Siapa yang tidak tahu dengan luwak, sang pemakan buah kopi merah. Kopi luwak itu orang menyebutnya. Pantas saja kalau petani kopi dan yang tidak mempunyai kopi pun sekarang berburu luwak untuk dipelihara. Tak ketinggalan petani di Desa Wonotirto, Bulu Temanggung.
Desa di lereng Gunung Sumbing ini, baru merintis menanam kopi arabika, jenis line es. Karena mendengar kalau luwak laku dijual, para petani berburu luwak dengan cara dibuatkan perangkap luwak. Mahalnya harga luwak per ekor ada yang mau membeli 300.000 rupiah, petani semangat menangkap dengan berbagai cara, namun luwak masih hidup.
Salah satu petani yang berhasil menangkap luwak adalah Rusdi, “saya hanya mencoba, dan tertarik ketika untuk memelihara, siapa tahu nanti bisa dikembangkan atau dikawinkan jadi tambah banyak luwaknya”, jelasnya.
Tidak hanya Rusdi yang telah berhasil menangkap luwak, petani lain juga ada. Kalau Rusdi menangkap luwaknya perangkap dipasang dekat pohon kopi sudah buah merah, didalamnya dikasih pisang. Harapan petani di Wonotirto akan bisa menghasilkan kopi luwak, semoga impian menjadi kenyataan.



Komentar Terakhir