbuhan jabon ketinggiannya sekitar 3 cm, lha aku lupa bawa penggaris ha ha.</p>
<p><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/jabon-diambil-pada-tanggal-27-november-2009-oke.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-290" title="jabon diambil pada tanggal 27 November 2009 oke" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/jabon-diambil-pada-tanggal-27-november-2009-oke.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a>Waktu aku tanam jabon, calon daun baru akan muncul. Dalam waktu kurang lebih 12 hari sejak tanam bakalan daun sudah jadi daun lebar dan ruasnya batangnya kurang lebih tambah 3 cm. Boleh kok lihat dan bedakan ya dalam poto yang ketika aku tanam dan poto yang sudah tumbuh, coba bayangkan kalau itu benar dalam waktu 5 tahun sudah berapa ya tinggi dan diameternya. Wah ini bisa jadi tabungan pendidikan anak</p>
<p>Jabon yang aku tanam dengan anak ku dalam poto adalah awal aku tanam, sedangkan poto jabon sendiri adalah jabon sudah tambah tinggi 3 cm. silakan amati perbedaannya e lha kok malah perintah</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=288&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/27/jabon-di-kebun-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/tanam-jabon-112.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tanam jabon (1)1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/jabon-diambil-pada-tanggal-27-november-2009-oke.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">jabon diambil pada tanggal 27 November 2009 oke</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelompok Tani &#8220;Margo Sari&#8221;</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/18/kelompok-tani-margo-sari/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/18/kelompok-tani-margo-sari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 23:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya namanya juga akan seharum kegiatannya, bukan hanya sekedar namanya, itulah yang ditunjukkan oleh Kelompok tani &#8220;Margo Sari&#8221; Desa Kembangsari Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. &#8220;Awalnya kelompok yang anggotanya 40 orang  setahun yang lalu namun sekarang tinggal 25 orang. Mereka yang keluar dari kelompok karena hanya tujuannya hanya ingin mendapatkan pupuk dari pabrik, tidak memahami benar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=281&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/margosari.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-282" title="margosari" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/margosari.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Tentunya namanya juga akan seharum kegiatannya, bukan hanya sekedar namanya, itulah yang ditunjukkan oleh Kelompok tani &#8220;Margo Sari&#8221; Desa Kembangsari Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. &#8220;Awalnya kelompok yang anggotanya 40 orang  setahun yang lalu namun sekarang tinggal 25 orang. Mereka yang keluar dari kelompok karena hanya tujuannya hanya ingin mendapatkan pupuk dari pabrik, tidak memahami benar ketika berkelompok dan manfa&#8217;at kelompok,&#8221; jelas Muhdaim ketua kelompok.</p>
<p>&#8220;Dan bagi yang bertahan dengan kelompok sederhana alasannya dapat pupuk pabrik dan tidak tetap harus bertahan. Karena waktu dulu dan pengalaman dari banyak petani kopi yang ada bahwa jaman dulu ketika tidak ada pupuk pabrik, kopi hanya diberi pupuk kandang juga tumbuh subur,&#8221; tambahnya.</p>
<p><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/ketua-kelompok-margosari.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-283" title="ketua kelompok margosari" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/ketua-kelompok-margosari.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Kalau semua kelompok berfikiran seperti kelompok margo sari, tentunya akan maju dan berkembang padahal kelompok ini anggotanya sebagian besar tua semua. Terlihat ketika pertemuan selapanan atau bulanan yang dilakukan pada Hari senin pon siang tanggal 16 Novemper 2009, jam 10 pagi, hadir wajah petani tua dan ibu taninya.</p>
<p>Pertemuan rutin biasanya tiap malam senin pon, namun sekarang senin pon siang karena kita hadirkan PPL. Pertemuan yang undangan jam 10 pagi, dan saya sendiri Mukidi yang dari radio kayu datang lebih awal jam 09.30 dirumah ketua kelompok tani.</p>
<p>Tepat jam 10 saya dan ketua kelompok tani menuju tempat pertemuan tepatnya jam 10.07 sudah diruang diskusi. Terlihat sudah ada beberapa petani yang hadir, sambil ngobrol dan tanya siapa saja yang diundang, dari kecamatan nanti PPL, dari Desa Kepala Dusun dan Kepala Desa. Kalau PPL nanti diundang jam 11.00 wib dan Perangkat Desa jam 10.00 termasuk anda Pak.</p>
<p>Ketika petani datang langsung memberikan uang Rp 2.000 dan itu iuran untuk bisa dijadikan dana simpan pinjam. Tidak hanya iuran saja dalam mencari dana namun lewat royongan alias kerja bakti mecangkul dilahan kelompok dengan biaya lelah per orang Rp 5.000 dan semuanya masuk kas, kalau yang tidak berangkat kerja bakti didenda Rp 10.000.</p>
<p>Ternyata kelompok ini sudah maju dan pinter cari dana dalam hatiku berkata. Tepat jam 11.00 siang PPL datang dan tidak begitu lama pertemuan dimulai tanpa ada Kepala Desa dan Kepala Dusun tetap berjalan. Tepat jam 11.17 wib pertemuan di mulai, dibuka oleh wakil ketua terus sambutan ketua kelompok, yang intinya mohon dorongan dari semua pihak.</p>
<p>Langsung waktu penyuluhan untuk PPL, ma&#8217;af saya baru pertama kali datang kesini. Perlu kenalan dulu nama saya Retno, katanya tak kenal tak saya pak. Kelompok yang pertama perlu dibenahi adalah adminitrasi harus tertata dengan baik. Buku adminitrasi yang disiapkan buku tamu, notulensi, buku notulensi untuk mencatat hasil diskusi kelompok. Serta buku kas untuk mencatat keuangan kelompok.</p>
<p>Apakah sini sudah membuat RDKK pupuk untuk bulan ini, jawabnya belum. Mohon untuk dibuat dan diajukan, dan saya tidak melarang untuk mempergunakan pupuk pabrik tapi jangan banyak-banyak, perlu juga untuk menggunakan pupuk organik karena kedepan pupuk pabrik akan dicabut subsidinya. Nanti harganya per kilo bisa sampai Rp 6.000 ketika subsidi ditiadakan.</p>
<p>Mungkin ini dulu nanti kalau ada pertanyaan bisa ditanyakan. Akhirnya waktunya diberikan kepada Mukidi. Tanpa perkenalan terlebih dahulu, langsung posisi duduk pak wakil ketua yang ditengah digeser untuk biar posisi melingkar dan bisa melihat saya, semuanya jadi tertawa.</p>
<p>oke gelas ditengahkan karena kita akan uji telingan kita, nanti kalau saya berkata dan sesuai dengan apa yang dilakukan bapak dan ibu, harus berdiri. oke kita mulai siapa yang tadi datang tepat jam 10 e tidak ada yang berdiri. siapa yang masih bujang tidak ada yang berdiri juga, yang datang terlambat, ada yang berdiri satu orang ibu-ibu. langsung tak tanya kenapa terlambat bu, cari pakan ternak dulu pak.</p>
<p>oke ini sekedar penyegaran biar tidak kaku, perlu kenalkan nama saya mukidi dari radio kayu temanggung. Kantornya Kandangan, kenapa saya datang kesini. Kita punya program perbaikan lingkungan yaitu memberikan bantuan kayu keras yaitu sonokeling, mahoni, pinus, jati dan jabon. Dan nantinya dari perusahaan juga mengadakan pendampingan untuk penguatan kelembagaan kelompok tani itu yang dikembangkan.</p>
<p>Dan menarik apa yang dikatakan oleh Bu Retno, sudah sa&#8217;atnya kita kembali keorganik. Dalam bertani perlu tumpangsari karena akan meningkatkan pendapatan petani dengan keanekaragaman jenis tanaman. oke nanti kita bisa diskusi.</p>
<p>acara laporan keuang juga disampaikan sungguh menarik ternyata kelompok sudah mempunyai kas 2.821.000,- dan diskusi juga berlangsung mulai dari jabon dan lainnya. &#8220;kemarin saya diskusi dengan pak Daim, bahwa satu aren sebulan bisa hasilkan hampir 6 juta lhoooooo, makanya selamatkan aren. Pertemuan berakhir jam 13.30 wib dan sampai jam itu tidak hadir juga Kepala Desa dan Kepala Dusunnya, tanpa memberitahu juga, kok aneh ya diundang masyarakatnya kok tidak datang, kalau nanti dibalik gimana hayoooooo</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=281&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/18/kelompok-tani-margo-sari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/margosari.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">margosari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/ketua-kelompok-margosari.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ketua kelompok margosari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Petani Maju Grubug Wonotirto</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/18/petani-maju-grubug-wonotirto/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/18/petani-maju-grubug-wonotirto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 22:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kelompok tani yang anggotanya tua, namun kalau kelompok tani 57 alias kelompok tani maju Dusun Grubug Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, anggotanya banyak yang muda. Memang kelompok belum lama berdiri, namun kegiatan kelompok sudah jalan.
Organisasi atau kelompok mulai dari adminitrasi mulai ada penataan, penggalian dana juga ada dari iuran ketika pertemuan rutin yang diadakan setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=276&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kelompok-tani-maju.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-279" title="kelompok tani maju" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kelompok-tani-maju.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Banyak kelompok tani yang anggotanya tua, namun kalau kelompok tani 57 alias kelompok tani maju Dusun Grubug Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, anggotanya banyak yang muda. Memang kelompok belum lama berdiri, namun kegiatan kelompok sudah jalan.</p>
<p>Organisasi atau kelompok mulai dari adminitrasi mulai ada penataan, penggalian dana juga ada dari iuran ketika pertemuan rutin yang diadakan setiap jum&#8217;at kliwon tiap bulannya. Dalam pertemuan Jum&#8217; at Kliwon tanggal 13 November 2009, yang dimulai jam 14.00 wib hampir anggota semuanya datang bahkan hadir juga perwakilan kelompok dari lain dusun, PPL, dan dari CV.Piranti Works (Radio Kayu Temanggung).</p>
<p>Acara dimulai dengan pembukaan, trus sambutan ketua kelompok yang menyampaikan bahwa kelompok menerima program dari pemerintah. Usai sambutan dari ketua kelompok terus waktu diberikan kepada Mukidi dari radio kayu Temanggung. Melihat semua petani sudah jenuh dan duduk diam saja, tiba-tiba mukidi langsung mengucapkan selamat pagi, e langsung pada terkejut dan bilang ini sore pak mukidi.</p>
<p>Apa tidak boleh kalau saya bilang pagi, biar anda semua tidak ngantuk semua pada tertawa. Oke kita akan coba test telingan, semuanya saja saya tanya telingan untuk apa, semuanya menjawab untuk mendengarkan. Coba nanti ketika saya berkata dan apa yang saya katakan sesuai dengan yang pernah bapak-bapak lakukan, bapak harus berdiri.</p>
<p>Oke tadi hanya game, untuk sekedar refreshing, kalau tadi dari ketua bilang bahwa ada program dari pemerintah dan kelompok ini dapat program sangat bagus. Kelompok maju berarti baru mendapatkan peluang dan sekaligus tantangan, artinya tunjukan bahwa kelompok maju mampu dalam menjalankan program, mampu dalam hal ini tidak hanya dalam adminitrasi saja, namun kegiatan berjalan dengan baik.</p>
<p>O ya sekedar informasi saja kalau dalam program ada penanaman kopi, perlu diingat bahwa kopi itu perlu kopen (dirawat dengan baik). Pada daerah tlahap terlihat kopinya baik bahkan ada yang hasilnya per batang dapat 16 kg basah, coba kalau harga perkilo Rp 3000 kalau bapak punya 1000 batang hayo sudah berapa itu uangnya? itu semua ya kopen.</p>
<p>Oke nanti tentang bagaimana teknisnya merawat kopi, disini ada PPL nanti biar lebih jelasnya biar pak PPL yang menerangkan. oke dari saya cukup dan selamat pagi. Waktu selanjutnya PPL memberikan sambutan tentang sedikit kopi, terus pemahaman program yang akan dilakukan. Pertemuan selesai sekitar jam 17.00 wib, namun karena kondisi hujan dan listrik mati akhirnya ngobrol dengan beberapa pengurus kelompok tani sampai jam 18.30 e ternyata pak PPL mohon pamit duluan karena harus pulang Temanggung. Selamat 57 dapat program dan itu amanah jalankan dengan baik dan benar</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=276&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/18/petani-maju-grubug-wonotirto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kelompok-tani-maju.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kelompok tani maju</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>foto Gunung Sumbing dan Sindoro</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/17/foto-gunung-sumbing-dan-sindoro/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/17/foto-gunung-sumbing-dan-sindoro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 23:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[poto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=268&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_269" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sumbing-imblas-kebijakan-gebrus-jalur.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-269" title="sumbing imblas kebijakan gebrus jalur" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sumbing-imblas-kebijakan-gebrus-jalur.jpg?w=150&#038;h=113" alt="" width="150" height="113" /></a><p class="wp-caption-text">Kondisi Gunung Sumbing Bulan Maret 2004</p></div>
<div id="attachment_270" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sindoro.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-270" title="sindoro" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sindoro.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">kondisi Gunung Sindoro Tahun 2008</p></div>
<div id="attachment_271" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kawasan-lindung-dengan-tembakau.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-271" title="kawasan lindung dengan tembakau" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kawasan-lindung-dengan-tembakau.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Sumbing 30 Juni 2008, hijau daun tembakau </p></div>
<div id="attachment_273" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sindoro-dari-mantaran1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-273" title="sindoro dari mantaran" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sindoro-dari-mantaran1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Sindoro tahun 2008 diambil dari kawasan lindung lereng sumbing</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=268&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/17/foto-gunung-sumbing-dan-sindoro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sumbing-imblas-kebijakan-gebrus-jalur.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sumbing imblas kebijakan gebrus jalur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sindoro.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sindoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kawasan-lindung-dengan-tembakau.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kawasan lindung dengan tembakau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sindoro-dari-mantaran1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sindoro dari mantaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja keras petani</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/16/kerja-keras-petani/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/16/kerja-keras-petani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[poto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=262&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_263" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-263" title="nang tegalan (2)1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/nang-tegalan-21.jpg?w=150&#038;h=112" alt="nang tegalan (2)1" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Petani membawa pupuk kandang dengan motor</p></div>
<div id="attachment_264" class="wp-caption alignleft" style="width: 122px"><img class="size-thumbnail wp-image-264" title="tegal tengahan (2)1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/tegal-tengahan-21.jpg?w=112&#038;h=150" alt="tegal tengahan (2)1" width="112" height="150" /><p class="wp-caption-text">Demi anak dan istri mereka harus kerja keras banting tulang dengan pupuk kandang semangat pak tani jangan gampang menyerah</p></div>
<div id="attachment_265" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-265" title="nang tegalan (1)1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/nang-tegalan-11.jpg?w=150&#038;h=112" alt="nang tegalan (1)1" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">kerja keras jangan pantang menyerah itu tekad petani</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=262&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/16/kerja-keras-petani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/nang-tegalan-21.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">nang tegalan (2)1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/tegal-tengahan-21.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">tegal tengahan (2)1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/nang-tegalan-11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">nang tegalan (1)1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pramuka SMP 3 Bulu Temanggung</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/16/pramuka-smp-3-bulu-temanggung/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/16/pramuka-smp-3-bulu-temanggung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[poto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=255&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_256" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-256" title="kerja menyiram dan mencabuti rumput" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kerja-menyiram-dan-mencabuti-rumput.jpg?w=150&#038;h=112" alt="kerja menyiram dan mencabuti rumput" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Pramuka smp 3 Bulu menyirami bibit dan membersihkan dari gulma, biar tumbuh baik</p></div>
<div id="attachment_257" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-257" title="memasukan bibit kopi ke polibag" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/memasukan-bibit-kopi-ke-polibag.jpg?w=150&#038;h=112" alt="memasukan bibit kopi ke polibag" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Pramuka juga harus belajar membibitkan, seperti pramuka dari SMP 3 Bulu pegang tanah dan jelas tangannya kotor tapi tekatnya memperbaiki lingkungan lhooo</p></div>
<div id="attachment_259" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-259" title="memperkenalkan bibit dengan pramuka 1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/memperkenalkan-bibit-dengan-pramuka-1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="memperkenalkan bibit dengan pramuka 1" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Para pramuka lagi di kenalkan dengan biji kopi yang telah tunas, harus tahu lhooo jangan sampai lupa </p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=255&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/16/pramuka-smp-3-bulu-temanggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kerja-menyiram-dan-mencabuti-rumput.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kerja menyiram dan mencabuti rumput</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/memasukan-bibit-kopi-ke-polibag.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">memasukan bibit kopi ke polibag</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/memperkenalkan-bibit-dengan-pramuka-1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">memperkenalkan bibit dengan pramuka 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>