Pada umumnya masyarakat di daerah pertembakauan, masih banyak yang lahan garapannya tidak memperhatikan teknis konservasi. Bahkan ada juga tanah top soil dihilangkan, artinya dibuang. Penghilangan tanah top soil ini, terjadi ketika mencangkul.
Untuk memberi contoh, agar tanah top soil tidak dibuang adalah dengan cara konservasi tanah yang benar dengan cara pembuatan teras. Di lahan yang kemiringannya lebih dari 45 derajat dengan teras bangku dan harus menyabuk gunung.
Tak lain tujuan
nya untuk mengurangi erosi tanah permukaan yang terbawa air hujan. Pada lahan yang miring tersebut di masih ditanami tanaman semusim, namun untuk ujicoba pembuatan hutan rakyat pada lahan tegalan di Desa Gandurejo Bulu Temanggung dengan sistem tumpangsari dengan model jalur.
Ada Jalur tanaman keras yang hasilnya 5 tahunan baru panen maupun yang lebih dari 5 tahun seperti sengon, mahoni dan sonokeling. Ada juga jalur yang 3 tahun panen seperti kopi dan yang 1 tahun panen seperti ketela pohon, dan kapulogo, serta kimpul yang terlupakan
Percobaan ini masih perlu dikembangkan, mungkin sebelum kopi bisa dipanen bisa ditanami cabai rawit yang sekarang sudah jarang petani menanam. Bah perlu juga menanam rumput gajah untuk pakan rumput dibatas tiap teras juga bisa.



copy ya..
buat tugas sekolah…
Oleh: nada on Juli 27, 2009
at 3:04 pm