<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mukidi</title>
	<atom:link href="http://mukidi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mukidi.wordpress.com</link>
	<description>Cinta Lingkungan - Tinggal di Gunung Sumbing</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 12:29:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mukidi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/61dde68115140340b7acf5dd10261598?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mukidi</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Dadi Alase Mukti Rakyate</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/11/dadi-alase-mukti-rakyate/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/11/dadi-alase-mukti-rakyate/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 12:29:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Slogan ini cocok sekali untuk Desa Kemuning, Desa di kepung hutan di wilayah Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Hutan yang masih alami pernah juga mau di tebang oleh pengelola hutan yaitu Perhutani namun masyarakat melalui LMDH menolak dengan berbagai alasan.
Tentu alasannya juga sangat rasional, sehingga Perhutani tidak jadi menebangnya. Salah satu alasan di dalam hutan masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=239&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-240" title="sadikun dan sapinya (2)1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sadikun-dan-sapinya-21.jpg?w=150&#038;h=112" alt="sadikun dan sapinya (2)1" width="150" height="112" />Slogan ini cocok sekali untuk Desa Kemuning, Desa di kepung hutan di wilayah Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Hutan yang masih alami pernah juga mau di tebang oleh pengelola hutan yaitu Perhutani namun masyarakat melalui LMDH menolak dengan berbagai alasan.</p>
<p>Tentu alasannya juga sangat rasional, sehingga Perhutani tidak jadi menebangnya. Salah satu alasan di dalam hutan masih ada lutung jawa, bahkan masyarakat juga memasang plang larangan untuk berburu satwa langka.</p>
<p>Masyarakat Kemuning kebanyakan masyarakat hidup dari sektor pertanian dengan kopi sebagai ekonomi utamanya. &#8221; Sengon dan ternak juga merupakan tabungan,&#8221;kata Sadikun selaku pendamping kelompok usaha bersama.</p>
<p>Kube Mekarsari yang didampingi Sadikun sejak tahun 2007, telah membuahkan hasil. Biasanya kalau masyarakat dapat bantuan ternak selalu tidak ada sisanya, namun beda dengan Kemuning. Bantuan ternak melalui program pemberdayaan fakir miskin ternyata berkembang, dari ternak indukan 20 ekor untuk, sudah menghasilkan anakan 19 ekor.</p>
<p>&#8220;masyarakat sekarang sudah menggunakan pupuk kandang untuk memupuk kopi, tidak dijual lagi,&#8221; paparnya. Sadikun sudah berpengalaman dalam mengorganisir kelompok sehingga dapat berhasil dengan baik. Pengalaman tersebut didapatnya ketika dia menjabat kepala desa selama 2 periode sekitar 16 tahun jabatan kepala desa dipangkunya.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-241" title="sadikun dan sapinya1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sadikun-dan-sapinya1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="sadikun dan sapinya1" width="150" height="112" />Walaupun sekarang sudah tidak jadi kepala desa, dia masih terlibat dalam diskusi untuk membangun desa. Bahkan aktif juga membangun hutan, terbukti hutan rakyatnya juga baik. Selamat dan teruskan selamatkan lingkungan dengan slogan dadi alase mukti rakyate &#8230;&#8230;.jangan putus asa mbah dikun&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=239&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/11/dadi-alase-mukti-rakyate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sadikun-dan-sapinya-21.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sadikun dan sapinya (2)1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/sadikun-dan-sapinya1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sadikun dan sapinya1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Hujan</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/10/menanti-hujan/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/10/menanti-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 00:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Mongso Kelimo, begitu kata petani yang pinter itungan jowo dengan pronoto mongsonya. Dan biasanya hujan sudah mulai turun dengan baik, ada lagi yang bilang tunggu saja sampai akhir Nopember hujan sudah deres. Bahkan ada yang bilang pokok e Desember kuwi gedene sumber.
Itu semua petikan diskusi dengan beberapa petani yang sama-sama menanti hujan. Bahwa air memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=236&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-237" title="kang tuyadi" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kang-tuyadi.jpg?w=150&#038;h=112" alt="kang tuyadi" width="150" height="112" />Mongso Kelimo, begitu kata petani yang pinter itungan jowo dengan pronoto mongsonya. Dan biasanya hujan sudah mulai turun dengan baik, ada lagi yang bilang tunggu saja sampai akhir Nopember hujan sudah deres. Bahkan ada yang bilang pokok e Desember kuwi gedene sumber.</p>
<p>Itu semua petikan diskusi dengan beberapa petani yang sama-sama menanti hujan. Bahwa air memang sangat bermanfa&#8217;at bagi semua makhluk di bumi. Tak kecuali saya pribadi yang mau menanam kopi di daerah kethean. Tanahnya masih kering, sulit untuk dibuat complongan.</p>
<p>Dilahan milikku dengan sekelilingnya semua pada tanam tembakau aku sendiri mencoba mau tanam kopi dengan naungan tanaman keras, jabon, damar dan jenis lainnya. Lahan pada ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan yang luar biasa, batu alam masih nampak ditebing dan curam, dan ada air terjunnya.</p>
<p>Sederhana sekali aku berfikir kenapa aku harus tanam kopi di daerah yang sekitarnya tidak tanam kopi. Itulah proses merubah orang dengan contoh, tidak hanya bicara tapi tanpa perubahan. Memang banyak tantangan, justru itu yang akan menjadikan proses diskusi dengan petani.</p>
<p>Ketika aku mau bikin lubang tanam, tetangga sebelah yang punya lahan bilang. Nanti kalau ditanami kopi dimakan kera kopinya. Sederhana saja aku jawab, &#8220;la aku kan menyelamatkan tanaman anda jadi tidak dimakan kera sekaligus aku juga selamatkan satwa tooooo&#8221;, diriku sambil tertawa.</p>
<p>Prihatin memang ketika melihat petani tembakau, kebanyakan ketika mereka mengelola lahan tanpa perhatikan konservasi tanah. Namun dilahan yang luasannya sedikit aku berusaha merubah dengan memberi contoh untuk perbaikan lingkungan. O ya do&#8217;akan semoga aku bisa berhasil, kedepan bisa juga jadi wisata alam lho lahan ku.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=236&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/10/menanti-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/11/kang-tuyadi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kang tuyadi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengabdi Lingkungan:</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/02/pengabdi-lingkungan/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/02/pengabdi-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 22:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kliping di koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/2009/11/02/pengabdi-lingkungan/</guid>
		<description><![CDATA[Jadjit Bustami 
RT 01/RW 01, Dusun Arjasa, Desa Sucolor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso,
Propinsi Jawa Timur
Hujan buatan made in Bondowoso
Jadjit Bustami adalah seorang guru sekaligus anggota LKMD dari Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Propinsi Jawa Timur. Lingkungan sekitar tempat tinggalnya adalah bentangan Bukit Paseban dengan kemiringan 17%-70% di ketinggian 500-700 mdpl. Kondisi lahannya tandus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=234&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-size:large;">Jadjit Bustami </span></strong></p>
<p><strong>RT 01/RW 01, Dusun Arjasa, Desa Sucolor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso,<br />
Propinsi Jawa Timur</p>
<p>Hujan buatan made in Bondowoso</strong></p>
<p><img src="http://www.menlh.go.id/kalpataru/kalpa2008/foto/jajid_bustami.jpg" border="0" alt="" hspace="3" vspace="1" width="376" height="250" align="left" />Jadjit Bustami adalah seorang guru sekaligus anggota LKMD dari Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Propinsi Jawa Timur. Lingkungan sekitar tempat tinggalnya adalah bentangan Bukit Paseban dengan kemiringan 17%-70% di ketinggian 500-700 mdpl. Kondisi lahannya tandus dan gersang dengan tanah berbatu labil, sehingga setiap tahun di musim hujan selalu terjadi longsor. Namun demikian, pria berusia 56 tahun ini masih mempunyai harapan dan keyakinan mampu mengubah kondisi ini menjadi lahan hijau sehingga dapat mengubah status sosial-ekonomi masyarakat Suco Lor.</p>
<p>Motivasi itu telah mendorong Jadjit memulai menyingsingkan lengan baju di tahun 1980 dengan menanam jeruk di dua lokasi berbeda, masing-masing seluas 0,5 dan 0,6 hektar dengan biaya sendiri. Usaha ini gagal total karena tanamannya terserang penyakit CVPD.</p>
<p>Gagal menanam jeruk tidak membuat jera Jadjit, ia mencoba menanam pohon mangga dan petai masing-masing 6 batang di halaman SDN Suco Lor-1. Kali ini ia beruntung, pohon mangga dan petai yang ditanamnya tumbuh subur. Keberhasilan ini memicu semangatnya untuk memberikan pembelajaran kepada anak didiknya melalui kegiatan pembibitan pohon pada kegiatan ekstra kurikuler. Adapun penanamannya dilakukan bersama-sama dengan anak didik di sepanjang kiri dan kanan jalan menuju sekolah dengan tujuan agar di kemudian hari anak didiknya tidak kepanasan ketika pulang sekolah.</p>
<p>Perjuangan itu bukannya tanpa biaya, Jadjit harus menebusnya dengan merelakan seekor sapi piarannya untuk dijual guna membangun pipa saluran untuk mengalirkan air dari bukit ke SDN Suco Lor sepanjang 2 km. Bahkan sebagai Kepala Sekolah, ia sempat menolak untuk dimutasikan ke tempat lain demi obsesinya.</p>
<p>Sukses menggarap anak didiknya, Jadjit berusaha mempengaruhi dan menyadarkan masyarakat sekitarnya tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan mengajak untuk menanami lahan kritis dengan berbagai macam jenis pohon. Awalnya pengadaan bibit dilakukan dengan membeli dari para penyedia bibit, tetapi sejak tahun 2000 mulai dilakukan pembibitan secara mandiri dengan komoditi utama jati. Biayanya terkumpul dari iuran anggota sebesar Rp.400,- perbulan. Bagi yang mampu, anggota yang memerlukan bibit diwajibkan mengganti biaya, sebaliknya kepada anggota yang tidak mampu diberikan secara cuma-cuma. Dengan kesadaran, semangat dan kerja keras, akhirnya hasil pembibitan mampu memenuhi kebutuhan anggota kelompok dan kelebihannya dapat disalurkan kepada yang memerlukan.</p>
<p>Di tahun 2004, lahan yang berhasil dihijaukan tidak kurang dari 82 hektar dengan 30 ha jati, 8 ha sengon laut, 8 ha sengon laut buto, 4 ha mindi, 7 ha gamelina, 4 ha nangka, 9 ha kopi, 9 ha petai, dan 5 ha mangga. Luasan ini bertambah dengan 7 ha jati di tahun 2005 dan 9 ha manggis di tahun 2006. Tak berhenti sampai di situ, di tahun 2008 lahan penghijauan Jadjit dan kelompoknya bertambah 13 ha dengan 8000 mahoni, 9750 sebgib kaytm 4000 manggis, dan 4015 mindi. Sotal lahan yang berhasil dihijaukan seluas 111 hektar, dan lahan kritis yang semula tidak kurang dari 123 hektar tinggal 12 hektar lagi yang belum dihijaukan.</p>
<p>Manfaat yang paling dirasakan masyarakat Desa Suco Lor dari hasil penghijauan Bukit Paseban adalah munculnya mata air di sekitar bukit sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sebagai air minum, memasak, mencuci, mengairi sawah dan untuk peternakan. Pendapatan dari hasil panenanpun meningkat sehingga dapat dipasarkan ke Surabaya, Malang, Bandung dan Jakarta.</p>
<p>Di tahun 2008, Jadjit membuat terobosan baru di daerahnya. Dengan dana pribadi dan kelompok sebesar 36 juta, ia menciptakan “hujan buatan” untuk mengairi dan menyiram tanaman di musim kering. Dibantu masyarakat Jadjit membuat kolam berukuran 36m x 6m x 2,7m. Air dari mata air sekitar bukit ditampung di kolam itu dialirkan ke bawah dengan pipa, dan secara gravitasi disemburkan dengan alat “springkler” bantuan Dinas Pertanian setempat. Alhasil hujan buatan mampu mengairi 200 ha sawah di musim kemarau dan meningkatkan panen hingga 3 kali lipat dari padi, bawang merah, buncis, kentang, cabai dan tomat.</p>
<p>Menyimak semua itu, terbukti Jadjit telah membuat masyarakat semakin sadar untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan, sekaligus mengangkat stasus sosial dan meningkatkan pendapatan. Jika demikian, maka sudah selayaknya kalau Jadjit menyandang belar pahlawan lingkungan, terlebih lagi masyarakat sekitarnya telah menganggap Jadjit sebagai “sang surya” yang menerangi Desa Suci Lor.</p>
<p><a href="http://www.menlh.go.id/kalpataru/kalpa2008/jadjit_bustami.htm">http://www.menlh.go.id/kalpataru/kalpa2008/jadjit_bustami.htm</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=234&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/11/02/pengabdi-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.menlh.go.id/kalpataru/kalpa2008/foto/jajid_bustami.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Desa aset wisata</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/29/desa-aset-wisata/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/29/desa-aset-wisata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 11:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Berkeliling dari satu desa ke desa lainnya memang asyik, berkenalan dengan petani, pejabat desa dan lainnya. Melihat anak sekolah pulang sekolah, jalan kaki sepanjang 2 km itu hal biasa dilakukan anak desa. Namun ketika ditanya mau jadi apa? tak ada yang menjawab, bahkan anak desa yang duduk dibangku SMA pun ditanya malah bilang belum tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=229&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berkeliling dari satu desa ke desa lainnya memang asyik, berkenalan dengan petani, pejabat desa dan lainnya. Melihat anak sekolah pulang sekolah, jalan kaki sepanjang 2 km itu hal biasa dilakukan anak desa. Namun ketika ditanya mau jadi apa? tak ada yang menjawab, bahkan anak desa yang duduk dibangku SMA pun ditanya malah bilang belum tahu dan tidak mempunyai cita-cita.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-230" title="kembangsari (2)1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/kembangsari-21.jpg?w=150&#038;h=112" alt="kembangsari (2)1" width="150" height="112" />Dalam perjalanan selalu terpikir dalam diriku, harus ada orang yang bisa membantu meningkatan kapasitas sumberdaya manusia dalam pengelolaan sumberdaya alam yang ada di desa. Banyak aset yang bisa dikembangkan bahkan bisa di kemas jadi wisata dan bisa menambah ekonomi desa.</p>
<p>Contoh sederhana di desa banyak kebun kopi, kenapa tidak terus bikin acara melihat orang petik kopi. Bahkan kalau perlu bikin acara melihat petik kopi, atau ambil getah pinus, maupun bikin gula aren. Kalau hal kecil seperti itu bisa dicemas terus dipadukan dengan acara yang ada di desa wah bisa mengundang para wisatawan lho.</p>
<p>Kalau desa di Temanggung pasti tiap desa mempunyai kesenian kuda lumping atau mungkin yang lainnya. Bahkan ada juga tempat-tempat yang dikramatkan, mungkin bikin acara disana terus dipadukan dengan kegiatan ambil getah pinus maupun petik kopi merah.</p>
<p>Hal semacam itu kalau dipromosikan kepada orang kota bisa jadi wisata desa, ini memang perlu orang yang serius untuk membangun desa. Dalam membangun desa dibutuhkan orang yang benar-benar tulus memajukan desa tidak hanya sekedar dapat untung sendiri.</p>
<p>itu si baru kegiatan sederhana, yang bisa meningkatkan pendapatan, lalu pertanyaannya sekarang, apakah para pejabat desa sudah berfikir seperti itu. Seharusnya ketika ada otonomi desa harus berani mengambil terobosan demi meningkatkan pendapatan desa yang nantinya tentu masyarakatnya sejahtera.</p>
<p>Mimpi-mimpi ini akan tercapai kalau generasi penerus desa jangan pergi ke kota. Jangan tinggal kan desa, desa adalah tumpuan ekonomi, tumpuan harapan masa depan. Selamatkan desa dengan menciptakan generasi yang cinta akan desanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=229&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/29/desa-aset-wisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/kembangsari-21.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kembangsari (2)1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Hijau</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/23/mimpi-hijau/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/23/mimpi-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 10:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Musim tembakau sudah usai, bagi yang bertani tembakau. Namun kalau seperti saya, selalu melihat perubahan tegalan. Kalau pada musim tanam tembakau lahan diolah tanpa mempertimbangkan kaedah konservasi. Ketika tembakau sudah terlihat besar juga lahan tanpa hijau, namun hijaunya juga hijau tembakau.
Artinya hijau itu hanya sekelumit tidak seterusnya, dari tanam sampai panen sekitar 6 bulan hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=226&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-227" title="nang tegalan (18)1" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/nang-tegalan-181.jpg?w=150&#038;h=112" alt="nang tegalan (18)1" width="150" height="112" />Musim tembakau sudah usai, bagi yang bertani tembakau. Namun kalau seperti saya, selalu melihat perubahan tegalan. Kalau pada musim tanam tembakau lahan diolah tanpa mempertimbangkan kaedah konservasi. Ketika tembakau sudah terlihat besar juga lahan tanpa hijau, namun hijaunya juga hijau tembakau.</p>
<p>Artinya hijau itu hanya sekelumit tidak seterusnya, dari tanam sampai panen sekitar 6 bulan hingga 7 bulan dilahan pegunungan. Bulan usai tembakau panen kalau didaerah pegunungan adalah akhir September pada tiap tahunnya. Pada bulan itu terlihat lahan kering dan berdebu, kalau ada angin lisus ya debu bertebaran.</p>
<p>Apalagi kalau hujan deres, jelas erosi permukaan tanah. Karena baru saja usai hujan pertama kali aku dan anak, serta kakak melihat lahan yang akan aku impikan jadi lahan hijau dengan kopi arabika. Lahan yang sering disebut kethekan itu memang tempatnya kera ekor panjang, tidak hanya kopi yang akan aku tanam disana. Jenis tanaman keras yang lain dan cocok dilahan tersebut akan aku coba kembangkan.</p>
<p>Sering orang menyebutku aneh, namun tak apalah, karena aku selalu beda ketika menanam. Dan yang menarik kegiatan itu aku kerjakan di petani yang selalu tanam tembakau. Lahan itu tentunya ketika sudah jadi hijau juaga bisa untuk pembelajaran anak. Jangan sampai nanti anak-anak sudah tidak tahu dengan jenis pohon yang ada di lereng gunung.</p>
<p>Mimpi hijau tidak mudah apalagi aku harus menentang arus tidak apalah, dan yang penting aku menanam dilahan sendiri. Dan anehnya ketika aku berdiskusi dengan tetangga yang lahannya berdekatan dengan lahan yang akan aku tanami kopi, e e dia malah bilang lha nanti kalau kopinya dimakan kera bagaimana?</p>
<p>aku jawab sederhana, kalau kopinya dimakan kera kan terus tidak merusak lahan anda dan aku juga sudah menyelamatkan satwa ha ha ha . Namun ketika diperjalannya menuju rumah aku berfoto dengan anak ku dalam bathinku apakah ini yang akan diwariskan untuk anak-anak kita lahan yang telah rusak parah? ayo selamatkan dan kembalikan sesuai fungsinya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=226&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/23/mimpi-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/nang-tegalan-181.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">nang tegalan (18)1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sengon tanam Bulan Desember 2007</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/22/sengon-tanam-bulan-desember-2007/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/22/sengon-tanam-bulan-desember-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 12:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[poto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[sengon di wilayah Desa Gandurejo Bulu Temanggung
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=223&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-224" title="dikebun kopi sengon (5)12" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/dikebun-kopi-sengon-512.jpg?w=112&#038;h=150" alt="dikebun kopi sengon (5)12" width="112" height="150" />sengon di wilayah Desa Gandurejo Bulu Temanggung</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=223&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/22/sengon-tanam-bulan-desember-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/dikebun-kopi-sengon-512.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">dikebun kopi sengon (5)12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sengon ku Kenapa ya?</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/21/sengon-ku-kenapa-ya/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/21/sengon-ku-kenapa-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 22:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Setiap libur mesti aku selalu ke ladang, yang merupakan ujicoba sengon dan kopi. Kenapa saya sebut ladang ujicoba? karena bagi ku bahwa merupakan kebiasaan itu perlu sebuah contoh. Perubahan tidak hanya perintah, seperti atasan perintah dengan bawahannya.
Dalam merubah pola budidaya petani, dari yang tidak pro lingkungan menjadi budidaya pro lingkungan diperlukan orang yang mau lahannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=218&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap libur mesti aku selalu ke ladang, yang merupakan ujicoba sengon dan kopi. Kenapa saya sebut ladang ujicoba? karena bagi ku bahwa merupakan kebiasaan itu perlu sebuah contoh. Perubahan tidak hanya perintah, seperti atasan perintah dengan bawahannya.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-219" title="sengonku" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/sengonku.jpg?w=150&#038;h=112" alt="sengonku" width="150" height="112" />Dalam merubah pola budidaya petani, dari yang tidak pro lingkungan menjadi budidaya pro lingkungan diperlukan orang yang mau lahannya untuk kegiatan pertanian yang pro lingkungan. Bukan berarti aku sok pro lingkungan ha ha ha</p>
<p>Bukan masalah pro lingkungan dan tidak, namun permasalahan di Temanggung untuk yang lingkungan ini memang perlu satu orang yang ulet. Praktek yaitu memberi contoh, dan tahan terhadap godaan ekonomi. Kenapa harus tahan godaan, lha iya karena ketika tanam sengon baru panen 6 sampai 7 tahun. Dan kalau kopi, baru 4 tahun baru bisa di panen, itu pun belum begitu banyak.</p>
<p>Namun semua itu perlu keuletan, walapun sering diomongi orang, karena hidup didesa. Dengan tanaman yang selalu beda, namun tak masalah beda bukan berarti jelek, justru beda yang menyelamatkan lingkungan.</p>
<p>E pas hari minggu, aku ke ladang melihat perkembangan sengon dan kopi. Berkeliling lahan, di tebing aku melihat tanaman mahoni hidup dan sehat, dalam batin ku e e ini lah tabungan 40 tahun lagi. Ketika melihat kopi, yang ini 4 tahun dan seterusnya aku panen, lha sengon mungkin 4 tahun lagi aku sudah panen.</p>
<p>Namun terkejut ketika aku melihat satu pohon sengon, dan aku bertanya apakah ini tumor ya? bagi yang tahu bisa tuh lihat gambar dan kasih masukkan dan boleh kok komentar.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=218&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/10/21/sengon-ku-kenapa-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/10/sengonku.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sengonku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutan Rakyat di Kebondalem</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/06/hutan-rakyat-di-kebondalem/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/06/hutan-rakyat-di-kebondalem/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 13:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Kebondalem itu nama sebuah desa, di wilayah Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Kenapa harus kebondalem yang aku tulis disini, karena belum lama ini ada pertanyaan mengenai sengon dengan jarak tanamnya, hingga sampai harga ketika sudah panen.
Pertanyaannya sederhana, namun perlu dijawab dengan serius. ini pertanyaannya&#8221;katanya hasil sengon untuk 6 th/ha biasanya kisaran berapa bos pola penanaman (jarak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=212&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-215" title="hutan rakyat kebondalem (2)" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/07/hutan-rakyat-kebondalem-2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="hutan rakyat kebondalem (2)" width="150" height="112" />Kebondalem itu nama sebuah desa, di wilayah Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Kenapa harus kebondalem yang aku tulis disini, karena belum lama ini ada pertanyaan mengenai sengon dengan jarak tanamnya, hingga sampai harga ketika sudah panen.</p>
<p>Pertanyaannya sederhana, namun perlu dijawab dengan serius. ini pertanyaannya&#8221;katanya hasil sengon untuk 6 th/ha biasanya kisaran berapa bos pola penanaman (jarak tanam)&#8221;. Mungkin yang bikin kalimat tergesa, namun tidak apa bisa dipahami kok.</p>
<p>Kalau di lihat dari kalimatnya menanyakan berapa harga sengon hingga jarak tanamnya. Ngomong jarak tanam ketika melihat kondisi dilapangan terutama wilayah perhutani di wilayah asperan candiroto, tepatnya di Desa Selosabrang Kecamatan Bejen Temanggung, dengan jarak tanam 2 x 3 meter.  Namun pada lahan milik atau hutan rakyat kadang jaraknya tidak sesuai yang diharapkan, karena ada yang rapat bahkan sebagai tanaman pengisi.</p>
<p>Jarak tanam yang ideal 2 meter x 3 meter, artinya kalau luasan 1 ha tinggal hitung saja, berapa batang sengon. Kalau ngomong hasil sengon, ketika saya investigasi diwilayah wonosobo, yang diameter 30cm ke atas ditingkat petani harga per kubiknya Rp 750.000 tinggal hitung saja kalau 1 ha berapa kubik dan berapa duit?</p>
<p>Namun belum nama ini, ketika saya jalan-jalan ke Desa Kebondalem. sekalian mengecek tanaman jati dan suren yang dibagikan kemasyarakat secara gratis, melihat banyak tanaman sengon pada lahan milik. Sambil ngobrol dengan ketua kelompok tani menanyakan tentang harga sengon, &#8220;sengon yang sudah 5 tahun, dengan ubet atau lingkaran dalam bahasa jawa disikep satu orang, ditawar satu batang Rp 750.000 tidak boleh,&#8221; kata Nurjanah, sambil menunjukkan sengon miliknya.<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-216" title="hutan rakyat kebondalem (4)" src="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/07/hutan-rakyat-kebondalem-4.jpg?w=112&#038;h=150" alt="hutan rakyat kebondalem (4)" width="112" height="150" /></p>
<p>Di Kebondalem sengon menjadi naungan kopi, dalam hatiku berkata betapa kayanya petani. Bayangkan kalau petani mempunyai 100 batang saja dengan harga per batang Rp 750.000 sudah berapa duit. Intinya wong tani itu kudu kesekil, sregep dan ulet, begitu papar Nurjanah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=212&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/06/hutan-rakyat-di-kebondalem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/07/hutan-rakyat-kebondalem-2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hutan rakyat kebondalem (2)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mukidi.files.wordpress.com/2009/07/hutan-rakyat-kebondalem-4.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">hutan rakyat kebondalem (4)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngopeni Alas</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/05/ngopeni-alas/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/05/ngopeni-alas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 14:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Belajar memberi contoh, tauladan bagi petani memang sulit. Dan tidak bisa hanyan ngomong, apalagi tidak pernah mempraktekkan. Hanya ngomong mungkin akan dikatakan &#8220;JARKONi&#8217; alias biso ujor ning ora iso ngelakoni begitulah orang jawa bilang.
Tentunya semua orang tidak mau dikatakan seperti itu, termasuk saya. Untuk itu setiap minggu pagi saya harus ke ladang melihat perkembangan tumbuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=209&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Belajar memberi contoh, tauladan bagi petani memang sulit. Dan tidak bisa hanyan ngomong, apalagi tidak pernah mempraktekkan. Hanya ngomong mungkin akan dikatakan &#8220;JARKONi&#8217; alias biso ujor ning ora iso ngelakoni begitulah orang jawa bilang.</p>
<p>Tentunya semua orang tidak mau dikatakan seperti itu, termasuk saya. Untuk itu setiap minggu pagi saya harus ke ladang melihat perkembangan tumbuhan yang ada dilahan. Kopi, sengon dan lainnya, merupakan pemandangan yang menarik, karena selalu aku bayangkan ini merupakan tabungan untuk pendidikan anak.</p>
<p>Tentunya boleh bermimpi e e e bercita-cita, memberi contoh petani dan berhasil, kan juga bisa untuk tabungan pendidikan to, pohon sengonnya. Kalau contoh berhasil tidak usah ngomong dihadapan petani, karena sudah otomatis akan ditiru. Tinggal bilang saja kalau mau lihat silakan ke lahan saya, gitu saja.</p>
<p>e dilahan ketemu pemuda tani, ya akhirnya bercerita panjang lebar. Tentang tanaman yang ada dilahan, mulai dari manfa&#8217;at menanam sengon, kopi dan lainny. E sekali tidak langsung akhirnya sosialisasi lingkungan di lahan ha ha ha ha, menarik memang sampai soal tanah yang ketika kemarau jadi keras dan kalau diinjak kakinya sakit.</p>
<p>e ternyata pemuda tani itu sebenarnya tertarik untuk menanam tanaman keras namun karena lahan masih milik orang tua ya terpaksa harus manut sama orang tua. Akhirnya mencari rumput untuk kambingnya, la bagaimana wong harus manut sama wong tuo je, itulah sedikit ngobrolan dilahan kopi dan sengon yang calon menghasilkan jadi luar biasa.</p>
<p>Begitulah para pemuda tani yang tinggal didesa semuanya masih sekedar manut sama orang tua, belum bisa memberikan masukkan pada orang tuanya. Mulai dari segi budidaya sampai pembiayaan, la piye kalau usul nanti kalau orang tuanya galak, kena damprat. Kalau orang jawa bilang wong tuo kuwi kalah nutuk menang ngabruk ha ha ha, jo nesu sing dadi wong tuo yooooo.</p>
<p>sehingga kadang pemuda tani desa akhirnya hanya manut dan manut, lah terus kapan majune. e ternyata malam harinya juga ngobrol karo wong tani, alias wis tuwo seko tembakau tekan kopi. la nampaknya antusias sekali obrolannya sampai jam 9 malam, e ternyata pak tani tersebut juga mau tanam kopi sebagai alternatif tanaman selain tembakau.</p>
<p>e ternyata ada petani yang mau memperbaiki lingkungan dengan menanam kopi. Ternyata petani yang satu ini juga baru belajar bikin pupuk organik  yang dibuat dari serabut kelapa dan lainnya. Dalam hatiku aku ngomong jowo wah pinter tenan ki petani, nek petani koyo ngene kabeh, biso mulyo lha piye wong pupuk gawe dewe je.</p>
<p>sudah pak tani tak dukung kegiatan anda, bikin lah pupuk dan cobalah kalau baik, nanti dikasih merk. Dah maju terus jangan pernah menyerah sebelum uji coba pupuknya berhasil pak tani, e termasuk uji coba kopi dan sengon ku, gagal adalah pengalaman yang membuat kesuksesan, dan yang jelas cita-cita untuk tabungan pendidikan dari sengon dan kopi itulah yang membuat semangat</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=209&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/05/ngopeni-alas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mukidi:&#8221;Hargailah Walau kecil&#8221;</title>
		<link>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/05/mukidihargailah-walau-kecil/</link>
		<comments>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/05/mukidihargailah-walau-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 06:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kliping di koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mukidi.wordpress.com/2009/07/05/mukidihargailah-walau-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[Membangun manusia yang peka terhadap lingkungan tidak seperti membalik telapak tangan, berikut pengalaman mukidi selaku aktivis dipersani (Dian Permata Insani) lembaga yang konsen dilingkungan.
 sejak kapan mulai ngomong lingkungan?. 
 awal tahun 2000 kita bersama teman-teman mendirikan dipersani. karena kalau kita ngomong lingkungan dan mengkritisi kebijakan pemerintah kan harus punya lembaga. sebenarnya mulai awal krisis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=206&subd=mukidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Membangun manusia yang peka terhadap lingkungan tidak seperti membalik telapak tangan, berikut pengalaman mukidi selaku aktivis dipersani (Dian Permata Insani) lembaga yang konsen dilingkungan.</strong><br />
 <strong>sejak kapan mulai ngomong lingkungan?. </strong><br />
 awal tahun 2000 kita bersama teman-teman mendirikan dipersani. karena kalau kita ngomong lingkungan dan mengkritisi kebijakan pemerintah kan harus punya lembaga. sebenarnya mulai awal krisis moneter, waktu itu ada kebijakan pembukaan hutan lindung untuk pertanian kita sudah ngomong. Tapi tidak pernah diperhatikan.<br />
 <strong>apa tidak kesal, lelah mungkin putus asa karena tidak diperhatikan?</strong><br />
 Manusia itu siapa yang tidak punya lelah, tentunya semua mempunyai sifat seperti itu. Tapi kalau putus asa bukan aktivis dong ha ha ha …… bagi saya yang penting berbuat untuk pelestarian lingkungan, itu sudah satu poin tersendiri bagi kesejahteraan umat.<br />
 <strong>Langkah apa yang ditempuh untuk ngomong lingkungan?</strong><br />
 kalau ngomong lingkungan tak lepas dari urusan perut artinya kita juga harus ngomong ekonomi, ekologi dan moral. tiga hal itu saling terkait, ketika hanya mementingkan ekonomi sudah pasti krisis ekologi akan terjadi, lihat saja dalam hal pengolahan lahan pada petani dilereng gunung tentunya anda sudah tahu kan. Dan moral pun perlu dibangun, ekonomi baik, ekologinya baik, namun kita moral tidak baik, juga tidak akan ada keseimbangan, lihat saja masih banyak warga lereng gunung yang menebangi pohon, tanpa memikirkan dampak ekologinya. Dalam pengembangan ekonomi, kita pernah mengembangkan konsep agrosilvapastura yaitu memadukan antara pertanian, peternakan dan kehutanan.<br />
 <strong>apakah dalam mengembangkan kegiatan pelestarian lingkungan hanya mendampingi petani saja, ataukah ada terobosan lain?</strong><br />
sejak Juli 2007, kita masuk ke sekolah dan menawarkan program sekolah berwawasan lingkungan, kebetulan pertama kita masuk ke SMP 3 Bulu dan diterima. Memang pada awalnya sulit dan kita kontinyu diskusi dengan guru-guru SMP 3 Bulu. Memahamkan tentang pentingnya lingkungan di kalangan anak sekolah dan manfa’atnya ke depan. Diskusi itu tidak dalam forum dengan guru apapun, ketika kita datang terus ada guru yang pas tidak mengajar atau kosong kita ajak diskusi, berawal dari situ lah kegiatan di SMP 3 Bulu bisa berkembang. Setelah semua pola pikir guru sama, baru kita masuk lewat ekstra pramuka, dengan mengajarkan pembibitan tanaman keras mahoni dan sengon. Tahun pertama hasil tanaman keras sudah ditanam keliling sekolah. Tidak hanya sekedar mengajari teknis pembibitan namun tentang pentingnyan menanam dan manfa’atnya kedepan kita pahamkan di pramuka. Untuk program penanaman keliling sekolah dengan tanaman keras, ada bebarap tanaman yang dibantu Perhutani. Dan dalam pengembangan sekolah berwawasan lingkungan kita selalu di dukung oleh Pirantik Works tiap tahun. Dan untuk bak penampung air untuk pembibitan di bantu dari Panasonic. Pada tahun 2008, Pirantik works menerima kunjungan beberapa guru dan siswa melihat produk yang dihasilkan, yaitu radio kayu.<br />
<strong> apakah hanya pembibitan yang dikembang di SMP 3 Bulu?</strong><br />
 wah tidak dong, kita harus cari strategi bagaimana materi lingkungan bisa masuk ke semua siswa mulai dari kelas VII hingga Kelas IX. tahun ke dua kita kembangkan dengan komputer ramah lingkungan, yaitu semua materi komputer bertema lingkungan. Keterlibatan siswapun ada dalam kegiatan lingkungan yaitu iuran tiap minggu 100 rupiah yang dikumpulkan dibendahara kelas, nantinya untuk pembelian polibeg maupun untuk kegiatan lingkungan lainnya.<br />
<strong>apakah program pembibitan berlangsung terus?</strong><br />
 Pasti, kita sekarang mengembangkan pembibitan kopi Arabica, kalau anda ingin tahu dan siapa pun boleh lihat ke SMP 3 Bulu. Kenapa kita ambil jenis kopi Arabica, karena banyak masyarakat yang meminta kopi, ya kita kembangkan kopi. Dan bibit yang sudah jadi kita berikan gratis kepada masyarakat yang mau menanam.<br />
<strong> apa ada rencana program itu menjadi kurikulum sekolah?</strong><br />
 Jelas dong, dan belum lama ini kita juga sudah diskusi dengan kepala sekolah SMP 3 Bulu, Wiyono, Spd berencana untuk memasukkan tema-tema lingkungan ke mata pelajaran.<br />
 <strong>apakah sudah ada pihak pemerintah yang membantu anda dalam mengembangan konsep sekolah berwawasan lingkungan di SMP 3 Bulu?</strong><br />
wah wah aku harus ngomong apa ini, dengan tersenyum belum saja, tapi sudah banyak yang tahu secara pribadi, kalau lembaga belum, atau mungkin belum ada ketertarikan saja.<br />
 <strong>harapan anda apa, kepada pemerintah?</strong><br />
sederhana, terutama Pemerintah Kabupaten Temanggung mau menghargai SMP 3 Bulu, yang telah memulai membangun sekolah yang berwawasan lingkungan. Dan yang lebih menarik justru program ini kan kerjasama dengan NGo lokal. Kan tinggal dikembangkan saja jadi sekolah berbudaya lingkungan, yang jelas program ini ada kerjasama dengan kementerian lingkungan hidup dan Departemen Pendidikan Nasional. Artinya SMP 3 Bulu pioneer kan, walaupun belum seberapa hasilnya, namun perlu dihargai kan.  </p>
<p>dari tabloid pendidikan lontar No. 9 tahun III Juni 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mukidi.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mukidi.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mukidi.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mukidi.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mukidi.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mukidi.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mukidi.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mukidi.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mukidi.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mukidi.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mukidi.wordpress.com&blog=2295963&post=206&subd=mukidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mukidi.wordpress.com/2009/07/05/mukidihargailah-walau-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77811816cbb34ab5635d5a7335f425d2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mukidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>