Setiap libur mesti aku selalu ke ladang, yang merupakan ujicoba sengon dan kopi. Kenapa saya sebut ladang ujicoba? karena bagi ku bahwa merupakan kebiasaan itu perlu sebuah contoh. Perubahan tidak hanya perintah, seperti atasan perintah dengan bawahannya.
Dalam merubah pola budidaya petani, dari yang tidak pro lingkungan menjadi budidaya pro lingkungan diperlukan orang yang mau lahannya untuk kegiatan pertanian yang pro lingkungan. Bukan berarti aku sok pro lingkungan ha ha ha
Bukan masalah pro lingkungan dan tidak, namun permasalahan di Temanggung untuk yang lingkungan ini memang perlu satu orang yang ulet. Praktek yaitu memberi contoh, dan tahan terhadap godaan ekonomi. Kenapa harus tahan godaan, lha iya karena ketika tanam sengon baru panen 6 sampai 7 tahun. Dan kalau kopi, baru 4 tahun baru bisa di panen, itu pun belum begitu banyak.
Namun semua itu perlu keuletan, walapun sering diomongi orang, karena hidup didesa. Dengan tanaman yang selalu beda, namun tak masalah beda bukan berarti jelek, justru beda yang menyelamatkan lingkungan.
E pas hari minggu, aku ke ladang melihat perkembangan sengon dan kopi. Berkeliling lahan, di tebing aku melihat tanaman mahoni hidup dan sehat, dalam batin ku e e ini lah tabungan 40 tahun lagi. Ketika melihat kopi, yang ini 4 tahun dan seterusnya aku panen, lha sengon mungkin 4 tahun lagi aku sudah panen.
Namun terkejut ketika aku melihat satu pohon sengon, dan aku bertanya apakah ini tumor ya? bagi yang tahu bisa tuh lihat gambar dan kasih masukkan dan boleh kok komentar.



betul,itu karat tumor,sudah menghancurkan 80 persen sengon di kendal,sekarang era tanaman jabon,5 tahun tinggi 16 m,diameter 35 cm up.
jabon-kendal.blogspot.com
Oleh: ardha on November 13, 2009
at 2:34 pm